
"Oh ya, sebenarnya kedatangan kami selain ingin menjenguk Nazhwa, kami juga ingin menyampaikan kabar gembira untuk kalian." Ujar Alex.
"Yang pertama, aku dan Nanda sudah memutuskan untuk menikah setelah Nazhwa mendapat donor ginjal."
Nanda langsung merona mendengar ucapan Alex, apa lagi Alex berbicara sambil tersenyum dan terus menatap nya.
Membuat Andre jengah mendengar nya karena ia pikir kabar bahagia yang di bawah Alex adalah sudah mendapat pendonor untuk Nazhwa, namun dalam hati nya ia turut senang karena sekertaris nya sudah mendapat pendamping hidup dan berharap Alex benar-benar menepati janji nya untuk berubah dan tidak mempermainkan wanita lagi.
"Selamat ya Nanda, aku turut senang mendengar nya. Semoga pernikahan mu nanti di limpahkan kebahagiaan, dan yang paling penting kalian saling terbuka dan saling mempercayai itu adalah kunci agar hubungan kalian langgeng." ujar Nazhwa sembari mengukir senyum di wajah pucat nya.
Andre merasa tersentil dengan ucapan Istri nya, karena selama ini ia menutupi semua tentang Shalwa dari Nazhwa.
"Oh tentu, kami berdua akan selalu saling terbuka." sahut Alex dengan cepat. "Nanda juga sudah mengetahui semua latar belakang ku, dan aku bersyukur karena Nanda mau menerima ku dan aku berjanji akan membuang semua sifat buruk ku selama ini demi Nanda." lanjut nya, Alex melirik Andre yang terlihat seperti tidak tertarik dengan kabar yang ia sampaikan.
__ADS_1
Nazhwa tak lagi menyahuti, namun senyum di wajah pucat nya masih terpancar menatap Alex dan Nanda bergantian.
"Pak Andre yang terhormat, apakah Anda tidak ingin memberikan selamat pada kami berdua?" ujar Alex dengan formal, namun Andre menangkap seolah Alex sedang mengolok nya.
"Nanti saja kalau kalian sudah benar-benar menikah." ujar Andre sekena nya. "Lagian aku heran kenapa Nanda bisa mengambil keputusan secepat itu padahal kemarin-kemarin dia seperti nya tidak mau dengan mu, jangan-jangan kau memaksa dan mengancam nya?"
Andre langsung terdiam saat melihat sekertaris Nanda malah tersenyum, berarti dugaan nya salah jika Alex mengancam dan memaksa sekertaris nya untuk menerima diri nya.
"Jangan cepat mengambil kesimpulan Pak Andre. Anda tidak tahu saja bagaimana perjuangan ku meluluhkan hati sekertaris Anda." ujar Alex yang membuat Nanda semakin merona kala mengingat perjuangan yang di maksdu oleh Alex.
Seorang Alex bersimpuh di hadapan ayah nya, memohon agar sang ayah mau membujuk nya untuk menerima Alex. Bahkan laki-laki menyebalkan itu sampai menangis di hadapan ayah nya jika ia tidak mau menerima. Karena rasa keprimanusiaan nya, Nanda pun akhir nya mencoba menerima Alex, dan dalam seminggu ini Alex benar-benar menunjukkan kesungguhan nya yang membuat nya akan belajar membuka hati untuk Alex. Dan dari situ, sang ayah pun akhir nya mendapatkan hak yang seharus nya sejak dulu di dapatkan saat mengalami kecelakaan kerja, atas bantuan Alex.
"Oh ya, aku ada satu kabar bahagia lagi," ucap Alex memecahkan keheningan di dalam ruangan itu. "Dan kabar bahagia ini teruntuk Nazhwa." sambung nya.
__ADS_1
Membuat Nazhwa dan Andre serentak langsung menatap ke arah Alex.
"Untuk ku?" tanya Nazhwa dengan lirih, dan Alex pun mengangguk.
"Seseorang bersedia mendonorkan ginjal nya untuk Nazhwa, dengan syarat identitas nya tidak boleh kami sebutkan." ujar Alex.
"Bagaimana aku bisa memberikan imbalan nya jika orang itu tidak mau di sebutkan identitas nya?" Andre bertanya dengan kedua alis terangkat.
"Orang itu sama sekali tidak mengharapkan imbalan apa pun, dia ikhlas mendonorkan ginjal nya." jawab Alex.
Andre menggeleng pelan, rasa nya tak percaya jika ada orang yang mau mendonorkan ginjal nya dengan cuma-cuma. Namun, ia sangat bersyukur karena Nazhwa akhir nya mendapatkan pendonor, dan semoga setelah ini Nazhwa bisa pulih kembali dan ia akan membuktikan pada Nazhwa tentang kesungguhan nya. Seorang Alex saja bisa berjuang, kenapa ia juga tidak bisa.
Sementara Nazhwa hanya bisa terdiam tanpa kata mendengar ia telah mendapatkan pendonor. Ia tidak tahu harus senang atau tidak saat ini, setelah tahu tentang alasan Andre yang menikahi nya adalah karena amanah dari almarhumah kakak nya sendiri. Namun beberapa saat, pikiran Nazhwa kembali teralihkan kepada orang yang akan menjadi pendonor untuk nya. Siapakah orang yang dengan begitu baik nya telah bersedia mendonorkan ginjal nya tanpa mengharap imbalan dan tidak ingin di sebut identitas nya.
__ADS_1
'Siapa pun kamu, semoga Allah melimpahkan segala kebaikan untuk mu.'