
Ijab kabul pun di mulai. Dengan satu kali tarikan nafas Alex mengucap kalimat ijab kabul itu dengan lantang. Nanda langsung mengusap wajahnya serta mengucap syukur dalam hati, kini status nya telah berubah menjadi seorang istri.
Ayah dan ibu langsung memeluk putri tunggal mereka itu yang telah menyandang status seorang istri, begitupun Alex yang juga di peluk oleh kakak dan iparnya.
"Sekarang kamu sudah jadi seorang suami, hentikan semua kebiasaan buruk mu itu. Tanggung jawab mu sangat besar sebagai seorang Suami." Bisik kakak Alex.
"Yang di bilang Kakak mu itu benar, Lex. Sebagai seorang Suami harus selalu menjaga perasaan istri, jangan pernah kamu menyakiti istri kamu." Sahut iparnya juga berbisik.
"Kalian tenang saja. Aku sudah memutuskan menikah dan itu artinya aku ingin berubah. Semenjak mengenal Nanda, aku tidak pernah lagi melakukan kebiasaan ku yang kalian anggap buruk. Karena aku sudah mempunyai yang halal yang bisa aku nikmati setiap hari." Balas Alex juga berbisik.
Kakak dan ipar Alex terkekeh mendengar ucapan adik nya itu, mereka berdua menghadiahi kecupan di pipi Alex lalu mengurai pelukan mereka.
"Jangan menangis, ini hari bahagia mu. Seharusnya kamu senang bukan menangis." Ibu mengusap air mata Nanda yang semakin deras mengalir.
Nanda tergugu, perasaannya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Terlalu bahagia dan juga sedih karena setelah ini ia tidak akan tinggal bersama ayah dan ibu nya lagi.
Melihat istrinya menangis, Alex pun mendekat lalu mengusap punggung Nanda.
"Hei, kenapa kau menangis? Apa kau tidak bahagia dengan pernikahan kita?" Tanya Alex dengan berbisik. Wajahnya yang sebelumnya memancarkan kebahagiaan, terlihat khawatir melihat istrinya menangis karena ia berpikir Nanda tidak bahagia dengan pernikahan nya sehingga menangis seperti itu.
__ADS_1
"Bukan seperti itu, justru aku terlalu bahagia sampai aku menangis seperti ini." Jawab Nanda juga berbisik.
Alex langsung bernafas lega mendengar jawaban Nanda.
Beberapa saat kemudian setelah selesai ijab kabul. Alex dan Nanda pun di tuntun oleh Nazhwa dan Andre menuju pelaminan. Alex duduk dengan gagah nya, dan Nanda dengan anggun nya sedikit tersipu malu karena banyaknya pasang mata para tamu undangan terus menatap mereka.
Acara berlangsung dengan meriah nya. Beberapa tamu undangan yang merupakan kolega Alex naik ke atas pelaminan untuk sesi berfoto bersama kedua mempelai, dan juga mengucapkan selamat kepada sepasang pengantin baru itu.
"Selamat ya Pak Alex, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Dan segera di beri momongan."
Alex dan Nanda saling melirik kemudian tersenyum.
"Istri Pak Alex sangat cantik dan juga masih sangat muda. Jangan di sia-siakan ya Pak Alex." Sahut salah satu koleganya yang banyak tahu tentang kebiasaan Alex.
Alex hanya menanggapi dengan senyuman, karena koleganya itu turut serta setiap kali ia bersenang-senang bersama wanita sewaan mereka.
Beberapa saat acara berlangsung, kini giliran keluarga yang berfoto bersama kedua mempelai.
Ayah dan ibu bersama Adam dan di bantu oleh dokter Heni yang mendorong kursi roda yang di duduki Adam, beserta kakak dan ipar Alex. Kemudian giliran Nazhwa bersama Andre.
__ADS_1
Beberapa jam berlalu, satu persatu para tamu undangan meninggalkan aula tempat acara pernikahan Alex dan Nanda berlangsung.
"Kami pulang dulu." Ucap Nazhwa sembari memeluk Nanda.
Saat Nazhwa akan mengurai pelukannya, Nanda malah menarik nya kembali dan bertanya sesuatu dengan berbisik.
"Bu Nazhwa, apa ada tips untuk melewati malam pertama?" Tanya Nanda yang membuat Nazhwa menganga. Ia sama sekali belum mempunyai pengalaman untuk itu jadi ia tidak tahu harus menjawab bagaimana pertanyaan Nanda.
"Pokoknya kamu harus rileks aja, gitu." Jawab Nazhwa sekenanya, lalu mengurai pelukannya dari tubuh Nanda.
Begitupun Alex yang juga bertanya hal serupa pada Andre. Namun Andre langsung menepuk dengan keras pundak Alex karena menurutnya Alex malah sudah lebih berpengalaman untuk hal itu.
"Hei, ini adalah pertama kali untuk untuk ku soal gadis perawan. Kau tahu sendiri kan? Wanita bayaran itu mana ada yang masih perawan."
Andre hanya mendelik, kemudian meninggalkan Alex. Bukan karena tak suka dengan pertanyaan Alex, namun karena ia juga tidak tahu harus menjawab apa. Karena hingga saat ini istrinya sendiri masih perawan.
"Nazhwa, ayo kita pulang."
Nazhwa langsung mengangguk dengan antusias, terlebih setelah Nanda bertanya soal malam pertama membuat ingin segera pergi dari sana.
__ADS_1