
Setelah memastikan jika tidak ada lagi pasien yang harus di periksa nya hari ini, Adam pun bersiap-siap untuk pergi ke tempat di mana Nazhwa berada saat ini.
Adam begitu semangat nya untuk pergi menemui wanita pertama yang mengisi hati nya. Meskipun Nazhwa tidak bercerita, tapi ia sangat yakin jika Nazhwa sedang memiliki masalah dengan suaminya sampai-sampai Nazhwa harus menghindar seperti ini. Dan menurut Adam ini adalah kesempatan untuk kembali mendekati Nazhwa.
Sambil bersenandung pelan, Adam melangkah keluar dari ruangan nya. Saat membuka pintu ia sedikit tersentak karena sudah ada dokter Heni di depan nya.
"Loh, Dam kamu mau ke mana?" tanya dokter Heni, ia memperhatikan teman nya itu yang sudah tak memakai seragam dokter nya lagi.
"Mau pulang lah, hari ini aku juga sudah tidak ada pasien lagi yang harus di periksa." jawab Adam sambil menutup pintu ruangan nya. "Memang nya kenapa?" tanya nya kemudian.
"Ya gak apa-apa sih, cuma mau ngobrol sama kamu aja." jawab dokter Heni sambil sedikit cengengesan.
"Ouh, mau curhat tentang pasien kamu lagi? Udah biarin aja dia mungkin lagi ada masalah sama suami nya. Biarin mereka yang menyelesaikan masalah mereka sendiri." ujar Adam.
"Tapi masalah nya Dam, pasien aku tuh lagi sakit lumayan parah loh."
"Gak usah khawatir, aku pasti kan Nazhwa pasti akan baik-baik saja." ujar Adam yang membuat dokter Heni tercengang.
"Dam, kok kamu tahu nama nya? Padahal aku gak pernah sebutin nama nya loh sama kamu." tanya dokter Heni sedikit kebingungan, seingat nya ia memang tidak pernah memberi tahu pada Adam nama pasien nya itu.
__ADS_1
Adam seketika gugup karena tanpa sadar ia kelepasan bicara, namun ia berusaha setenang mungkin. "Ah kamu nya aja yang lupa, kamu pernah kasih tau nama nya kok." ujar Adam sambil sedikit berdehem untuk mengurangi rasa gugup nya.
"Ya udah ya, aku pulang dulu." Pamit Adam lalu segera pergi.
"Masa iya aku lupa?" gumam dokter Heni lalu melangkah pergi dari depan ruangan dokter Adam.
Sesampai nya di mobil, Adam mengatur nafas nya sebelum melajukan mobil nya. Ia merutuki diri nya karena bisa-bisa nya sampai keceplosan menyebut nama Nazhwa, padahal dokter Heni memang tidak pernah menyebut nama pasien nya itu.
Setelah merasa lebih tenang, Adam pun mulai melajukan mobil nya menuju rumah yang di tempati Nazhwa saat ini. Dan tentu ia yang mencarikan rumah itu, Adam sengaja mencarikan rumah yang jauh dari pemukiman, karena Adam tahu suami Nazhwa pasti akan mencari.
...__________...
"Hei, sebenarnya kau beli bubur ayam untuk siapa?" tanya Alex.
"Untuk sarapan Pak Andre." jawab sekertaris Nanda dengan datar.
"Sarapan? Astaga ini sudah hampir siang." ujar Alex sambil melihat jam tangan nya.
"Aku tahu, Pak Andre sejak pagi belum sarapan karena istri nya tidak ada dan itu semua gara-gara Anda! Yang sudah membuat Bu Nazhwa pergi." ujar sekertaris Nanda dengan menatap tajam Alex.
__ADS_1
"Gara-gara aku?" Alex menunjuk diri nya sendiri. "Hei, Andre itu tidak akan kesulitan jika istri nya tidak ada, kan masih ada kau yang bisa menggantikan istri nya."
"Jaga bicara Anda, Tuan Alex!" ucap sekertaris Nanda seraya menunjuk tepat di depan wajah Alex. "Buang jauh-jauh fikiran buruk Anda, karena saya dan Pak Andre tidak seperti apa yang Anda pikir kan."
"Owh hoho, santai jangan marah seperti itu. Bagus lah kalau kau tidak ada hubungan apa pun dengan Andre, jadi aku tidak ada saingan bukan?" ujar Alex.
"Mba, ini bubur ayam nya. " ujar penjual bubur ayam itu mengalihkan perhatian sekertaris Nanda.
"Jangan harap saya mau dengan Anda!" ujar sekertaris Nanda seraya membayar bubur ayam nya lalu segera pergi.
Alex kembali mengikuti nya hingga sampai ke kantor Andre.
"Tuan Alex, sebaiknya Anda pergi saja jika tidak ada keperluan di sini. Jangan membuat Pak Andre bertambah marah setelah Anda sudah membuat istri nya pergi. Jadi lebih baik Anda pergi sebelum Anda di buat babak belur oleh Pak Andre." ujar sekertaris Nanda memperingati karena ia juga sangat muak melihat keberdaan laki-laki itu.
"Oh jadi kau mengkhawatirkan aku rupa nya." ujar Alex sambil tersenyum senang. "Aku tidak masalah di hajar oleh Andre asalkan setelah itu dia menggelar acara pernikahan untuk kita." ucap nya lagi sambil menaik turun kan alis nya yang membuat sekertaris Nanda bergidik ngeri.
Sekertaris Nanda langsung berlari menunju ruangan Andre.
"Lihat saja nanti, aku pasti bisa mendapatkan mu." ujar Alex sambil menatap langakah gadis yang sudah membuat tidur nya tak nyenyak itu.
__ADS_1