DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 44.


__ADS_3

Adam dan Nazhwa baru saja selesai menghabiskan makanan mereka, Adam langsung menuju ruang tengah sementara Nazhwa pergi ke kamar nya untuk meminum obat yang harus rutin ia konsumsi. Setelah itu, Nazhwa pun menyusul Adam ke ruang tengah.


Nazhwa duduk di kursi yang berhadapan dengan Adam, ia tampak kaku memperhatikan Adam yang tengah sibuk dengan ponsel nya.


"Dam," Panggil Nazhwa, namun Adam hanya melirik nya sebentar lalu kembali fokus pada ponsel nya.


"Sudah minum obat nya?" Tanya Adam.


"Sudah." Jawab Nazhwa pelan.


"Dam, aku...


Belum selesai Nazhwa berbicara namun Adam langsung berdiri dari tempat duduk nya.


"Maaf, Nazhwa aku harus segera kembali ke rumah sakit. Salah satu pasien ku ada yang membutuhkan pertolongan ku." ujar Adam lalu bergegas melangkah keluar rumah.


Nazhwa pun beranjak menyusul Adam keluar rumah.


"Dam, aku ikut pulang." ucap Nazhwa.


Adam menghentikan langkahnya tanpa membalik badan melihat Nazhwa, ia berucap. "Lain kali saja Nazhwa, sekarang aku sangat buru-buru, keadaan nya benar-benar darurat." ucap nya lalu segera masuk ke mobil.


Nazhwa hanya bisa berdiri mematung dan menatap nanar mobil Adam yang sudah mulai melaju perlahan menjauh meninggalkan pelataran rumah yang di tempati nya. Entah kenapa, ia merasa jika teman nya itu seolah tak ingin membiarkan nya pulang. Namun, apa tujuan nya? Nazhwa tidak mengerti.


Setelah mobil Adam sudah tak terlihat lagi, Nazhwa pun masuk ke dalam rumah dan bergabung bersama suster yang sedang menonton televisi.

__ADS_1


"Dokter Adam sudah pulang, Bu Nazhwa?" tanya suster itu.


"Sudah." Jawab Nazhwa sambil mengangguk pelan kepala nya.


...______________...


Sementara itu di kantor Andre, seorang laki-laki bertubuh tegap dengan stelan serba hitam datang untuk melapor pada Andre.


"Bagaimana, apa istri ku ada di salah satu rumah sakit di kota ini?" tanya Andre.


Laki-laki itu menggeleng. "Tidak ada, Pak. Bu kabi hanya rumah sakit, klinik dan puskesmas pun saya datangi tapi istri Pak Andre tidak ada di sana." ucap nya lalu meletakkan foto Nazhwa di meja.


Andre menghela nafas sembari mengusap wajahnya dengan kasar, Nazhwa benar-benar sengaja menghindar dari nya sampai-sampai bersembunyi di tempat yang tidak bisa ia jangkau.


Tak lama setelah laki-laki suruhan Andre itu pergi, sekertaris Nanda datang bersama Alex di belakangnya.


"Pak Andre, ada tuan Alex kata nya ingin membiarkan hal penting pada Pak Andre." ujar sekertaris Nanda.


Andre yang tengah bersandar di kursi kerja nya sambil menutup muka dengan kedua telapak tangan nya, sedikit tersentak kaget apa lagi ia mendengar nama Alex di sebut.


Tanpa di persilahkan Alex langsung saja duduk di kursi yang berhadapan dengan Andre, yang membuat Andre dan sekertaris Nanda menatap jengah pada nya.


"Hal penting apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Andre dengan ketus.


Alex tak langsung menjawab, ia melirik sekertaris Nanda yang berdiri di samping nya dengan ekor mata nya.

__ADS_1


"Em, Nanda apa bisa kau keluar dulu, karena aku ingin membiarkan hal penting pada atasan mu." ucap Alex.


Tanpa berbasa-basi lagi, sekertaris Nanda pun langsung keluar dari ruangan atasan nya itu.


Setelah pintu ruangan yang baru saja di lewati sekertaris Nanda tertutup, Alex kembali menatap Andre.


"Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan? Cepat katakan karena aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu." ujar Andre dengan sengit.


Alex mengulum senyum, "Santai Pak Andre. Aku kemari ingin menawarkan bantuan untuk mencari istri mu, tapi setelah itu kau juga harus membantu ku."


Andre tampak berpikir sejenak, mengingat Alex mempunyai kuasa yang cukup luas sangat kemungkinan Alex bisa menemukan keberadaan Nazhwa. Tapi Andre tak kan terbuai begitu saja karena tentu Alex pasti akan meminta imbalan.


"Sebenarnya memang kau yang harus bertanggung jawab, karena kau yang sudah membuat istri ku pergi. Terlebih kau harus meminta maaf pada nya karena wanita yang pernah hampir kau lecehkan itu adalah Kakak dari istri ku."


Alex tercengang mendengar penuturan Andre, namun ia tidak sepenuh nya mengerti.


"Jadi maksud mu, istri mu adalah adik dari almarhumah Shalwa?" tanya Alex dengan tampang terkejut nya.


Andre mengangguk yang membuat Alex menelan saliva nya dengan kasar.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mengerahkan semua anak buah ku untuk mencari keberadaan istri mu. Tapi setelah itu kau juga harus membantu ku. " Ujar Alex.


"Membantu apa?" tanya Andre.


Alex kembali tersenyum dan nampak sedikit malu untuk mengatakan nya. "Hei kawan, kau tahu sendiri bukan? Aku sudah terlalu lama melajang, jadi aku mohon bantuan mu agar kau mendekatkan aku pada sekertaris mu itu, aku janji akan berubah dan tidak akan mempermainkan wanita lagi." ujar Alex, wajahnya nampak serius mengatakan nya.

__ADS_1


__ADS_2