
Perlahan mata Nazhwa mulai terbuka, ia menoleh menatap tangan nya yang seperti di genggam, tatapannya langsung tertuju pada Andre yang tertidur dengan posisi duduk dan kepala nya hanya bersandar di pinggiran ranjang tempatnya berbaring. Ia merasakan genggaman sang suami sangat erat seolah takut terlepas.
"Mas... " ucap Nazhwa dengan lirih, bahkan nyaris tak terdengar. Tubuh nya begitu lemah, bersuara pun rasa nya tak sanggup.
Merasa tidak mungkin bisa membangunkan Andre, ia perlahan menarik tangan nya yang di genggam oleh suami nya itu yang membuat Andre langsung terbangun.
"Nazhwa, kamu sudah bangun? Andre mengucek mata sembari beranjak dari tempat duduk nya dan langsung mencecali istri nya dengan banyak pertanyaan.
" Nazhwa, gimana perasaan kamu sekarang? Di mana yang sakit? Apa di sini?"
Andre mengusap bagian punggung bawah Nazhwa.
"Kamu mau makan apa? Nanti aku belikan terus nanti aku suapin kamu ya. Atau kamu mau makan ketoprak? Kamu suka ketropak kan? Aku belikan sekarang ya."
Nazhwa hanya menggeleng lemah sembari berusaha tersenyum dengan kesusahan.
"Mi-num." Satu kata itu berhasil lolos di ucapkan Nazhwa, dan Andre pun dengan cepat mengambilkan air minum untuk istri nya lalu membantu Nazhwa untuk duduk.
Nazhwa hanya minum sedikit.
"Lagi?" Tanya Andre.
Nazhwa menggeleng pelan.
__ADS_1
Andre pun membaringkan kembali tubuh Nazhwa, lalu ia juga kembali duduk di tempatnya dan lagi, ia menggenggam tangan Nazhwa dengan erat bahkan menaruh tangan Nazhwa di pipi nya dan Nazhwa dapat meraskan kehangatan di tangan nya yang dingin bersentuhan dengan pipi Andre.
"Kenapa selama ini kamu berpura-pura kuat di depan aku? Kenapa kamu gak bilang kalau selama ini kamu sedang sakit?" Andre berucap dengan mata terpejam sambil merasakan dingin tangan Nazhwa yang ia tempelkan di pipi nya.
Andre membuka mata nya, ia langsung berdiri begitu melihat cairan bening di sudut mata Nazhwa. Ia mengusap lalu mengecup mata Nazhwa. Nazhwa pun memejamkan mata ketika bibir Andre berpindah mengecup kening nya.
"Mas," Panggil Nazhwa dengan lirih. Tenggorokannya terasa sedikit lega setelah habis minum.
Andre pun menjauhkan bibir nya dari kening Nazhwa, lalu berpindah menatap istri nya dengan lekat dan dengan jarak yang sangat dekat bahkan hidung mereka nyaris bersentuhan.
"Ada apa?" tanya Andre dengan pelan.
"Aku minta maaf, karena telah berusaha menghindari Mas. Seharusnya aku mendengar penjelasan Mas Andre dulu." ujar Nazhwa.
"Kamu tidak perlu meminta maaf, karena ini semua memang salah ku. Aku sudah salah karena menutupi semua nya dari mu, dan aku juga sangat salah karena tidak memberi tahu pada mu tentang alasan ku menikahi mu."
Nazhwa terhenyak mendengar ucapan terakhir suami nya. Ia menatap Andre dengan penuh tanya.
Alasan apa? Jadi ia di nikahi karena sebuah alasan.
"Tapi kamu harus janji dulu, setelah aku menceritakan semua nya kamu tidak boleh meninggalkan aku?"
Nazhwa mengangguk pelan meski nampak ragu karena ia ingin tahu apa alasan Andre menikahi nya.
__ADS_1
Andre pun kembali duduk di tempatnya semula, namun tangan nya masih menggenggam tangan Nazhwa dengan erat.
Andre menghela nafas panjang sebelum ia menceritakan pada Nazhwa tentang amanah Shalwa sebelum menghembuskan nafas terakhir nya.
((("Ndre, kalau aku gak selamat, kamu mau kan janji sama aku, jagain adik aku ya, Ndre. Nikahin dia, jaga dan sayangi dia seperti kamu mencintai dan menyayangi aku. Aku sangat menyayangi adikku, Ndre." dengan suara yang parau, Shalwa berucap semampunya. Anggap saja ini adalah amanah jika ia benar-benar tak bisa diselamatkan.
"Enggak Shalwa, kamu jangan berbicara seperti itu. Kamu pasti akan baik-baik saja." Andre menitihkan air matanya.
"Namanya Nazhwa, fotonya ada didalam laci meja kerja ku." ucap Shalwa lagi yang membuat Andre menggelengkan kepalanya.
"Ndre..." Shalwa pun kehilangan kesadarannya yang membuat Andre berteriak histeris hingga ia pun juga tak sadarkan diri.)))
Air mata Nazhwa seketika jatuh setelah Andre menceritakan alasan nya menikahi diri nya. Dan ternyata itu karena amanah dari almarhumah kakak nya, namun rasa nya ia tidak bisa mempercayai itu semua.
"Kamu pernah bilang kan, ingin mencari laki-laki yang bersama kakak mu saat terjadi kecelakaan itu karena ingin menanyakan apakah ada pesan terakhir yang di sampaikan oleh kakak mu. Dan amanah itu adalah yang di ucapan Shalwa sebelum dia menghembuskan nafas terakhir nya.
"Kamu bohong, Mas. Kak Shalwa tidak mungkin mengatakan itu, Kak Shalwa selalu memastikan agar aku bahagia dan tidak mungkin Kak Shalwa membiarkan aku terluka menikah dengan mu."
Andre merasa tertampar dengan ucapan Nazhwa. Ia tahu jika Shalwa berpesan seperti itu karena ingin adik nya juga bahagia mendapatkan kasih sayang dan cinta yang sama dari nya. Namun, justru ia memperlakukan Nazhwa berbanding terbalik dengan apa yang di harapkan Shalwa pada nya.
"Aku tidak berbohong, sungguh aku tidak berbohong. Aku mengatakan yang sebenarnya, Nazhwa."
Namun Nazhwa menggelengkan kepala nya merasa tak percaya dengan apa yang di ceritakan oleh Andre, ia berusaha menarik tangan nya dari genggaman Andre, namun Andre tak membiarkan tangan nya terlepas.
__ADS_1
"Aku mohon jangan seperti ini, Nazhwa. Aku sudah berjanji akan belajar mencintai mu, dan kau juga sudah berjanji tidak akan meninggalkan aku apa pun yang terjadi."