
"Nanda, kamu dengar saya kan?" tanya Andre sekali lagi dengan meninggikan suara nya karena sekertaris nya itu hanya diam saja tak menjawab pertanyaan nya.
Sekertaris Nanda terkesiap, ia seketika gelagapan. "Iy-a Pak, saya dengar." jawab nya dengan gugup.
"Cepat beri tahu saya, di mana alamat rumah teman Nazhwa itu?" tanya Andre dengan tak sabaran. Ia tidak bisa membiarkan Nazhwa pergi dari nya terlalu lama karena semua nya akan menjadi lebih rumit lagi. Ia sudah bertekad untuk menyimpan amanah dari Shalwa rapat-rapat dan akan belajar mencitai Nazhwa. Namun, kenapa ini semua harus terungkap di saat ia baru akan memulai menjalani rumah tangga yang sesungguh nya dengan Nazhwa atas nama saling mencintai, bukan karena amanah yang di berikan oleh almarhumah Shalwa kekasihnnya agar ia menikahi Nazhwa, juga mencintai dan menyayangi sama seperti ia mencintai dan menyayangi Shalwa dulu.
Sekertaris Nanda masih diam tak menjawab pertanyaan Andre, ia benar-benar bingung saat ini harus bagaimana. Di satu sisi ia sudah berjanji pada Nazhwa agar tak memberitahu pada Andre tentang penyakit ginjal yang di deritanya. Namun, di sisi lain ia juga sangat khawatir dengan keadaan Nazhwa bagaimana kalau terjadi sesuatu pada nya saat ini mengingat penyakit Istri atasannya itu yang mulai memburuk, terlebih tadi Nazhwa pergi dalam keadaan yang kurang baik.
"Nanda, kenapa kamu diam saja?! Cepat beri tahu diamana alamat rumah teman Nazhwa?" kali ini suara Andre benar-benar meninggi, ia benar-benar kesal karena sedari tadi sekertaris nya itu hanya diam saja sama sekali tak menjawab pertanyaan nya.
__ADS_1
"Di rumah sakit, Pak." jawab sekertaris Nanda dengan spontan karena terkejut. Ia langsung menutup mulut nya sendiri karena sudah kelepasan bicara, dan setelah ini Andre pasti akan mencerca nya dengan banyak pertanyaan.
"Apa, di rumah sakit? Apa maksud kamu?" tanya Andre, ia yang sedang fokus menyetir, menoleh sebentar menatap sekertaris nya itu dengan kening mengkerut.
Sekertaris Nanda nampak memejamkan mata sambil mengatur nafas nya, mungkin memang sudah seharusnya Andre tahu tentang penyakit Istri nya sebelum terjadi sesuatu yang nanti nya akan membuat diri nya menyesal jika sampai terjadi sesuatu pada Nazhwa tetapi Andre tidak tahu sama sekali, maka ia akan turut merasa bersalah karena sudah menutupi tentang penyakit Nazhwa.
Sekertaris Nanda membuka mata nya, ia menoleh menatap Andre dengan lekat. "Maaf kan saya Pak, sebenarnya Bu Nazhwa sering pergi keluar itu bukan bertemu teman nya tapi pergi ke rumah sakit." ujar nya sambil menahan nafas.
Fikiran Andre mulai tak karuan, yang ada dalam fikiran nya saat ini adalah keadaan Nazhwa.
__ADS_1
"Pak, sebenarnya Bu Nazhwa sudah lama mengidap penyakit ginjal dan sekarang sudah stadium lanjut. Maka dari itu Bu Nazhwa selalu pergi ke rumah sakit untuk kontrol, dan terakhir kali aku menemani Bu Nazhwa, dokter menyarankan pada Bu Nazhwa agar di lakukan cuci darah." ucap sekertaris Nanda. Ia menundukkan kepala nya setelah mengatakan kebenaran nya pada Andre.
'Bu Nazhwa, maaf kan aku karena sudah melanggar janji ku, tapi ini juga demi kebaikan Bu Nazhwa sendiri, karena bagaimana pun juga Pak Andre suami Ibu dan Pak Andre berhak tahu tentang penyakit Ibu.' Ucap sekertaris Nanda dalam hati, meski merasa bersalah namun ia juga merasa lega karena sudah memberi tahu Andre.
Sementar Andre tercengang mendengar penuturan sekertaris nya itu, perlahan ia menepikan mobil nya lalu bertanya sekali lagi pada Sekertaris Nanda, berharap ia hanya salah dengar.
"Nanda, katakan sekali lagi apa yang kau bilang tadi itu tidak benar kan?" tanya Andre, ia menatap sekertaris nya itu dengan lekat sembari menanti jawaban.
"Pak, yang saya katakan tadi itu adalah kebenaran nya, ternyata selama ini Bu Nazhwa sudah sejak lama mengidap penyakit ginjal dan sekarang sudah stadium lanjut, dokter juga sudah menyarankan untuk rutin cuci darah. Dan bukan hanya saja Pak Andre yang tidak tahu, tapi kedua orang tua Bu Nazhwa juga hingga saat ini tidak tahu tentang penyakit Bu Nazhwa." ucap sekertaris Nanda dengan lantang seolah ia melepas segala beban nya, tanpa terasa sudut mata nya menitih kan air mata mengingat keadaan Nazhwa.
__ADS_1
Andre terperangah, benar-benar terkejut dengan fakta yang baru di ketahui nya ini tentang Istri nya yang ternyata sudah sejak lama mengidap penyakit ginjal. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana selama ini Istri nya itu bisa menyembunyikan hal besar seperti itu dari semua orang.
Fikiran Andre seketika berputar pada kejadian-kejadian beberapa hari lalu.