
Seperti dugaan Alex, Nazhwa benar-benar berlari dari hadapan Andre tanpa perduli dengan Andre yang meneriaki nya.
"Aku akan buat perhitungan pada!" Andre berbalik menatap sengit Alex, kemudian beralih pada sekertaris Nanda meminta gadis itu untuk ikut bersama nya mengejar Nazhwa yang berlari keluar dari pelataran kantor, karena tak mungkin membiarkan Nanda di sana sementara ada Alex yang mungkin berniat tak baik pada sekertaris nya itu.
Saat Andre dan sekertaris Nanda berlari ke luar menyusul Nazhwa, ternyata Nazhwa sudah tak terlihat lagi. Andre tampak frustasi karena tak menemukan keberadaan Nazhwa.
Andre pun mengajak sekertaris Nanda untuk masuk ke mobil, menyusuri jalanan barangkali menemukan Nazhwa. Namun, hingga melewati jam mereka belum juga menemukan keberadaan Nazhwa.
Secara bergantian Andre dan Nanda mencoba menghubungi Nazhwa hingga berkali-kali, namun sayang selalu berakhir dengan suara operator.
Sementara itu Nazhwa yang baru saja sampai di rumah sakit, langsung bergegas menuju ruangan dokter Heni. Dan dokter Heni sedikit terkejut melihat kedatangan Nazhwa yang tiba-tiba karena hari ini Nazhwa tidak ada jadwal kontrol.
__ADS_1
"Nazhwa ada apa, apa sakit kamu kambuh lagi?" tanya dokter Heni.
Nazhwa tidak tahu harus menggeleng atau mengangguk. Penyakit nya memang tidak sedang kambuh hari ini, tapi efek dari penyakit nya itu membuat tubuhnya tidak enak sepanjang hari dan itu ia rasakan setiap hari, hanya saja Nazhwa yang begitu kuat sehingga tak memperlihatkan sakit nya.
"Dok, aku menyetujui saran dokter agar aku di rawat secara intensif di rumah sakit ini." ucap Nazhwa yang membuat dokter tersenyum
"Itu arti nya kamu sudah memberitahu keluarga mu tentang penyakit mu. Itu bagus, Nazhwa, karena dukungan dari keluarga sangat berguna di saat seperti ini.' ujar dokter Heni.
Dokter Heni tampak terperangah. "Lalu bagaimana bisa kamu mengajukan diri untuk di rawat, bagaimana kalau keluarga mu mencari mu."
"Aku hanya ingin sendiri untuk saat ini, Dok. Ada suatu hal yang tidak bisa aku ceritakan."
__ADS_1
Dokter Heni menghela nafas nya sembari menatap Nazhwa dengan lekat, dan beberapa saat kemudian ia mengangguk pelan kepala nya. "Baik lah kalau itu keputusan mu." dokter Heni mengalah ia juga tidak bisa ikut campur dengan masalah apa pun yang di hadapi Nazhwa saat ini, tugas nya hanya memberikan perawatan terbaik untuk pasien nya itu.
Di tempat lain, Andre dan sekertaris Nanda masih terus menyusuri jalanan yang kemungkinan di lalui Nazhwa. Andre sudah benar-benar tampak frustasi karena tidak bisa menemukan keberadaan Nazhwa belum lagi ponsel nya yang tidak bisa di hubungi.
Andre sempat berpikir jika Nazhwa pulang ke rumah orang tua nya, namun rasanya tidak mungkin ketika ia mengingat bagaimana Nazhwa berusaha menutupi prahara rumah tangga nya dari kedua orang tua mereka.
Di samping nya, sekertaris Nanda masih terus berusaha menghubungi nomor Nazhwa sambil menerka-nerka kemana istri atasan nya ini pergi.
"Nanda, kamu beberapa kali menemani Nazhwa bertemu teman nya, sekarang katakan dimana alamat nya? Mungkin saja Nazhwa ada di sana."
Sekertaris Nanda terhenyak dari lamunan nya, ia bingung harus menjawab apa pada Andre karena beberapa kali ia menemani Nazhwa itu pergi ke rumah sakit bukan bertemu teman nya dan ia sudah berjanji pada Nazhwa agar tidak memberitahu pada Andre tentang penyakit nya.
__ADS_1