DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 28.


__ADS_3

Dengan lancang Alex mencengkram pergelangan tangan sekertaris Nanda sehingga dokumen yang dibawanya jatuh tercecer di lantai.


"Katakan, apa yang Andre berikan pada mu sehingga kau dengan bodohnya menjadi budak Pria beristri. Aku bisa memberikan yang lebih dari Andre, dan satu hal yang harus kau tahu aku masih lajang, sangat cocok dengan mu yang juga masih lajang." ucap Alex dengan begitu penuh percaya diri.


"Anda salah paham Tuan Alex, saya dan Pak Andre tidak seperti yang Anda pikirkan." Sekertaris Nanda menarik kuat tangan nya dari cengkeraman Alex, dan setelah mengambil dokumen yang terjatuh di lantai ia segera pergi dari hadapan Alex.


"Lihat saja nanti, kau akan berpindah ke dalam pelukan ku." ucap Alex tersenyum menyeringai menatap langkah sekertaris Nanda yang mulai menjauh. Ia benar-benar mengira jika Andre dan sekertaris Nanda memiliki hubungan sama seperti Shalwa dulu.


Alex pun pergi meninggalkan perusahaan Andre karena memang ia tak ada keperluan lain selain hanya untuk menemui sekertaris Nanda.


Sementara itu sekertaris Nanda yang baru saja sampai di depan ruangan Andre, mengatur nafas nya sambil melihat ke arah belakang takut-takut Alex nekat menyusul nya ke ruangan Andre dan berbicara yang tidak-tidak di depan Nazhwa.


Setelah memastikan jika Alex tak mengikuti nya, sekertaris Nanda pun mengetuk pintu ruangan atasan nya itu.

__ADS_1


"Masuk," ucap Andre dari dalam ruangan.


Nanda pun membuka pintu, dan tatapan nya langsung tertuju pada Nazhwa yang juga menatap ke arah nya.


"Bu Nazhwa, bagaimana keadaan Ibu? Ginjal Bu Nazhwa bai,


"Nanda nanti kamu ikut makan siang bareng kita ya, aku bawa makanan dari rumah." ucap Nazhwa cepat menyela ucapan sekertaris suami nya itu.


Nanda yang baru tersadar dengan ucapan nya barusan langsung menoleh menatap Andre yang sedang fokus pada benda lipat nya, ia bernafas lega karena seperti nya Andre tak mendengar ucapan nya tadi. Ia pun melangkah ke meja atasan nya itu lalu meletakkan dokumen yang dibawanya di atas meja.


Dan seperti nya Andre memang tak mendengar nya, karena Andre pun tak merespon ucapan nya saat meletakkan dokumen itu di atas meja.


"Pak, ini dokumen yang Pak Andre minta." ucap nya lagi.

__ADS_1


Andre terkesiap, ia baru mendengar ucapan sekertaris nya itu.


"Oh iya, terima kasih." ucap Andre namun tatapan nya masih tertuju pada benda lipat nya.


Sekertaris Nanda pun melangkah ke arah sofa di mana Nazhwa sedang duduk.


Nazhwa meminta gadis itu duduk di samping nya.


"Bu Nazhwa, maaf ya tadi saya hampir keceplosan." ucap Nanda pelan sambil melirik ke arah Andre.


"Iya gak apa-apa, beruntung Mas Andre seperti nya tidak mendengar. Lain kali kamu jangan ulangi lagi, kamu harus lebih berhati-hati lagi. Atau kalau perlu kamu lupa kan kalau aku sedang sakit supaya kamu tidak keceplosan lagi seperti tadi." ujar Nazhwa memperingati.


Sekertaris Nanda mengangguk kan kepala nya. " Iya Bu, lain kali saya tidak akan keceplosan lagi dan akan lebih berhati-hati terutama di saat ada Pak Andre." ucap Sekertaris Nanda.

__ADS_1


Nazhwa menanggapi nya dengan senyuman, entah apa yang terjadi jika Andre mendengar ucapan sekertaris Nanda, ia merasa belum waktu nya untuk memberitahu Andre tentang penyakit ginjal yang di derita nya.


__ADS_2