
"Aku mencintai mu, Mas. Aku sudah jatuh cinta saat pertama kali melihat mu waktu itu. Saat Mas datang kepada orangtua ku, meminta ku untuk menjadi Istri Mas." ucap Nazhwa dengan lirih, perlahan mata nya mulai terpejam dan beberapa saat kemudian terdengar helaan nafas teratur kala ia sudah terbuai ke alam bawah sadar nya.
Andre termangu, benarkah apa yang dikatakan Nazhwa. Istri nya ini sudah mencintai nya sejak lama. Andre seolah tidak percaya ini. Inikah yang dimaksud almarhumah Shalwa di dalam mimpi nya.
Jika kamu tidak bisa membuat nya bahagia, maka jangan salahkan aku jika suatu saat nanti aku akan menjemputnya. Kamu akan hidup dalam penyesalan karena kehilangan orang yang mencintai mu untuk yang kedua kalinya.
"Benarkah kamu mencintai ku?" Andre menatap wajah lelap Nazhwa dengan sendu. Jadi selama ini ia sudah menyakiti wanita yang mencintai nya.
Sulit untuk diterima logika nya, terlebih ia dan Nazhwa yang sebelumnya tidak pernah saling mengenal, namun Nazhwa telah jatuh cinta pada nya di saat pertemuan pertama. Jatuh cinta saat pandangan pertama memang biasa terjadi, tetapi apakah harus secepat itu menentukan perasaan.
Perlahan Andre pun memejamkan mata, rasa kantuk mulai menghampiri nya. Ia sedikit melonggarkan pelukan Nazhwa di tubuh nya. Ia tidak ingin terus-terusan tersiksa oleh nafsu halal namun akan merasa brengsek jika melakukannya.
'Keputusan mu sudah tepat, Andre. Terima kasih karena sudah mendengarkan aku. Aku titip Adik ku, buatlah dia terus bahagia maka aku pun di sini juga akan merasa bahagia.'
Andre yang sudah terlelap, terlihat wajah nya tersenyum melihat sosok kekasihnya melambaikan tangan pada nya dan perlahan mulai menjauh.
Menikah karena amanah membuat Andre terasa sulit menjalani hidup, apalagi ia yang memperlakukan istri nya dengan tidak baik membuat nya seolah frustasi karena tidak bisa menjalani amanah itu. Hingga sang kekasih hadir di dalam mimpi nya dan mengingatkan ia akan amanah itu.
_____________
Pagi kembali menyapa, biasa nya Nazhwa akan bangun lebih awal untuk menyiapkan bekal Andre. Namun, pagi ia merasa begitu enggan untuk bangun. Dekapan tubuh sang suami yang baru pertama kali ia rasakan benar-benar terasa nyaman sehingga membuat nya merasa enggan untuk melepaskan.
"Cinta tidak membuat seseorang menjadi malas, Nazhwa. Ayo bangun ini sudah pagi, bukan kah kamu juga harus menyiapkan bekal untuk ku. Aku juga jadi terlambat untuk bersiap karena kamu terus memeluk ku."
Nazhwa yang memang sudah terbangun, mengembangkan senyum lalu menenggelamkan wajah nya di dada Andre.
"Pelukan mu membuat ku candu, Mas." ujar Nazhwa dengan malu-malu.
"Baru pelukan, bagaimana dengan yang lain nya?"
__ADS_1
"Aku tidak akan melepaskan mu lagi, Mas." jawab Nazhwa sambil terkekeh.
Andre pun tertawa, "Aku juga pernah jatuh cinta, tapi aku tidak segila diri mu." ujar Andre.
Nazhwa terdiam, tiba-tiba wajah nya yang menempel di dada Andre berubah sendu. Ia memang mencintai suami nya ini, dan Andre pun juga akan belajar mencintai nya. Namun, ia tidak bisa melupakan satu fakta, bahwa ada wanita lain diluar sana yang pernah di cinta suami nya ini, dan mungkin saja masih mencintai wanita itu hingga saat ini.
Andai ia tahu siapa wanita itu, Nazhwa ingin menemuinya dan meminta Andre sepenuhnya menjadi miliknya seorang.
"Mas, apa aku boleh bertemu dengan nya?" Nazhwa mendongak menatap suami nya.
