DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 36.


__ADS_3

"Dokter, apakah Nazhwa ada di sini?" tanya Andre lagi yang membuat dokter Heni terhenyak.


"Iya, ada." jawab dokter Heni sambil mengangguk dengan yakin. "Sekarang Nazhwa ada di ruangan rawat, beberapa saat lalu tak lama dia datang tiba-tiba ia mengalami sesak nafas." ucap nya yang membuat Andre dan Sekertaris Nanda terkejut.


"Apa? Dokter sekarang tolong tunjukan di mana ruangan rawat Nazhwa?" tanya Andre tak sabaran.


Dokter Heni pun menuntun laki-laki yang mengaku suami Nazhwa itu dan gadis yang mengaku sepupu dokter Adam, menuju ruangan di mana Nazhwa berada saat ini.


Sesampai nya di ruangan rawat itu dokter Heni terkejut karena tidak mendapati keberadaan Nazhwa di dalam ruangan itu, begitu pun Andre yang langsung mencecar dokter Heni dengan banyak pertanyaan.


"Dokter Heni, istri saya di mana? Kenapa ruang rawat ini Kosong? Kata dokter, istri saya ada di sini tapi di mana dia?"


Sekertaris Nanda pergi memeriksa kamar mandi, namun memang tidak ada siapa pun di dalam nya.


"Kamar mandi juga kosong." ucap sekertaris Nanda yang membuat dokter Heni benar-benar terkejut. Tanpa menjawab pertanyaan beruntun dari Andre, dokter Heni bergegas keluar dari ruangan rawat itu.


Dokter Heni pergi mencari suster yang beberapa saat lalu membantu nya menangani Nazhwa yang tiba-tiba mengalami sesak nafas.


"Suster, apa kamu tahu pasien saya ke mana? Dia tidak ada di dalam ruangan rawat nya." tanya dokter Heni langsung setelah menemuka keberadaan suster itu.

__ADS_1


"Loh, bagaimana bisa tidak ada, Dok. Beberapa saat lalu dia masih ada kan?" suster itu balik bertanya seperti orang linglung.


Dokter Heni menghela nafas nya dengan kasar, ia benar-benar terkejut saat ini karena tiba-tiba Nazhwa menghilang daei dari ruangan rawat nya.


Dokter Heni pun mengajak suster itu untuk mencari keberadaan Nazhwa di sekitar rumah sakit, tak lama kemudian Andre dan Sekertaris Nanda datang menyusul mereka dan langsung ikut mencari keberadaan Nazhwa di sekitar rumah sakit dengan cara berpencar dan bertanya pada semua orang yang mereka jumpai.


Dokter Heni dan suster bertanya pada orang-orang yang berlalu lalang di rumah sakit dengan menyebutkan ciri-ciri Nazhwa.


Sementara Andre dan Sekertaris bertanya dengan memperlihat kan foto Nazhwa di ponsel mereka.


Namun, yang mereka tanyai semua merasa tidak pernah melihat keberadaan sosok Nazhwa.


"Tidak, tidak ada yang melihat Nazhwa." jawab dokter Heni.


"Iya pak." suster juga menjawab.


"Sama Pak Andre, orang yang aku tanya juga tidak ada yang melihat BU Nazhwa, padahal aku sudah memperlihat foto Bu Nazhwa." Sekertaris Nanda juga menjawab dengan nada yang terdengar tidak bersemangat.


"Dokter, lalu ada di mana istri saya?!" tanya Andre mulai emosi, ia marah pada diri nya sendiri karena ia lah semua ini terjadi.

__ADS_1


"Sabar, Pak. Sekarang jalan satu-satu nya adalah mari kita tanya kan ke bagian administrasi, barang kali istri Anda sudah meninggalkan rumah sakit." ucap dokter Heni untuk menenangkan suami pasien nya itu, meski pun ia sendiri tidak yakin jika Nazhwa sudah keluar dari rumah sakit tanpa sepengetahuan nya karena beberapa saat lalu Nazhwa datang pada nya dan meminta untuk di rawat, hal yang selama ini Nazhwa tidak ingin kan, apa lagi keadan Nazhwa tadi sedang kurang baik saat ia tinggalkan di ruangan rawat itu.


Dalam hati ia bertanya-tanya sebenarnya di mana pasien nya itu, kenapa tiba-tiba menghilang seperti ini.


Dokter Heni, Andre dan Sekertaris Nanda pun langsung menuju bagian administrasi untuk menanyakan Nazhwa. Sementara suster kembali mengerjakan tugas nya.


Sesampai nya mereka di bagian administrasi, dokter Heni langsung menanyakan data diri pasien nya yang bernama Nazhwa apakah pasien nya itu sudah melakukan rujukan pulang.


"Tidak dokter Heni, pasien yang bernama Nazhwa Az-Zahra belum melakukan rujukan pulang." ucap petugas administrasi itu.


Dokter Heni kembali menghela nafas nya dengan kasar, begitu pun dengan Andre dan Sekertaris Nanda.


Tak jauh dari sana, dokter Adam yang hendak pergi ke ruangan nya menghentikan langkah nya saat tatapan nya tertuju pada adik sepupu nya sedang bersama dokter Heni dan seorang laki-laki. Dokter Adam seketika menyunggikan senyum saat menyadari laki-laki itu adalah suami nya Nazhwa.


"Jadi, yang di temani oleh Nanda waktu itu adalah Nazhwa, dan Nanda adalah Sekertaris dari suami nya Nazhwa." beberapa saat dokter Adam pun kembali melanjutkan langakah menuju ruangan nya.


Di depan administrasi, dokter Heni, Andre dan Sekertaris Nanda benar-benar tampak kebingungan saat ini. Dan beberapa saat kemudian Andre terpikirkan sesuatu dan ini adalah cara terakhir untuk mencari keberadaan Nazhwa.


"Tolong beri tahu saya, di mana ruangan CCTV?" tanya Andre pada petugas administrasi.

__ADS_1


__ADS_2