
Hari sudah beranjak sore, Andre pun memutuskan untuk mengantarkan sekertaris Nanda pulang dan mengatakan pada sekertaris nya itu akan mencari Nazhwa esok hari.
Setelah Andre kembali melajukan mobil nya meninggalkan pelataran rumah sekertaris Nanda. Pikirannya semakin tak tenang, terlebih setelah ia tahu jika istri nya itu ternyata sedang sakit parah saat ini.
"Kamu di mana Nazhwa, aku mohon jangan hukum aku seperti ini. Aku tahu aku salah karena sudah tidak jujur pada mu, tapi aku janji akan memperbaiki semua nya."
Sesekali Andre melirik ke kanan dan ke kiri berharap akan menemukan Nazhwa di jalan. Ia pun terus mencoba menghubungi Nazhwa, ponsel Nazhwa sudah aktif namun entah kenapa istrinya itu tidak mau mengangkat panggilan nya.
"Aku mohon, angkat Nazhwa." gumamnya sambil terus menghubungi nomor Nazhwa.
Entah sudah berapa puluh kali namun panggilan nya belum juga terjawab. Andre pun menghentikan mobilnya lalu mencoba mengirim pesan pada Nazhwa. Mungkin saja setelah membaca pesan nya Nazhwa akan mau menjawab telepon nya.
__ADS_1
Kedua mata Andre kembali berembun seiring kata demi kata yang ia tuliskan untuk Nazhwa. Selama ini ia begitu acuh pada istri nya itu, dan entah kenapa ia sangat merasa kehilangan saat ini setelah Nazhwa tiba-tiba menghilang dari nya. Ia benar-benar takut kehilangan orang yang mencintai nya untuk yang kedua kali nya.
Setelah selesai menuliskan pesan tersebut Andre pun mengirim nya, lalu ia kembali melajukan mobil nya. Tujuan nya saat ini adalah pulang ke rumah.
...____________...
Di sebuah rumah yang terletak di pinggiran kota, di situ lah Nazhwa berada saat ini. Dan tentu nya ia berada di tempat ini adalah bantuan dari teman nya, dokter Adam. Sebelum nya Adam menyarankan agar ia di rawat di rumah sakit lain saja, namun ia menolak karena ia tahu Andre pasti akan mencari nya. Nazhwa juga tahu jika sekertaris Nanda pasti akan memberi tahu Andre tentang penyakit nya, maka dari itu ia lebih memilih untuk di carikan rumah yang jauh dari pemukiman dan di temani dengan seorang suster yang di tugaskan oleh Adam untuk memantau kondisi nya.
Nazhwa terus menatap layar ponselnya yang sedari tadi berdering menampilkan nama sang suami di sana. Namun, ia hanya menatap tanpa menjawab panggilan itu meskipun ia sangat ingin.
Nazhwa langasung mengambil ponsel nya, ia tahu itu adalah pesan dari Andre. Dan benar saja, pesan itu memang dari suaminya Nazhwa langasung membuka dan membaca pesan itu.
__ADS_1
'Aku tahu aku salah karena sudah tak jujur pada mu sejak awal. Aku memang ingin memberi tahu mu saat aku memutus kan akan menceraikan mu. Tapi, ketika hati ku terketuk dan aku ingin belajar mencintai mu, aku memilih untuk diam dan menyembunyikan semua nya dari mu karena aku takut kau akan pergi meninggalkan aku. Dan sekarang benar terjadi, Nazhwa. Kau benar-benar pergi meninggalkan aku. Sekarang kau sudah tahu tentang aku, dan aku mohon beri tahu aku di mana kau saat ini, karena ada satu hal lagi yang harus kau tahu dan ini adalah pesan dari almarhumah kakak mu, Shalwa. Kau pernah bilang kan pada ku, jika kau mencari laki-laki yang bersama kakak mu saat terjadi kecelakaan itu karena kau ingin bertanya apakah kakak mu berpesan sesuatu sebelum dia menghembuskan nafas terakhir nya. Dan Shalwa memang menitip kan satu amanah pada ku.'
Setelah membaca pesan dari suami nya, Nazhwa meletakkan kembali ponsel nya di tempat semula lalu ia mengusap air mata nya yang tiba-tiba saja lolos tanpa permisi membasahi kedua pipi nya.
"Kenapa baru ingin mengatakan nya sekarang, Mas. Kenapa selama ini Mas hanya diam saja, kenapa Mas?" ucap Nazhwa dengan lirih dan mulai terisak. Air mata nya semakin deras mengalir membuat suster yang di tugaskan oleh Adam untuk menemani nya bergegas menghampiri nya.
"Bu Nazhwa kenapa menangis, apa Ibu sakit lagi?" tanya suster itu khawatir.
Nazhwa menggeleng pelan kepala sambil mengusap air mata nya. "Tidak, Sus." jawab nya singkat dengan sedikit tersenyum. Padahal ia memang selalu merasakan sakit akibat penyakit nya ini, hanya saja ia merasa enggan untuk mengataka nya.
"Syukur lah, Bu. Aku pikir Bu Nazhwa sakit lagi karena Ibu menangis. Jika Bu Nazhwa merasakan keluhan langasung beri tahu saya ya Bu." ucap suster itu.
__ADS_1
Nazhwa mengangguk. "Iya suster, terima kasih karena sudah bersedia menemani saya di sini."
"Sama-sama, Bu. Itu memang sudah menjadi tugas saya."