DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 51.


__ADS_3

"Kau tidak akan lolos dari ku."


Alex tersenyum menyeringai saat mobil yang di kejar oleh anak buah nya kini melaju berlawanan arah dengan nya. Namun, belum sempat ia menghadang mobil tersebut sudah lebih dulu menepi.


Sementara itu, Adam sangat panik melihat Nazhwa yang mulai drop lagi dengan terpaksa ia menepikan mobil untuk memberikan pertolongan pada Nazhwa.


Wajah Nazhwa terlihat pucat, tubuh nya dingin dan nafas nya mulai terasa sesak. Adam benar-benar panik dan merasa bersalah melihat Nazhwa seperti ini. Namun, ia sudah mengantisipasi hal ini, di mobil nya ia sudah menyediakan oksigen dan langsung memasangkan selang oksigen ke hidung Nazhwa. Suster yang membantu Nazhwa untuk berpindah ke kursi penumpang di belakang bersama nya agar Nazhwa bisa rebahan.


"Dok, sebaiknya kita sekarang segera ke rumah sakit. Kondisi Bu Nazhwa benar-benar lemah." suster itu tak kuasa melihat Nazhwa yang benar-benar terlihat lemah.


Adam mengangguk, namun belum sempat ia menyalakan mesin mobil nya, ia sudah di kelilingi beberapa mobil yang membuat nya langsung menghela nafas berat.


Andre dan sekertaris Nanda langsung turun dari mobil begitu melihat para anak buah Alex juga turun dari mobil menghampiri sebuah mobil yang tak asing di mata sekertaris Nanda. Namun, sekertaris Nanda mulai merasa tak enak, melihat mobil yang sebelum nya berpapasan dengan mereka kini di kepung oleh anak buah Alex.


Tanpa sadar sekertaris Nanda melangkah dengan cepat mendahului Andre dan membuat atasan nya itu kebingungan, ia hanya ingin memastikan jika dugaan nya salah. Namun, saat ia sudah berdiri di samping mobil itu sekertaris Nanda langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan setelah yakin jika mobil tersebut adalah milik kakak sepupu nya.


"Nona, silahkan minggir kami akan memeriksa mobil ini."


"Biar saya yang memeriksa, seperti nya saya mengenal pemilik mobil ini." ujar sekertaris Nanda.


"Nanda, apa kamu yakin mengenal pemilik mobil ini?" tanya Andre yang baru saja berdiri di samping sekertaris nya itu.

__ADS_1


Sekertaris Nanda menjawab nya dengan anggukan kepala.


Dari dalam mobil tersebut, Adam terkejut melihat keberadaan adik sepupu nya. Sementara Nazhwa perlahan membuka mulut saat sayup-sayup mendengar suara sang suami dan sekertaris nya.


"Nanda, Mas Adam. Kalian di sini?" ucap Nazhwa lirih dengan mata terpejam.


Adam sudah pasrah saat ini, sebelum ia di minta keluar ia sudah lebih dulu membuka pintu mobil nya.


"Kak Adam, "


Adam hanya bisa menunduk saat sudah berdiri di hadapan adik sepupu nya.


Andre yang terkejut melihat laki-laki yang pernah di perkenalkan oleh Nazhwa sebagai teman turun dari mobil itu, langsung menoleh menatap sekertaris Nanda di samping nya yang ternyata juga mengenal laki-laki itu bahkan sekertaris nya memanggil laki-laki itu dengan sebutan kakak.


"Pak Andre...


Andre langsung mendekati sekertaris Nanda. " Ada apa?" tanya nya.


"Bu Nazhwa," sekertaris Nanda menunjuk ke dalam mobil.


Andre pun melihat ke dalam mobil dan ia sangat terkejut melihat sang Istri dalam keadan lemah di pangkuan seorang suster.

__ADS_1


"Nazhwa kamu kenapa? Apa yang terjadi? Ini aku Andre." Andre menepuk-nepuk pipi Istri nya yang pucat dan perlahan Nazhwa membuka mata.


"Mas Andre," ucap Nazhwa lirih.


"Iya ini aku Andre suami mu, aku minta maaf sudah membuat kamu pergi."


Nazhwa menggeleng lemah, ia tidak pergi karena siapa pun. Ia hanya ingin menghindar sejenak dan menenangkan diri, mencoba berdamai dari kenyataan yang ia ketahui. Namun, justru ia terjebak ke dalam situasi yang rumit karena telah salah meminta bantuan kepada Adam.


"Pak, sebaik nya Bu Nazhwa segera di bawa ke rumah sakit. Keadaan nya benar-benar lemah." ucap suster itu.


Dan Andre pun langsung menggendong tubuh Istri nya dari mobil tersebut lalu segera membawa nya menuju mobil nya.


Sekertaris Nanda dan juga Alex yang baru tiba di tempat itu langsung menyusul Andre yang membawa Nazhwa.


"Pak, biar saya yang bawa mobil nya. Pak Andre temani Bu Nazhwa di belakang saja." ucap sekertaris Nanda.


Andre mengangguk lalu membawa Nazhwa masuk ke kursi penumpang di belakang bersama nya.


Baru sekertaris Nanda akan masuk ke dalam mobil, namun tangan nya di tarik oleh Alex. "Biar aku saja yang membawa mobil nya, kamu duduk dengan manis saja di samping ku." ucap Alex sambil mengerlingkan mata nya.


Sekertaris Nanda menatap nya dengan sinis, lalu tetap melanjutkan tujuan nya untuk duduk di kursi kemudi. Namun lagi-lagi sebelum ia masuk ke mobil Alex kembali menahan nya, dan kali ini Alex langsung menggendong nya seperti karung beras dan membawa nya duduk di kursi yang berdampingan dengan kursi kemudi.

__ADS_1


"Aku bilang kamu duduk manis saja di samping ku." Alex menutup pintu mobil di samping sekertaris Nanda, lalu ia pun masuk masuk dan duduk di kursi kemudi.


__ADS_2