
Beberapa jam membicarakan banyak hal mengenai perusahaan, rapat pun ditutup dengan melakukan penanda tanganan surat kontrak kerja sama antar perusahaan.
"Terima kasih, Pak Andre. Senang bekerja sama dengan perusahaan Anda."
Satu persatu para klien menjabat tangan Andre lalu meninggalkan ruangan tempat pertemuan berlangsung. Dan di dalam ruangan itu tinggal tersisa Andre, sekertaris Nanda dan juga Alex.
Andre melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, ia tersentak kaget karena waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
Di samping Andre, sekertaris Nanda merapikan semua berkas-berkas menumpuk nya menjadi satu, dan tanpa ia sadari Alex yang juga masih berada di ruangan itu terus memperhatikan nya.
"Nanda, tidak apa-apa kan kamu pulang sendiri? Saya harus segera pulang, Nazhwa pasti sudah menunggu ku." ucap Andre seraya beranjak dari tempat duduk nya.
"Tidak apa-apa, Pak. Pak Andre langsung pulang saja, nanti saya bisa naik Taksi." jawab sekertaris Nanda, kemudian juga berdiri dengan sudah memeluk tumpukkan berkas-berkas itu.
"Jika berkenan, sekertaris Pak Andre yang cantik ini biar saya yang mengantarkan pulang." ucap Alex, ia masih duduk dengan santai nya sambil menatap Andre dan sekertaris Nanda bergantian. "Tidak baik seorang Perempuan pulang sendirian, di takutkan dia bertemu orang jahat di luar sana." Ucap nya lagi dengan terkekeh.
__ADS_1
Andre mengepalkan tangan nya serta menatap tajam pada Alex, ia masih ingat betul bagaimana dulu Alex berusaha melecehkan Shalwa kekasih nya di ruangan meeting di perusahaan nya. Dan sekarang laki-laki itu seperti nya berniat melakukan hal yang sama pada Nanda sekertaris nya.
"Kenapa Anda terlihat marah sekali, Pak Andre? Saya kan berniat baik untuk mengantarkan sekertaris Anda pulang." ujar Alex dengan gaya santai nya.
Andre mendengus, ia menoleh menatap sekertaris nya. "Nanda, kamu pulang sama saya." ujar Andre, ia membalik badan lalu mengayun langkah kaki nya meninggal ruangan itu, begitu pun sekertaris Nanda mengekor di belakang atasannya itu.
Alex tersenyum menyeringai, jika dulu ia gagal mendapatkan Shalwa sekertaris sekaligus kekasih Andre, dan kali ini ia tidak boleh gagal lagi mendapatkan sekertaris baru Andre yang mungkin juga di pacari nya seperti Shalwa dulu.
"Kita lihat saja Andre, kali ini aku akan mendapatkan milik mu." ucap Alex seraya mengepalkan tangan di depan wajah nya seolah ia menangkap hewan kecil yang terbang di hadapan nya.
Setelah taksi yang di tumpangi sekertaris Nanda sudah melaju, Andre pun masuk kedalam mobil nya dan meninggalkan pelataran hotel.
Saat di perjalanan ia baru memeriksa ponsel nya yang ia beri mode diam, ia tersenyum melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari Nazhwa. Tak lama kemudian ponsel nya kembali berdering, namun ia tak menjawab panggilan itu melihat Nazhwa yang menelpon nya.
"Biar saja kamu menelpon aku ber kali-kali aku juga tidak akan mengangkat nya." ujar Andre lalu terkekeh, ia berniat balas dendam pada Nazhwa yang sejak siang hingga sore tak menjawab panggilan nya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian seteleh sampai di rumah Andre mengulum senyum melihat Nazhwa yang berdiri di depan pintu.
"Mas, akhir nya kamu pulang." Nazhwa langsung berlari memeluk suami nya itu. Namun Andre hanya diam berdiri seperti patung tak membalas pelukan Istri nya.
Nazhwa mengurai pelukan nya, ia menarik tangan Andre lalu mencium nya. Nazhwa menatap suami nya sambil mengedip-ngedipkan mata sebagai kode agar Andre juga mencium kening nya seperti yang mereka lakukan saat Andre hendak pergi bekerja. Namun Andre malah melewati Nazhwa begitu saja seolah tak melihat keberadaan Istri nya itu.
Nazhwa terkejut, kenapa Andre tiba-tiba berubah cuek lagi pada nya. Padahal tadi malam suami nya itu sudah berjanji akan berubah dan akan belajar mencintai nya. Lalu apa yang terjadi sekarang, kenapa Andre secepat itu berubah sikap lagi pada nya?"
Nazhwa pun menyusul suami nya masuk kedalam rumah. Sesampai nya di kamar Nazhwa tak menemukan keberadaan Andre, ia memeriksa kamar mandi namun Andre juga tak ada di dalam kamar mandi. Nazhwa bergegas menuju ruang kerja Andre, barangkali suami nya itu berada di sana, namun ternyata di ruang kerja itu juga kosong.
Nazhwa keluar dari ruangan itu dengan langkah gontai, rasa nya ia ingin menangis melihat tadi Andre kembali mengabaikannya dan sekarang ia tidak tahu di mana suami nya itu berada.
Nazhwa kembali ke kamar, ia duduk dengan memeluk kedua kaki nya di atas tempat tidur. Memikirkan sikap Andre yang tiba-tiba berubah menjadi cuek lagi pada nya.
Sementara Andre saat ini ternyata sedang berada di dapur membuat nasi goreng. Ia merasa lapar karena belum makan malam usai pertemuan nya dengan klien di hotel tadi ia tidak sempat makan dan langsung pulang terlebih ada Alex yang membuat mood nya tidak baik.
__ADS_1
Setelah selesai Andre menyajikan nasi goreng buatannya kedalam dua piring. Ia pun pergi ke kamar untuk membersihkan diri, sepanjang langkah menuju kamar ia tersenyum-senyum mengingat Nazhwa saat ini pasti sedang sedih karena sikap cuek nya tadi. Ia sengaja melakukan nya karena ingin mengerjai Istri nya itu.