
Pagi hari Andre sudah bersiap berangkat ke kantor, dan di dapur Nazhwa sedang menyiapkan bekal. Namun kali ini tak hanya untuk Andre tapi juga untuk nya, karena hari tiba-tiba ia ingin ikut ke kantor. Setelah selsai Nazhwa pun menyusul suami nya yang sudah lebih dulu berada di mobil menunggunya.
"Seharusnya gak usah repot-repot buat bekal seperti ini, kamu kan juga ikut nanti kita bisa makan di luar." ujar Andre setelah Nazhwa sudah duduk di samping nya.
"Makanan rumah lebih terjamin higienis nya Mas, karena racikan bumbunya alami. Kalau makan di luar belum tentu terjamin." ucap Nazhwa sambil tersenyum.
Bukan tanpa alasan, ia yang mempunyai penyakit serius tentu tidak boleh sembarang makan. Sebagian besar dari penderita penyakit ginjal stadium lanjur perlu mengikuti diet ramah ginjal. Tujuannya untuk menghindari penumpukkan bahan kimia atau nutrisi tertentu dalam darah yang dapat memperparah penyakit ginjal.
"Baiklah, kalau begitu sekarang kita berangkat." Andre pun mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Semenjak kecelekaan yang menimpa nya bersama Shalwa dulu membuat nya masih memiliki trauma hingga saat ini, terlebih Nazhwa juga selalu mengingatkannya agar tidak mengebut membawa mobil.
__ADS_1
Hampir tiga puluh menit berkendara, mobil Andre pun sudah terparkir di pelataran kantor nya. Andre turun lebih dulu dari mobil lalu membukakan pintu mobil di samping Nazhwa. Andre membantu Istrinya itu turun dari mobil lalu mengambil alih membawakan bekal makan mereka, dan itu semua tak luput dari perhatian Alex yang berdiri bersandar di mobil nya.
"Suami yang perhatian." gumam Alex sambil memperhatikan Andre dan Istrinya melangkah masuk ke dalam bangunan perusahaan itu. "Tapi sayang nya Andre memiliki rahasia di belakang Istrinya." ucap nya sambil tersenyum menyeringai.
Alex pun juga memasuki perusahaan milik Andre itu, ia mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis yang membuat tidurnya tak nyenyak semalam.
Beberapa saat terus mencari dengan pandangannya, Alex pun menarik kedua sudut bibir nya membentuk sebuah senyuman kala tatapan nya tertuju pada sosok gadis yang sedari tadi di cari nya.
Alex pun mengayun langkah kaki nya menyusul seketaris Nanda yang hendak pergi ke ruangan Andre.
__ADS_1
"Ketemu." ucap Alex yang mengaggetkan seketaris Nanda, hampir saja ia menabrak orang yang tiba-tiba menghadang langkah nya.
"Tuan Alex." sekertaris Nanda nampak terkejut melihat kedatangan salah satu rekan bisnis Andre.
"Yap betul, ternyata kau mengingat nama ku dengan baik." ujar Alex tersenyum senang.
"Maaf Tuan Alex, saya harus segera ke ruangan Pak Andre mengantarkan dokumen." Seketaris Nanda hendak melangkah namun lagi-lagi Alex menghadang langkah nya.
"Kau jangan ke sana sekarang, tadi aku lihat Andre datang bersama Istrinya jadi kau tidak dibutuhkan saat ini. Dan lebih baik kau menemani aku saja." ujar Alex, dengan berani nya ia menyentuh pipi seketaris Nanda yang membuat gadis itu seketika mundur.
__ADS_1
"Jaga sikap Anda, Tuan Alex." seketaris Nanda menatap Alex dengan tajam, sudah sejak semalam ia merasa kesal dengan laki-laki tak tahu sopan santun ini. Jika saja ia mempunyai ilmu bela diri pasti ia sudah membuat babak belur tampang mesum Alex.
"Ouh ternyata kau galak juga." Alex seolah tak gentar dengan tatapan seketaris Nanda yang seakan ingin memakan nya hidup-hidup.