DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 74.


__ADS_3

Tiga bulan berlalu...


Semakin hari kondisi Nazhwa sudah semakin membaik. Melihat perkembangan Nazhwa, dokter Heni sudah mengizinkan untuk memulai aktivitas sehari-hari sebagai istri, seperti memasak dan membersihkan rumah. Namun, belum boleh mengangkat yang berat-berat seperti mengangkat galon dan serupa nya yang berat.


"Dok," Andre melirik Nazhwa saat akan bertanya pada dokter Heni.


Dan Nazhwa sendiri langsung menunduk karena tahu apa yang akan di tanyakan oleh suaminya itu.


Dokter Heni yang langsung bisa menebak apa yang akan di tanyakan Andre, tersenyum kemudian berkata. "Boleh, tapi pelan-pelan ya. Jangan terlalu mengikuti nafsu karena kondisi Nazhwa belum sepenuhnya kuat."


Andre langsung mengembangkan senyum lebar mendengar penuturan dokter Hen.


"Dan ingat, di usahakan untuk mencegah kehamilan dulu ya karena di tahun pertama usai transplantasi ginjal masih rentan untuk bisa hamil." Sambung dokter Heni mengingatkan.


Andre langsung mengangguk dengan antusias. "Belum bisa punya anak gak apa-apa, yang penting dapat merasakan cara membuatnya dulu." Kekeh Andre dalam hati.


Sejak tadi Nazhwa hanya diam dengan sesekali melirik dokter Heni yang nampak tersenyum padanya. Dan Nazhwa dapat melihat senyuman dokter Heni kali memiliki arti yang lain berbeda saat dokter Heni tersenyum sembari menyemangati nya kala berjuang dengan penyakit.


"Terima kasih atas arahannya, Dok. Kalau begitu kami pamit pulang."


Dokter Heni hanya mengangguk dengan masih mengembangkan senyum tipis di bibirnya.


.

__ADS_1


.


.


Nazhwa menatap suaminya dengan kening mengkerut kala Andre menghentikan mobilnya di depan Indomark.


"Loh Mas, bukannya baru kemarin kita berbelanja kebutuhan rumah?"


Andre hanya tersenyum sembari melepas sabuk pengaman nya.


"Kamu tunggu di sini sebentar ya, aku mau beli sesuatu." Ujar Andre, dan Nazhwa hanya mengangguk sembari menatap suaminya yang telah keluar dari mobil.


Sesampainya di dalam Indomark, Andre langsung mengambil satu kotak kecil berwarna merah di depan meja kasir yang terdapat tulisan Sutra. Andre juga mengambil beberapa camilan dengan beberapa varian rasa untuk menjadi jawaban saat nanti Nazhwa bertanya dirinya membeli apa.


"Tumben Mas beli camilan gini?" Tanya Nazhwa dengan sedikit mengembang senyum di bibirnya. Selama bersama Andre, ini adalah pertama kalinya ia melihat suaminya membeli camilan.


"Ya lagi pengen aja. Malam ini kan Minggu, ya enak kali nonton film romance sambil ngemil." Jawab Andre sekenanya.


Nazhwa tak lagi bertanya, ia mengangguk dan Andre pun kembali melajukan mobilnya.


Setelah merasakan kondisi nya sudah lebih baik, beberapa hari yang lalu Nazhwa memutuskan untuk mengajak suaminya pulang ke rumah mereka sendiri.


Sesampainya di rumah, baik Nazhwa maupun Andre seketika mengerutkan keningnya melihat mobil Alex terparkir di depan rumah mereka.

__ADS_1


Baru turun dari mobil, Nazhwa dan Andre langsung di sambut oleh Alex dengan wajah gusar nya. Bagaimana tidak gusar, sejak kemarin Nanda meminta sesuatu yang menurut Alex agak sulit.


"Tumben ke sini, ada apa?" Tanya Andre.


Alex tak langsung menjawab, ia malah menunjuk ke arah Nanda yang sudah duduk di teras rumah.


Di sana terlihat Nanda tersenyum sambil menggigit jari telunjuk, dengan terus memberikan kode pada Alex dengan gerakan mata.


"Ini ada apa sih? Kok kalian berdua kelihatan mencurigakan." Andre menatap Alex dan bergantian dengan tatapan mengintimidasi.


Alex menyunggingkan senyum keraguan, ia beralih menatap Nazhwa dengan mata menyipit dan bibir terkatup rapat. Bingung harus memulai dari mana mengatakan keinginan istrinya.


"Ada apa sih?" Kali ini Nazhwa yang bertanya.


Perlahan bibir Alex terbuka, masih merasa ragu untuk mengutarakan apa yang ingin ia katakan, namun melihat wajah Nanda yang sudah cemberut ia pun menarik nafas dalam lalu mengatakan,


"Nanda lagi ngidam, dan pengen makan masakan kamu. Tapi aku dari kemarin udah ingetin kok kalau kamu pasti belum bisa beraktivitas memasak karena masih dalam kondisi pemulihan, tapi Nanda tetep kekeuh ingin makan masakan kamu." Ucap Alex dengan hanya satu kali tarikan nafas sama seperti saat ia mengucapkan kalimat ijab kabul tiga bulan lalu.


Baik Nazhwa maupun Andre tercengang mendengar penuturan Alex.


Namun, beberapa saat Nazhwa langsung tersenyum mendengar mantan sekretaris suaminya kini telah mengandung. Berbeda dengan Andre yang menerbitkan senyum palsu.


"Udah bikin anak orang bunting aja si Alex, aku aja baru mau mulai bikin dan itupun belum boleh jadi anak." Gumam Andre dalam hati sambil meraba luar saku celananya yang terdapat penutup benda pusaka di dalam nya.

__ADS_1


__ADS_2