"Bertemu siapa?" tanya Andre dengan kening mengkerut.
"Bertemu dengan wanita yang Mas cintai itu, aku ingin meminta Mas dari nya." ujar Nazhwa, sungguh dada nya serasa kembang kempis saat mengatakan itu.
"Aku akan membawa mu bertemu dengan nya tapi tidak sekarang, tunggu saat aku sudah siap baru aku mempertemukan kalian. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, Nazhwa. Sampai kapan pun aku akan tetap mencintai nya meskipun aku sudah bisa mencintai mu."
Dada Nazhwa seakan bergemuruh mendengar penuturan suami nya. Jika saja ia tak merasa bahagia saat ini karena suami nya sudah mau menerima dan belajar mencintai nya, mungkin saat ini ia sudah menangis karena ungkapan yang begitu menusuk relung hatinya. Bagaimana bisa suami nya ini mencintai dua wanita sekaligus.
"Apa kita akan terus seperti ini, Nazhwa. Aku harus bekerja agar bisa menafkahi kamu dan anak-anak kita nanti." ucap Andre yang membuat Nazhwa kembali tersenyum.
"Selama ini kamu sudah memenuhi semua kebutuhan ku, Mas. Kamu memiliki segala nya, tidak mungkin Mas tidak bisa menafkahi anak-anak kita juga. Tapi, kapan kita akan punya anak?" tanya Nazhwa sambil tertawa pelan.
"Nanti," jawab Andre singkat
"Nanti?" ucap Nazhwa mengulang ucapan suami nya menjadi kalimat pertanyaan.
"Nanti di saat aku sudah bisa mencintai mu, kita akan membuat anak-anak kita.'' jawab Andre lalu mengecup kening Nazhwa.
Nazhwa tersenyum lebar mendengar nya. " Aku akan menunggu saat itu Mas."
__ADS_1
_______________
Andre sudah rapi dengan setelan kantor nya, bekal dan tas kerja juga sudah berada di tangan nya. Ia sudah siap untuk berangkat ke kantor, namun hari ini ia berangkat kesiangan karena ulah Nazhwa yang katanya menjadi candu dengan pelukan nya.
"Mas, tunggu."
Andre yang hendak masuk ke mobil, menoleh kearah Nazhwa yang memanggil nya sambil berlari kecil kearah nya.
"Mas, ada yang ketinggalan." ujar Nazhwa saat sudah berada di hadapan Andre.
"Ketinggalan?" Andre memperlihatkan tas kerja dan bekal nya. "Tidak ada yang ketinggalan, Nazhwa. Ini bekal dan tas kerja ku." ucap nya.
"Aku belum mencium tangan, Mas. Dan Mas juga belum mencium kening ku." ujar Nazhwa sambil tersenyum malu-malu.
"Hah?" Andre terhenyak.
"Jika Mas ingin belajar mencintai ku, Mas juga harus mencium kening ku setiap kali akan berangkat dan pulang bekerja dan aku pun juga akan selalu mencium tangan Mas setiap kali Mas berangkat dan pulang bekerja. " ucap Nazhwa. "Lama-lama kita akan terbiasa, dan perlahan Mas akan bisa mencintai ku." sambungnya dengan penuh keyakinan.
"Apakah benar begitu?"
"Jika sudah terbiasa, seseorang akan merasa nyaman. Dari rasa nayman itulah cinta bisa tumbuh." ucap Nazhwa dengan tersenyum.
Andre tampak berpikir, dan beberapa saat kemudian ia juga tersenyum. "Baiklah." Andre pun mengulurkan tangan nya pada Nazhwa.
Nazhwa dengan antusias langsung mencium punggung tangan Andre, kemudian Andre pun mencium kening istri nya itu.
"Aku berangkat ya." ucap Andre seraya mengusap pucuk kepala Istri nya itu.
"Iya, Mas. Hati-hati di jalan."
__ADS_1
Nazhwa melambaikan tangan nya kala mobil Andre mulai melaju meninggalkan pelataran rumah. Di dalam mobil, Andre pun tersenyum melihat Nazhwa dari kaca spion di samping nya. Ternyata tak seburuk yang ia kira, belajar mencintai istri nya sendiri memang bukanlah hal yang muda. Namun, ternyata seasyik ini bisa mengenal dekat sosok Nazhwa.