
'Mas Andre, maaf kan aku yang mencoba mengindar dari mu. Sekarang aku malah terjebak dalam situasi yang rumit.'
Nazhwa melemparkan pandangan ke arah jalanan di samping nya, pembicaraan nya dengan Adam tak menemukan titik penyelesaian dan ia pun akhirnya memilih untuk diam. Hingga ia terkejut kala Adam menambah kecepatan laju mobil nya.
"Adam."
Namun, Adam tak merespon, ia hanya fokus pada kemudi nya dan sesekali melirik kaca spion di samping nya yang memperlihatkan beberapa mobil seperti terus mengikuti nya.
Yah, saat ia memutuskan untuk kembali ke rumah yang di tempati Nazhwa, ia merasa curiga melihat ada banyak laki-laki berpakaian serba hitam singgah di pinggir jalan yang kira-kira berjarak tiga kilo meter dari rumah yang di tempat Nazhwa. Ia pun memutuskan untuk membawa Nazhwa pergi dari sana, dan benar saja setelah ia meninggalkan rumah itu dengan membawa Nazhwa, beberapa mobil berpapasan dengan nya menuju rumah tersebut.
'Sial! Mereka pasti orang suruhan suami nya Nazhwa.' Adam mengumpat dalam hati sambil terus menambah kecepatan laju mobil nya, tak memperdulikan teriakan Nazhwa dan suster yang ketakutan.
__ADS_1
Di belakang, beberapa mobil yang di kendarai anak buah Alex juga terus melaju dengan kencang mengejar mobil di depan nya. Mereka yakin, mobil tersebut membawa target yang mereka cari.
"Kejar terus, jangan sampai kita kehilangan jejak nya!"
Sama hal nya dengan Andre yang juga melajukan mobil nya menyusul para anak buah Alex, namun sayang nya ia tidak tahu jika mobil yang berada paling depan membawa istri nya.
"Sebenar nya mereka ini mau ke mana" gumam Andre bertanya.
Sementara itu, Alex yang mengetahui jika sekertaris Nanda ikut bersama Andre, dengan bersemangat juga bergegas pergi menyusul.
"Tuan Alex mau kemana?" tanya orang kepercayaan Alex.
__ADS_1
Alex menghentikan langkah, namun tidak membalik badan. "Seperti nya menyenangkan jika sesekali saya ikut terjun ke medan perang bersama para prajurit." ucap Alex sambil terkekeh, lalu kembali mengayun langkah nya.
Orang kepercayaan Alex itu tersenyum sembari menatap langkah tuan nya yang mulai menjauh dari pandangan nya, ia mengerti apa yang di maksud Alex, semua adalah karena gadis itu. Jika tidak, seorang Alex hanya akan duduk manis di singgasana nya menunggu hasil laporan dari para anak buah nya.
"Siapa pun kamu, semoga kamu bisa merubah dunia hitam tuan Alex dan meninggalkan semua kebiasaan buruk nya." gumam laki-laki kepercayaan Alex itu lalu mengayun langkah meninggalkan ruangan tuan nya.
Alex kini juga sudah mengendari mobil nya menuju lokasi para anak buah nya mengejar sebuah mobil yang di curigai membawa orang yang mereka cari, dengan begitu semangat nya Alex ingin segera sampai ke tempat tersebut.
Beberapa saat terus melaju, Alex menghubungi ketua kelompok anak buah nya untuk menggiring mobil yang mereka kejar ke arah berlawanan agar ia bisa menghadang mobil tersebut.
Sementara Adam yang sudah mulai panik terus memacu mobil nya dengan kecepatan penuh, namun ia tetap berusaha mencari cela agar bisa lolos dari mobil-mobil yang terus mengikuti nya.
__ADS_1
"Adam, aku mohon hentikan mobil nya." pintah Nazhwa dengan lirih, perasaan nya mulai tak karuan. Rasa takut bercampur dengan keluhan penyakit nya yang mulai kambuh.