
"Astagfirullah," ucap Nazhwa setelah memeriksa tas nya ternyata ponsel nya tertinggal. Ia baru saja keluar dari ruangan dokter Heni usai beristirahat sebentar setelah di lakukan pertolongan pada penyakit nya yang tiba-tiba kambuh. Tadi nya ia ingin menghubungi Andre untuk memberi tahu suami nya itu jika ia sedang berada di luar yang tentu nya pasti akan mengatakan bertemu teman nya, namun ternyata ponsel nya tertinggal.
Beberapa jam yang lalu setelah Andre berangkat bekerja, Nazhwa masuk kedalam kamar nya untuk tidur. Namun, baru beberapa menit memejamkan mata tiba-tiba nyeri di bagian pinggang nya semakin sakit yang membuat seketika terbangun.
Dengan sisa tenaga yang ada, ia beranjak mengambil ponsel nya yang berada di atas nakas. Ketika ponsel sudah berada di tangan nya, ia sempat bingung harus menghubungi siapa untuk meminta pertolongan, karena tidak mungkin ia meminta pertolongan pada sekertaris Nanda, itu sama saja memberi tahu Andre secara perlahan.
Beberapa saat berpikir sambil menahan sakit di panggian punggung nya, belum lagi nafas nya yang terasa sesak serta kepala nya yang terasa pusing dan sedikit mual, membuat Nazhwa mau tidak mau menghubungi dokter Heni untuk menjemputnya di rumah.
Dokter Heni yang kebetulan sedang tidak ada pasien yang harus di periksa, langsung bergegas menuju rumah Nazhwa menggunakan Ambulance. Sesampai nya di rumah Nazhwa, dokter Heni bersama beberapa orang perawat langsung membopong Nazhwa yang sudah tak berdaya di dalam kamar nya, segera menuju rumah sakit untuk memberi pertolongan.
Setiba nya di rumah sakit, dokter Heni bersama dua dokter ahli ginjal lain nya langsung terjun menangani Nazhwa. Hampir satu jam di sibukkan oleh kondisi Nazhwa yang tiba-tiba drop, dokter Heni dan dua dokter lain nya akhir nya merasa lega setelah Nazhwa mengatakan perasaannya sudah sedikit membaik kembali.
Dua dokter lain nya itu menyarankan pada dokter Heni agar Nazhwa dirawat secara intensif di rumah sakit, namun tentu Nazhwa menolak dengan tegas dan dokter Heni pun mengerti atas penolakan Nazhwa. Namun, dokter Heni merasa sedikit tenang karena sudah mengetahui alamat rumah Nazhwa, dan sewaktu-waktu bisa langsung menghubungi keluar Nazhwa jika suatu saat terjadi sesuatu yang buruk pada pasien nya itu.
"Lagi cari apa?" tanya seseorang yang mengejutkan Nazhwa, dengan cepat ia mendongak melihat orang tersebut.
"Dam," ucap Nazhwa lirih. Yah, yang bertanya pada nya adalah Adam, teman satu kelas nya dulu saat SMA. Yang kini telah menjadi seorang dokter. "I-ni aku lagi cari ponsel aku mungkin ketinggalan di rumah tadi." jawab nya.
"Jadi kamu, pasien nya Dokter Heni?" tanya Adam dengan kening mengkerut. "Pasien yang menderita sakit ginjal tapi tidak mau memberi tahu keluarga nya tentang penyakit nya." ucap Adam yang membuat Nazhwa sedikit gelagapan. Bagaimana Adam bisa tahu soal itu?
__ADS_1
"Maaf, Dam, aku permisi. Aku harus segera pulang." ujar Nazhwa mengalihkan pembicaraan. Ia pun mengayun langkah melewati Adam, namun laki-laki itu menarik pergelangan tangan nya.
'Aku memang sudah bertekad untuk melupakan kamu, dan melupakan tentang perasaan yang sudah aku pendam lama untuk mu. Tapi jika aku tahu sesuatu yang menyebabkan kau tidak mau memberi tahu keluarga mu tentang penyakit mu ini terutama pada suami mu, jangan terkejut jika aku berbuat sesuatu.' Ucap Adam dalam hati, ia menatap Nazhwa dengan lekat.
