DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 43.


__ADS_3

Sesampai nya di rumah yang di tempati oleh Nazhwa, Adam bergegas turun dari mobil nya setelah mengambil beberapa bungkusan yang berisi makanan yang ia beli saat di perjalanan.


Suster yang kebetulan keluar hendak membuang sampah, bergegas menghampiri Adam.


"Dok, dokter Adam kok datang? tanya suster itu dengan kening mengkerut, karena saat Adam menugaskan nya untuk menemani Nazhwa di rumah ini, Adam mengatakan hanya akan datang jika ia melapor saat kondisi Nazhwa sedang tidak baik-baik saja.


"Dokter bilang, dokter akan datang kalau...


"Sudah, lupakan." ujar Adam menyela ucapan suster itu. "Di mana Nazhwa?" tanya nya.


"Di kamar nya, Dok." jawab suster itu.


Adam pun bergegas masuk ke rumah dan langsung menuju kamar Nazhwa, sementara suster itu melanjutkan urusan nya untuk membuang sampah.


Adam mengetuk pintu kamar Nazhwa hingga beberapa kali sambil memanggil nama Nazhwa, tak lama pintu kamar itu pun terbuka.


"Dam?" Nazhwa tampak terkejut melihat kedatangan Adam.


"Gimana keadaan kamu, baik-baik aja kan?" tanya Adam.


Nazhwa hanya mengangguk pelan sebagai jawaban nya, lalu menutup pintu kamar nya.

__ADS_1


"Ini aku bawakan makanan untuk kamu." ujar Adam, menunjukkan plastik yang berisi makanan itu pada Nazhwa.


Nazhwa hanya menatap bungkusan itu tanpa mengambil nya lalu berpindah menatap Adam kembali.


"Dam, aku mau pulang. Seperti nya keputusan ku untuk menajauh dari Mas Andre itu salah. Kami sudah sama-sama dewasa, seharus nya menyelesaikan nya dengan cara baik-baik dan bukan nya malah bersembunyi seperti ini." ucap Nazhwa langsung.


Adam terlihat tidak suka dengan apa yang baru saja di katakan oleh Nazhwa. Adam menghela nafas nya dengan panjang lalu membalik badan kemudian melangkah menuju dapur.


Nazhwa mengikuti Adam ke dapur, ia melihat teman nya itu menuangkan makanan yang dibawanya kedalam dua mangkuk.


"Dam, nanti aku ikut kamu pulang ya." ujar Nazhwa lagi, namun Adam seolah tak mendengar nya.


kekhawatiran Nazhwa beberapa saat lalu yang merasa tidak seharusnya meminta bantuan teman nya ini semakin menjadi, terlebih melihat Adam yang hanya diam saja saat ia mengatakan ingin pulang.


"Dam, kamu dengar aku kan?" tanya Nazhwa dengan hati-hari, takut Adam akan tersinggung dengan ucapan nya.


Adam pun mengangkat pandangannya menatap Nazhwa setelah selesai menyajikan makanan.


"Makanan sudah siap, ayo makan." Adam sembari menarik kursi untuk Nazhwa.


"Ayo duduk" ujar nya lagi, dan Nazhwa pun duduk meski sedikit tidak nyaman dengan sikap Adam.

__ADS_1


"Dam," panggil Nazhwa, namun Adam hanya melirik nya sekilas.


"Tidak baik makan sambil berbicara." ujar Adam yang membuat Nazhwa yang hendak mengatakan sesuatu langsung terdiam.


Nazhwa memulai makan nya sambil sesekali melirik Adam yang makan dengan tenang. Biarlah untuk saat ini ia diam dan setelah makan baru ia akan membicarakan nya lagi dengan Adam.


...______________...


Sementara itu Andre baru saja selesai menghabiskan bubur ayam yang dibelikan oleh sekertaris nya, dan sekertaris Nanda sendiri masih berada di ruangan nya duduk di sofa dengan tampak melamun seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Menurut Pak Andre, Tuan Alex itu orang nya seperti apa?" tanya sekertaris Nanda yang tiba-tiba tanpa sadar. Ia memangku dagu nya sambil membayangkan sosok Alex yang benar-benar menjengkelkan itu.


Andre menatap sekertaris nya itu dengan sebelah alis yang terangkat. "Alex orang nya cukup berbahaya dia itu penjahat wanita dan mungkin saja penjahat kelamin, karena dulu dia pernah hampir melecehkan Shalwa. Jadi sebaik nya kau berhati-hati jika bertemu dia." ujar Andre sembari mengelap bibir nya dengan tisu dari sisa-sisa makanan yang menempel.


Mendengar itu sekertaris Nanda langsung terkesiap. Rasa nya hampir tak percaya jika orang terpandang seperti Alex, ternyata seburuk itu.


"Memang nya kenapa kamu menanyakan Alex, apa dia menganggu mu lagi?" tanya Andre.


Sekertaris terlihat sedikit gugup, "Em tidak, Pak. Malah dia tadi menemani aku membeli bubur ayam di seberang jalan sana dengan berjalan kaki."


Andre tercengang, rasa nya ia tak percaya seoarang Alex yang arrogant mau-mau nya saja menemani seoarang gadis membeli bubur ayam dengan berjalan kaki.

__ADS_1


__ADS_2