DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 20.


__ADS_3

"Kamu tidak sedang bermimpi, Nazhwa. Ini semua adalah nyata." Andre melingkarkan tangan nya menekan tengkuk Nazhwa agar lebih mendekat pada nya. Ia memberikan kecupan pada kening Nazhwa, lalu turun ke mata, hidung, kedua pipi dan ia melewatkan bibir ranum milik Istrinya itu. Ia akan berusaha sekuat tanaga menahan diri untuk tidak melakukan hal yang lebih jauh sebelum hati nya benar-benar terpaut pada keputusan yang ia ambil secara mendadak dalam waktu yang singkat.


"Aku minta maaf karena sudah memperlakukan mu dengan tidak baik selama ini, aku sadar tidak seharusnya aku melakukan itu pada mu. Aku yang sudah membawa mu ke dalam hubungan rumit ini, jadi aku juga yang akan memperbaiki nya. Aku cabut kata-kata ku beberapa hari yang lalu, aku tidak akan pernah menceraikan mu. Mari kita mulai semuanya dari awal, dan ajari aku untuk mencintai mu." ucap Andre.


'Sama seperti aku mencintai Kakak mu, Shalwa' Sambungnya dalam hati.


Kedua mata Nazhwa sudah berkaca-kaca mendengar penuturan Andre, terlebih posisi tubuh nya sangat dekat dengan Andre. Benar kah ini semua bukan lah sebuah mimpi? Tapi bagaimana bisa, sementara semalam suaminya ini masih bersikap tidak perduli pada nya.


"Mas, apa benar ini semua bukan lah mimpi, dan ini nyata. Aku tidak sedang bermimpi?" tanya Nazhwa dengan lirih.


Andre mengangguk seraya mengenggam punggung tangan Nazhwa dan meletakkan di pipinya. "Iya Nazhwa, kamu tidak sedang bermimpi. Ini semua nyata. Maaf kan aku yang sudah begitu keterlaluan sampai-sampai kau menganggap ini adalah mimpi." tangan Nazhwa yang ia letakkan di pipinya, beralih ia kecup berulang kali yang membuat air mata Nazhwa mengalir begitu saja.


Nazhwa menangis, dan kali ini adalah air mata bahagia. Apa yang selalu ia harapkan selama ini dari sang suami akhirnya terkabulkan. Andre memeluknya bahkan mengecup nya, hal yang selama ini tidak pernah di lakukan nya.


"Kenapa kamu menangis, apa kamu masih tidak percaya jika ini adalah nyata?" ucap Andre sambil mengusap air mata Nazhwa, namun air mata itu semakin deras mengalir yang membuat Andre langsung mengecup dan memeluk erat tubuh Nazhwa.


"Aku benar-benar minta maaf, Nazhwa."


"Sekali pun aku tidak pernah merasa dendam pada mu, Mas. Aku selalu memafkan mu dan selalu berdoa di setiap sikap mu agar Mas suatu hari nanti bisa menerima aku." ucap Nazhwa tergugu, ia tak dapat menyembunyikan lagi rasa bahagia nya. Ia tumpahkan semuanya dengan menangis di pelukan sang suami, membalas memeluk erat tubuh yang selalu ia ingin kan agar menjadikannya seorang Istri yang sesungguhnya.


"Doa mu terkabulkan, Nazhwa." ucap Andre dengan memejamkan mata, sambil bibir nya mengecup puncak kepala Istrinya yang masih terbalut mukenah.

__ADS_1


Nazhwa tak dapat lagi berkata-kata. Ia semakin terisak menumpahkan air mata bahagia nya di dalam pelukan sang suami.


Beberapa saat kemudian perlahan Nazhwa berhenti terisak, seharusnya ia tidak menangis saat ini. Perlahan ia mengurai pelukan nya dari tubuh Andre. Ia menatap sang suami dengan lekat, tangan nya mengusap pipi sang suami membelai nya menuntun hingga ke bibir Andre.


"Mas, aku...


Andre menggeleng yang membuat kalimat Nazhwa terhenti, ia tahu apa yang di inginkan Istrinya ini.


