DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 26.


__ADS_3

Sesampainya di kamar Andre terpaku melihat Nazhwa yang duduk di atas tempat tidur sambil memeluk kedua kaki nya.


Nazhwa yang terkejut mendengar suara pintu kamar terbuka dengan cepat menghapus air mata nya yang lolos begitu saja tanpa permisi.


Nazhwa pun turun dari ranjang menghampiri suaminya. "Mas dari mana? Aku cariin gak ada? tanya nya.


Andre tak menjawab, yang menjadi perhatiannya sekarang adalah mata sembab Nazhwa. Apa dia sudah sangat keterlaluan tadi sehingga Istrinya ini menangis.


"Kenapa kamu menangis?" tanya Andre sembari mengusap sisa air mata di sudut mata Nazhwa.


"Enggak, Mas. Aku gak nangis kok, tadi cuma kelilipan aja." jawab Nazhwa tersenyum.


Namun, Andre tak percaya begitu saja. Ia menangkup wajah Nazhwa menatap dengan lekat kedua mata yang masih terdapat sisa air mata yang menggenang di sudut nya.

__ADS_1


"Apa kamu sering menangis seperi ini karena aku?" tanya Andre lagi.


Nazhwa tersenyum, ia menggenggam tangan Andre yang menangkup wajah nya. "Aku memang sering menangis karena, Mas. Tapi aku mohon Mas ubah lah tangisan ku menjadi tangis bahagia. Buat aku menangis hanya karena merasa bahagia."


Beberapa saat Andre terus menatap wajah Nazhwa, sungguh sudah keterlaluan diri nya membuat seorang wanita menangis. Padahal keinginan nya sejak dulu adalah selalu membahagiakan Shalwa. Namun, sang kekasih lebih dulu pergi, dan mungkin Nazhwa adalah sosok pengganti yang harus ia bahagiakan.


Andre pun menarik tubuh Nazhwa dan memeluk nya dengan sangat erat, menghujani pucuk kepala Nazhwa yang terbalut hijab dengan kecupan sambil terus mengucapkan kata maaf.


"Aku janji, mulai hari ini tidak akan membuat mu menangis lagi kecuali menangis karena bahagia." ucap Andre.


"Maksud kamu?" tanya Andre.


Nazhwa terkesiap, kenapa ia bisa sampai keceplosan seperti itu. "Mak-sud ku aku ingin terus merasakan kebahagiaan, menua bersama Mas hingga akhir hayat nanti." ujar Nazhwa meralat ucapan nya.

__ADS_1


"In Shaa Allah, Nazhwa. Kita sama-sama saling mendukung saja, saling mengingatkan dan saling menegur dengan cara yang lembut saat salah satu dari kita tanpa sengaja membuat kesalahan." tutur Andre.


Nazhwa mengangguk dalam pelukan suami nya. Selain ridho Rabb-Nya, kasih sayang dan cinta suami nya lah yang ia inginkan di sisa akhir hidup nya jika memang penyakit yang di derita nya adalah jalan menuju ajal nya.


"Oh ya, Mas tadi dari mana? Aku cariin gak ada." tanya Nazhwa kemudian.


"Aku dari dapur habis buat nasi goreng, lapar soalnya habis pertemuan dengan klien langsung pulang gak sempat makan." jawab Andre. Ia pun mengurai pelukan nya. "Kita makan ya, aku buat untuk kamu juga." ajak Andre.


Nazhwa mengangguk dengan antusias sambil tersenyum ia langsung memeluk lengan Andre dan mereka pun melangkah keluar dari kamar menuju dapur.


"Hmmm, aromanya enak banget. Ternyata Mas bisa buat nasi goreng juga." ujar Nazhwa, ia sampai memejamkan mata mencium aroma nasi goreng buatan suami nya.


"Dulu sering belajar sama Mama." ucap Andre lalu memulai makan nya. "Ayo coba nanti kamu kasih nilai berapa nasi goreng buatan ku."

__ADS_1


Nazhwa pun menyendok nasi goreng nya, satu suapan masuk ke mulut dan rasanya benar-benar enak. Ia tidak menyangka suami nya bisa membuat nasi goreng seenak ini.


"100." ujar Nazhwa sambil terus memakan nasi goreng nya, ia menjadi ketagihan dan mungkin nanti akan minta di buat kan terus nasi goreng oleh Andre.


__ADS_2