DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 78.


__ADS_3

"Alhamdulillah ya, Mas, Nanda sekarang sudah hamil. Semoga Ibu dan Bayi nya sehat sampai hari persalinan.


"Amiiinn. Dan yang lebih syukur lagi si Alex bisa berubah." Andre tersenyum sambil menyesap secangkir teh hangat, ingatannya mengarah pada sifat Alex dulu nya.


"Memang nya Alex kenapa? Dulu wariah kah?" Tanya Nazhwa dengan kekehan.


Andre hampir tersedak mendengar pertanyaan Nazhwa, hampir saja ia menyemburkan teh yang di teguknya.


Nazhwa terkekeh tanpa berniat membantu suaminya.


"Bukan, Alex itu dulu nya penjahat wanita.Makanya dulu aku kurang setuju dia mau melamar Nanda."


Nazhwa terperangah mendengar penuturan suaminya. "Masa sih Mas? Tapi kelihatannya Alex gak begitu kok."


'Kamu akan lebih terkejut kalau aku bilang dulu Alex pernah hampir melecehkan Shalwa.' Ucap Andre dalam hati.


"Udah ah, gak usah ngomongin mereka lagi. Yang aku mau sekarang dan seterusnya hanya ada tentang kita berdua." Andre menarik tangan istri nya yang sedang membuat roti panggang dan menundudukkan di atas pangkuan nya.


Semenjak malam panjang itu, kedua nya selalu terlihat romantis. Akhir-akhir ini Andre sering mengulur waktu berangkat ke kantor karena selalu ingin bermanja-manjaan dengan istri nya.


"Ternyata tidak sulit untuk mencintai mu, menyesal aku tidak mencoba nya dari dulu."

__ADS_1


"Tidak perlu menyesal, karena Mas belum terlambat. Dan untung nya Ayah masih berbaik hati untuk tidak mengusir Mas dari kehidupan kami." Ujar Nazhwa dengan tertawa pelan.


Andre pun tersenyum, ia menyandarkan kepalanya di dada Nazhwa. Dan jika sudah seperti ini Nazhwa hanya bisa pasrah karena sebentar lagi ulah mesum suaminya di ruang makan kan segera di mulai. Dan benar saja, Nazhwa mulai merasakan tangan nakal suaminya menyelinap masuk ke dalam pakaian.


"Mas, sudah jam sembilan berangkat ke kantor gih."


"Nanti aja, lagian hari ini juga gak ada meeting." Ucap Andre dengan santai, masih dengan aksi nya mengelus bagian punggung istri nya.


"Yakin gak ada meeting? Gimana kalau sekertaris Mas lupa lagi!"


"Ck." Andre hanya bisa berdecak sembari menghela nafas kasar. "Kenapa bukan kamu aja sih yang jadi sekertaris aku, hum? Jadi kan enak, kapan aja aku mau tinggal happp."


"Ganti judul? Maksud nya?"


"Iya ganti judul. Dinikahi karena amanah, menjadi Istri ku sekertaris ku."


Andre pun terkekeh lalu mencium seluruh wajah istri nya dengan gemas.


.


.

__ADS_1


.


Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu. Hari ini adalah tepat tahun kedua setelah Nazhwa menjalani tranplantasi ginjal.


Hari ini Andre mengajak istri nya untuk menemui dokter Heni, menanyakan tentang Nazhwa apakah sudah bisa hamil atau tidak.


Andre benar-benar iri melihat Alex yang kini tengah menanti kelahira anak kedua nya.


"Jadi bagaimana, Dok?" Tanya Andre dengan tak sabar.


"Sebenar nya belum bisa di pastikan aman atau tidak untuk hamil. Tapi jika pun sudah terlanjur, harus rajin konsultasi untuk memantau perkembangan Ibu dan Bayi nya."


Andre menghela nafas lesu mendengar jawaban dokter Heni yang terdengar tidak memuaskan. Diri nya sudah sangat menginginkan anak, namun ia juga tidak mau mengambil resiko jika terjadi sesuatu pada Nazhwa dan bayi yang di kandung nya nanti.


Andre dan Nazhwa pun berpamitan pulang.


Setelah berada di dalam mobil, Nazhwa memutar tubuh menghadap suaminya hingga membuat Andre salah tingkah karena berpikir Nazhwa ingin menggoda nya. Namun, melihat mimik wajah istri nya yang terlihat serius, Andre menepis dugaan itu.


"Mas, tidak ada salah nya kita coba. Aku yakin, aku dan Bayi kita nanti pasti akan baik-baik saja."


Andre masih tampak ragu meski pun sangat ingin memiliki anak. Dan ia pun menjawab dengan gelengan kepala. "Lebih baik kita tidak usah punya anak dari pada harus membahayakan kamu. Aku tidak mau kehilangan untuk yang kedua kali nya."

__ADS_1


__ADS_2