"Jangan minta itu sekarang, Nazhwa. Aku benar-benar belum siap untuk itu. Kau masih ingat bukan, apa yang aku pernah katakan?"


Aku akan memenuhi semua apapun kebutuhan mu, tapi jika yang kau inginkan adalah nafkah batin. Maaf, aku tidak bisa memberikannya, karena aku hanya akan melakukannya dengan wanita yang aku cintai.


Nazhwa mengangguk pelan, tentu ia masih sangat mengingat kalimat yang sangat menyakitkan hati nya saat itu, terucap dari bibir suaminya.


Nazhwa mengangguk dengan antusias, "Tentu, Mas. Aku akan membuat Mas bisa mencintai ku juga sama seperti Mas mencintai dia." ujar Nazhwa.


Andre terhenyak, ia merutuki diri nya yang pernah mengatakan memiliki wanita yang ia cintai di luar sana hanya karena ingin menyakiti Nazhwa.


'Aku hanya mencintai Kakak mu, Nazhwa. Dan selama nya akan tetap mencintai nya. meskipun nanti aku juga sudah bisa mencintai mu, nama mu akan berdampingan dengan nama Shalwa di hati ku.' ucap Andre dalam hati.


"Tidak akan ada lagi wanita di luar sana, mulai saat ini dan di hati ku hanya akan ada kamu,

__ADS_1


'Dan juga Shalwa.' sambung Andre dalam hati.'


Karena memang sesungguhnya ia tidak pernah memiliki wanita lain di luar sana. Yang ia lakukan selama ini semenjak kepergian Shalwa hanya lah bekerja dan bekerja, tidak pernah sesekali ia berpikir untuk mencari pengganti Shalwa atau pun hanya sekedar coba-coba menjalin hubungan dengan wanita lain di luar sana.


"Terima kasih, Mas." ucap Nazhwa lalu menenggelamkan kembali tubuh nya dalam pelukan Andre.


Andre membalas memeluk tubuh Nazhwa dengan erat. Dan ia mengumpat dalam hati karena aset nya di bawah sana seakan tidak bisa memperdulikan suasana, terlebih Nazhwa yang merengkuh tubuh nya dengan erat membuat tubuh mereka benar-benar menempel dengan sempurna.


'Tahan, Ndre. Kau sendiri yang sudah mengatakan hanya akan melakukan nya dengan wanita yang kau cintai. Dan jangan sampai kau menjilat ludah mu sendiri.' ucap nya dalam hati.


"Sekarang tidur lah, Nazhwa. Nanti aku akan membangunkan mu jika sudah masuk waktu subuh." Andre menyuruh Nazhwa untuk tidur agar tubuh mereka berjauhan, karena berpelukan seperti ini benar-benar membangunkan jiwa kelelakian nya.


"Aku akan tidur, tapi biarkan aku memeluk Mas seperti ini." ujar Nazhwa.


Andre semakin mengumpat dalam hati, kala Nazhwa semakin mengeratkan pelukan nya seolah takut terjatuh dari tempat ketinggian.


"Apa kau tidak merasa sesak seperti ini?" tanya Andre. Masih seolah bernegosiasi untuk terlepas dari rasa yang bergejolak di bawah sana akibat Nazhwa yang terus menempel di tubuh nya.


"Tidak, Mas. Aku malah merasa nyaman. Sudah lama aku ingin seperti ini berada dalam pelukan mu, dan aku baru mendapat nya sekarang. Dan ternyata rasa nya sangat nyaman."


Andre pun tak menanggapi lagi, ia memejamkan mata berusaha untuk tidur. Hanya dengan tidur ia tidak akan merasakan gejolak di tubuh nya ini. Namun, apakah ia bisa tertidur, sementara aset nya di bawah sana bangun dengan kokoh nya.

__ADS_1


'Kau benar-benar menyiksa ku, Nazhwa. Tapi ini salah ku juga yang memeluk mu lebih dulu sehingga kau jadi ketagihan seperti ini.'


__ADS_2