"Lepas, Dam." ujar Nazhwa, berusaha menarik pergelangan tangan nya yang di genggam Adam.
Adam pun terhenyak, ia segera melepaskan tangan Nazhwa.
"Permisi." ucap Nazhwa lalu segera pergi meninggalkan Adam yang menatap nya dengan sendu seiring langkah nya mulai menjauh.
Bohong kalau cinta tak harus memiliki. Jika tidak ada rasa ingin memiliki, itu bukan lah cinta. Semua orang ingin memiliki bahkan terkadang merasa harus memiliki.
Prinsip mencintai tanpa harus memiliki itu hanya kata orang yang putus asa.Kalau cinta kenapa tidak diperjuangkan? Itu baru prinsip.
Kalimat seperti itu kerap kali membuat seseorang menjadi bodoh hanya karena cinta. Cinta terkadang memang harus di perjuangkan meski seseorang tersebut telah menjadi milik orang lain. Namun, Adam masih memiliki kewarasan untuk tidak merusak rumah tangga Nazhwa demi rasa cinta nya.
Setelah berada di pelataran rumah sakit, Nazhwa meminta satpam untuk memanggil kan taksi untuk nya. Beberapa saat menunggu taksi pun datang dan Nazhwa bergegas untuk pulang. Ia tidak membawa mobil sendiri seperti biasa nya, ponsel nya juga tertinggal ia khawatir jika Andre pulang lebih dulu dan mencari nya.
Sepanjang perjalanan, Nazhwa melempar pandangan ke arah jalanan di samping nya sambil tersenyum. Ia mengingat bagaimana tadi malam Andre yang begitu dingin dan cuek pada nya tiba-tiba berubah bahkan menyingkirkan guling yang selama ini menjadi pembatas di antara mereka. Dan apa yang dikatakan suami nya itu membuat nya sangat senang.
__ADS_1
'Aku yang sudah membawa mu ke dalam hubungan rumit ini, jadi aku juga yang akan memperbaiki nya. Aku cabut kata-kata ku beberapa hari yang lalu, aku tidak akan pernah menceraikan mu. Mari kita mulai semuanya dari awal, dan ajari aku untuk mencintai mu.'
Dan beberapa saat kemudian Nazhwa terkekeh mengingat bagaimana tingkah nya tadi pagi yang membuat Andre kesiangan berangkat ke kantor. Dan ini adalah pertama kali nya suami nya terlambat berangkat ke kantor.
"Cinta tidak membuat seseorang menjadi malas, Nazhwa. Ayo bangun ini sudah pagi, bukan kah kamu juga harus menyiapkan bekal untuk ku. Aku juga jadi terlambat untuk bersiap karena kamu terus memeluk ku."
"Pelukan mu membuat ku candu, Mas."
"Baru pelukan, bagaimana dengan yang lain nya?"
"Aku tidak akan melepaskan mu lagi, Mas."
Beberapa saat kemudian, taksi yang ditumpangi Nazhwa telah berhenti di pelataran rumah nya. Setelah membayar ongkos Nazhwa bergegas masuk, ia bernafas lega karena mobil Andre tidak ada, itu arti nya suami nya itu belum pulang.
Nazhwa melihat jam tangan nya, waktu menunjukkan sudah hampir memasuki waktu magrib. Nazhwa pun bergegas masuk kedalam rumah mencari ponsel nya untuk menghubungi Andre. Karena tidak biasa nya suami nya itu pulang terlambat. Biasa nya Andre sudah tiba di rumah jam lima sore.
Setelah menemukan ponsel nya yang ternyata tergeletak di lantai kamar, Nazhwa terkejut melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Andre dan sekertaris Nanda. Ada apa mereka menelpon sampai berulang kali seperti ini, dan kenapa Andre belum pulang.
Nazhwa mencoba menghubungi balik nomor Andre, namun tidak terjawab hingga beberapa kali. Ia beralih menghubungi sekertaris Nanda, namun sama saja juga tidak terjawab.
__ADS_1