
Sesampainya di rumah sakit, Alex turun lebih dulu memanggil petugas rumah sakit untuk membantu Andre membawa Nazhwa ke dalam rumah sakit.
Setelah Nazhwa sudah di tangani oleh dokter yang menanganinya selama ini yaitu dokter Heni, Alex langsung menarik tangan sekertaris Nanda yang hendak duduk di samping Andre.
"Ikut aku sebentar, ada yang ingin aku bicarakan." ujar Alex dengan terus menarik tangan Nanda sembari melangkah.
"Lepas, sakit!"
Alex tak menghiraukan Nanda yang meminta di lepaskan, hingga mereka sampai di taman rumah sakit baru Alex melepaskan nya.
"Maaf, aku tidak bermaksud menyakiti mu. Tapi hanya dengan cara seperti itu kau ikut dengan ku. Mari kita duduk, ada yang ingin aku bicarakan " ucap Alex sembari menunjuk bangku panjang yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
Nanda tak menjawab, namun ia tetap mengayun langkah menuju bangku panjang itu yang membuat Alex tersenyum di belakangnya.
__ADS_1
"Cepat katakan apa yang Tuan ingin bicarakan. Saya harus segera kembali ke dalam melihat keadaan Bu Nazhwa." ucap Nanda setelah duduk di bangku panjang itu.
"Kau tidak perlu mengkhawatirkan Nazhwa, di sini ada suaminya yang akan memastikan keadaan nya akan baik-baik saja." tutur Alex.
Nanda mencebikkan bibir nya lalu membuang muka dari tatapan Alex. Entah apa yang ingin dibicarakan laki-laki menyebalkan ini sehingga membawa nya secara paksa ke taman rumah sakit.
"Sebenarnya apa yang ingin Tuan bicarakan?" tanya Nanda dengan masih membuang muka.
Nanda menarik sudut bibirnya tersenyum sinis mendengar ucapan Alex, ternyata bisa juga laki-laki menyebalkan itu berkata bijak.
"Baiklah kalau kamu tetap tidak ingin menatap ku, tapi aku yakin kamu akan mendengar nya." ucap Alex pada akhirnya mengalah, yah ini adalah hal baru yang harus ia hadapi jika ingin mendapatkan gadis ini.
"Tentu, Tuan pikir aku tuli!" ucap Nanda dengan ketus.
__ADS_1
Alex tersenyum, wanita memang terkadang cuek dengan lawan jenisnya, namun wanita-wanita yang selama ini mengelilingi Alex semuanya bersikap manja pada nya dan tentu karena menginginkan sesuatu dari nya. Dan teruntuk sikap Nanda merupakan petualangan baru untuk ia taklukkan.
"Mungkin Andre sudah mengatakannya pada mu, dan sekarang aku hanya ingin memperjelas nya agar kau tidak salah paham dan menilai permintaan ku itu sebagai bayaran atas bantuan ku pada Andre."
"Yah aku memang menganggap nya seperti itu."
"Tapi tidak sama sekali seperti itu, Nanda."
"Aku tidak perduli, dan jangan harap saya mau dengan Anda." ujar Nanda seraya berdiri dari tempat duduknya. "Saya tidak sudi punya pendamping yang suka bergonta-ganti pasangan, saya tidak mau terkena Virus dari perbuatan Anda itu." Nanda menatap Alex sebentar dengan tatapan jijik lalu melangkah pergi dari sana.
Alex tersentak dengan ucapan Nanda, ia mematung di tempatnya duduk nya hingga tak menyadari jika gadis itu sudah meninggal nya.
Nanda kembali ke tempat dimana Andre berada menunggu sang istri yang ditangani oleh dokter, sepanjang langkah Nanda nampak melamun memikirkan sesuatu. Dan tentunya ia bukan memikirkan soal perkataan Alex, melainkan memikirkan Adam. Bagaimana kakak sepupu nya itu bisa bersama Nazhwa? Apa tujuannya membawa istri atasannya? Satu hal yang ada dalam pikiran Nanda saat ini yang ia yakini jika Adam dan Nazhwa saling mengenal.
__ADS_1