DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 67.


__ADS_3

Nazhwa mengusap wajahnya seraya mengucap hamdalah setelah Andre mengucap ijab Kabul dengan lantang dan satu kali tarikan nafas.


Lega... Itulah yang di rasakan oleh Nazhwa dan Andre, begitupun dengan yang lainnya.


Usai penghulu membacakan doa pernikahan, Nazhwa mencium punggung tangan Andre dengan takzim dan Andre pun mengusap pucuk kepala Nazhwa yang terbalut hijab dengan lembut. Setelah itu giliran Andre yang mencium kening Nazhwa.


Lama...


Dalam...


Hangat...


Dan begitu terlihat mesra. Nazhwa memejamkan matanya kala bibir Andre menempel di keningnya.


Usai mencium kening istrinya, Andre menarik tubuh Nazhwa kedalam pelukannya. Memeluk dengan erat sembari mengucap kata maaf berulang kali.


Semua yang ada di ruangan itu ikut terharu menyaksikan sepasang suami istri yang telah menyatu dalam pernikahan yang sesungguhnya.


Perlahan Andre pun mengurai pelukan nya, dan langsung mengusap cairan bening di sudut mata Nazhwa.


"Aku harap ini adalah air mata bahagia." Ujar Andre sembari tersenyum, padahal ia juga ingin menangis.

__ADS_1


Nazhwa hanya mengangguk pelan sebagai jawaban nya.


Beberapa saat kemudian...


Beberapa tetangga yang di undang ayah pulang satu persatu, sementara penghulu tetap tinggal untuk memberi beberapa nasihat kepada sepasang suami istri yang baru saja melakukan ijab kabul ulang.


Penghulu itu turut prihatin pada Andre setelah tahu apa penyebab Andre ingin melakukan ijab Kabul ulang.


"Menikah itu merupakan ikatan suci dan merupakan ibadah maka ibadah memerlukan niat yang tulus, sebab dari niat lah kita ambil hasilnya sebagaimana yang disabdakan rasul. Segala sesuatunya tergantung pada niat apa yang kita niatkan itulah yang kita peroleh. Jika dulu Nak Andre menikahi istri karena amanah seseorang, maka sekarang niatkan lah atas dasar kemauan Nak Andre sendiri. Selain niat, ada kewajiban juga yang harus ditunaikan. Dalam mengarungi kehidupan berumah tangga pasangan suami istri tidak akan terlepas dari namanya kewajiban maka untuk sukses dalam berumah tangga tersebut suami istri harus paham dengan kewajibannya, kalaulah kedua pasangan paham dengan kewajibannya maka secara tidak langsung mereka sudah menerima haknya masing- masing. Dan yang paling penting tunaikan kewajiban kepada Allah. Salah satu kewajiban kita kepada Allah adalah melaksanakan shalat lima waktu sehari semalam, shalat yang kita laksanakan tersebut dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, dalam menjalani kehidupan berumah tangga tentu tidak akan terlepas dari perbuatan- perbuatan tersebut maka untuk membentenginya adalah dengan shalat. Dan juga jauhilah larangan dalam pernikahan. Pasangan suami istri setidaknya paham dengan larangan- larangan dalam pernikahan seperti tidak meniatkan nikahnya sementara, tidak melanggar sumpah dan tidak saling tuduh menuduh dari perbuatan yang tidak baik. Itulah kunci kesuksesan dalam membina hubungan rumah tangga yang baik.


Andre dan Nazhwa hanya bisa mengangguk menanggapi nasihat sang penghulu.


"Dan satu lagi. Jika Allah memberi keturunan kepada kalian berdua, maka anak itulah amanah yang harus dipertanggung jawabkan, maka untuk mempertanggung jawaban ada beberapa kewajiban kita sebagai orang tua yang harus kita laksanakan seperti mengazankan anak diwaktu lahirnya, memberikan nama yang terbaik untuk anak, memberikan makanan halal lagi baik, memberikan pendidikan terutama pendidikan agama dan menikahkan mereka kalau sudah sampai umurnya."


.


.


.


Beberapa saat mengobrol ringan, kedua orangtua Andre pun berpamitan bersama penghulu. Sementara Andre akan tetap tinggal di rumah Nazhwa untuk beberapa hari.

__ADS_1


Hari mulai beranjak malam. Ayah dan ibu menyuruh anak dan menantunya untuk beristirahat. Di dalam kamar, Nazhwa dan Andre nampak kaku, benar-benar seperti sepasang pengantin baru.


Keduanya duduk berdampingan di tepi ranjang tanpa ada yang bersuara, menikmati desiran di hati mereka masing-masing.


Hingga beberapa saat kemudian Andre memberanikan diri menggenggam tangan Nazhwa.


"Aku minta maaf ya, karena dulu selalu menolak memberikan nafkah batin pada mu." Ucap Andre dengan pelan.


Nazhwa menanggapi nya dengan senyuman tanpa tahu harus menjawab apa mengingat kondisinya yang sekarang tidak memungkinkan.


"Dan sekali lagi aku mengucapkan terima kasih karena masih memberikan aku kesempatan untuk menjadi suami yang baik untuk mu. Memberikan semua hak mu sebagai istri."


Nazhwa masih diam, ia benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa saat ini.


Hingga Nazhwa terkejut saat tiba-tiba Andre menarik dagunya dan perlahan wajah Andre mendekat ke wajahnya. Satu kecupan singkat mendarat di bibirnya yang membuat nya terlonjak kaget.


"Maaf Mas, sepertinya sekarang aku belum bisa. Maksudnya, kondisi ku belum memungkinkan untuk melakukan...


"Aku tahu," ucap Andre menyela. "Aku hanya ingin mencium mu saja, hal yang belum pernah aku lakukan pada mu sejak kita menikah." Sambung nya sambil tersenyum.


"Besok kita ke rumah sakit, untuk konsultasi kondisi mu." ujar nya lagi.

__ADS_1


"Terima kasih atas pengertian nya, Mas. Dan maaf...


"Tidak perlu meminta maaf karena itu bukan kehendak mu, anggap saja ini hukuman untuk ku yang selalu menolak nya dulu." Sela Andre sembari mengulas senyum.


__ADS_2