
"Setelah tranplantasi ginjal, penting untuk menunggu sampai bekas luka menjadi sembuh. Setelah dokter mengatakan aman, baru dapat melakukan hubungan sexu@l, tidak ada alasan untuk khawatir tentang dampak akan merusak transplantasi ginjal yang terpenting luka jahitan nya sembuh dulu."
Dokter Heni mengulum senyum usai menjawab pertanyaan suami pasien nya, sementara Nazhwa langsung menunduk malu karena tiba-tiba saja Andre menanyakan hal seintim itu padahal tujuan mereka ke rumah sakit untuk mengontrol kondisinya saja.
Andre pun tersenyum mendengar jawaban dokter Heni, ternyata tidak sebahaya yang ia bayangkan. Andre pun bertanya lagi yang membuat Nazhwa semakin menunduk dalam.
"Dok, kalau untuk mengandung apakah beresiko?"
Dokter Heni kembali tersenyum lalu menjawab. "Tubuh sedang mencoba pulih dari operasi besar. Jadi, tahun pertama setelah transplantasi adalah saat yang beresiko tinggi untuk hamil. Karena pasien masih harus belajar banyak tentang bagaimana tubuh akan bereaksi terhadap ginjal hasil transplantasi." Jelas dokter Heni.
Nazhwa yang sejak tadi menunduk, langsung mengangkat pandangan nya menatap dokter Heni.
"Jadi, dalam waktu dekat ini saya belum boleh untuk hamil, Dok?" Tanya Nazhwa dengan wajah yang terlihat was-was.
Dokter Heni mengangguk. "Mungkin antara satu atau dua tahun." jawab dokter Heni.
__ADS_1
Nazhwa langsung menghela nafas panjang, padahal memiliki anak adalah keinginan nya sejak awal menikah dengan Andre.
Mengerti apa yang sedang di pikiran Nazhwa, Andre pun mengusap pundak istrinya. "Udah gak apa-apa, waktu kita masih banyak. Mungkin Allah masih ingin kita lebih saling mengenal lagi sebelum kita benar-benar siap menjadi orang tua."
Nazhwa menanggapi nya dengan senyuman.
.
.
.
Sesampainya di rumah, Nazhwa dan Andre di sambut oleh ayah dan ibu dengan pertanyaan beruntun.
"Bagaimana, Nak? Apa kata dokter? Kondisi ginjal kamu baik-baik aja kan? Apa setelah transplantasi masih harus melakukan terapi?''
__ADS_1
"Tidak Yah, Bu. Nazhwa baik-baik aja kok. Hanya butuh banyak istirahat untuk pemulihan dan tidak boleh melakukan aktivitas berat dulu." Jawab Andre menghalau kekhawatiran ayah dan ibu mertuanya.
Ayah dan ibu pun bernafas lega.
"Kalau begitu, biar kalian tinggal di sini saja dulu. Biar Ibu yang mengurus segala keperluan kalian."
"Terima kasih ya, Bu. Maaf sudah merepotkan Ibu." Ucap Andre merasa tidak enak pada ibu mertuanya itu. Namun apa yang dikatakan ibu ada benarnya. Jika mereka pulang ke rumah mereka tidak ada yang akan merawat Nazhwa di saat ia pergi bekerja.
"Tidak perlu merasa sungkan, Nak. Ibu senang bisa membantu kalian. Ibu juga gak akan tenang kalau kalian pulang."
"Iya, apa yang di bilang Ibu benar. Selama proses pemulihan biar kalian tinggal di dulu jadi Nak Andre tidak perlu merasa khawatir jika ingin pergi bekerja Nazhwa ada yang menjaga." Sahut Ayah.
Andre merasa terharu dengan ucapan kedua mertuanya. Betapa beruntungnya ia memiliki ayah dan ibu mertua sebaik orang tua Nazhwa. Jika itu orang lain mungkin saat ini ia tidak berada di rumah ini lagi.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita makan, ibu sudah masak tadi. Ibu juga sudah masak makanan kesukaan kamu." Ujar ibu sambil menatap Nazhwa.
__ADS_1