DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 49.


__ADS_3

Salah satu anak buah Alex tiba-tiba teringat dengan sebuah mobil yang berpapasan dengan mereka saat menuju rumah ini.


"Hei kenapa kita ceroboh sekali, cepat kabari ketua dan kita segera susul mobil yang tadi." salah satu anak buah Alex berteriak dan teman-teman nya yang lain langsung dengan sigap masuk ke dalam masing-masing mobil tanpa menghiraukan Andre dan sekertaris nya.


Melihat para anak buah Alex telah pergi, Andre dan sekertaris Nanda pun juga bergegas masuk ke mobil menyusul mereka.


'Ya Allah pertemukan aku dengan istriku hari ini, aku berjanji akan memperbaiki semua nya. Aku akan melakukan apa pun untuk menebus kesalahan ku pada nya. Bahkan jika di perlukan aku akan mendonorkan salah satu ginjal ku untuk nya.'


Andre kembali terisak, pandangan nya mulai buram yang membuat nya langsung menghentikan laju mobil nya sebentar, mengusap air mata nya.


"Pak Andre baik-baik saja? Biar saya yang membawa mobil.


"Tidak, Nanda. Saya baik-baik saja." jawab Andre setelah mengusap air mata nya ia mulai melajukan mobil nya kembali.


Namun, bagaimana pun ia berusaha tegar dalam hati nya begitu rapuh terlebih ia yang sudah mengetahui penyakit istri nya. Bagaimana Nazhwa bisa kuat selama ini menjalani rumah tangga yang tidak sehat dalam kondisi tubuh yang tidak baik-baik saja, tetapi masih menjalani peran nya dengan baik sebagai istri.

__ADS_1


Sementara itu, Nazhwa yang saat ini berada di mobil Adam bersama suster nampak kebingungan karena Adam melajukan mobil nya dengan kencang. Belum lagi sedari tadi ia berbicara namun Adam tak merespon nya sedikit pun, membuat Nazhwa mulai berpikir yang tidak-tidak.


"Adam, turun aku di sini." ucap Nazhwa tiba-tiba yang membuat Adam terkejut namun ia tak menghentikan mobil nya.


"Tujuan kita masih jauh, kenapa harus turun di sini." ujar Adam dengan ekpresi datar.


"Tidak, Dam. Aku tahu apa tujuan mu dan itu bukan tujuan ku."


Adam tersenyum yang membuat Nazhwa semakin yakin dengan dugaan nya.


"Jika kau sudah tahu jadi sebaiknya kau nikmati saja perjalanan ini hingga sampai ke tujuan ku."


Suster yang duduk di kursi penumpang di belakang menatap Nazhwa dan Adam bergantian dengan ekpresi kebingungan, ia tidak mengerti apa pun dengan arah pembicaraan dua orang di depan nya ini.


"Yah kau benar Nazhwa, Adam yang sekarang bukanlah Adam yang kau kenal dulu. Karena Adam yang sekarang akan memperjuangkan apa yang seharusnya di perjuangkan sejak dulu." Raut wajah Adam berubah datar dan Nazhwa mengerti apa yang sedang di bicarakan teman nya ini.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu di perjuangkan, Dam. Semua nya masih sama seperti dulu. Ternyata aku salah meminta bantuan pada mu, aku pikir kau masih Adam teman ku tapi ternyata bukan."


Adam kembali tertawa, sungguh apa yang dilakukan nya hari ini tak pernah terbesit dalam pikiran nya sedikit pun, semua nya mengalir begitu saja seiring tuntutan hati nya yang mengatakan harus memperjuangkan cinta nya.


"Adam, aku mohon tolong jernihkan pikiran mu ini semua seharusnya tidak kau lakukan. Ingat lah Dam aku ini seorang wanita yang bersuami."


"Aku tahu, Nazhwa. Apa kau pikir aku sudah gila ingin merusak rumah tangga orang lain, jika saja kau bahagia dengan suami mu aku tidak akan melakukan ini semua. Saat kau meminta bantuan ku untuk menghindar dari suami mu, aku tahu jika kau sedang menutupi sesuatu selama ini. Dan apa aku salah ingin menggantikan posisi nya untuk membahagiakan mu."


Deg...


Dada Nazhwa seketika bergemuruh, ternyata Adam masih saja sama seperti dulu yang selalu mengejar nya. Padahal, ia sama sekali tidak pernah memberi ruang untuk Adam, namun karena meminta bantuan dan ini semua di pergunakan Adam untuk memulai kembali ambisi lama nya.


"Perasaan tidak bisa di paksakan, Dam. Kau tahu sejak dulu aku tidak pernah memberi ruang untuk mu, dan aku mohon mengerti lah posisi ku saat ini." Nazhwa menatap Adam dengan penuh permohonan, agar laki-laki di samping nya menghentikan aksi gila nya.


"Aku akan mengerti jika kau bahagia dengan suami mu, tapi kau tidak bahagia Nazhwa." ucap Adam dengan nada pelan namun terdengar berat.

__ADS_1


"Kau salah, Dam. Aku bahagia, aku sangat bahagia bersama suami ku."


"Kau berbohong, Nazhwa. Aku bisa melihat nya dari mata mu."


__ADS_2