
"Makasih ya Bu Nazhwa udah repot-repot mau masakin untuk aku." Ujar Nanda yang berdiri di samping Nazhwa, memperhatikan istri mantan atasan itu memasak makanan yang di inginkan nya.
Nazhwa tersenyum, tangannya sibuk berkutat dengan panci dan spatula.
"Iya, sama-sama. Nama nya juga permintaan bayi ya harus di turuti. Ngomong-ngomong selamat ya sebentar lagi kamu bakalan jadi Ibu." Ucap Nazhwa.
"Iya Bu," Nanda mengerucutkan bibirnya. "Tapi gak enak banget setiap pagi aku muntah-muntah dan pusing."
"Tapi itu gak akan lama kok, melewati trimester pertama mual dan muntah nya akan hilang sendiri." Tutur Nazhwa.
Nanda mengulas senyum, ia diam sambil memperhatikan Nazhwa yang masih sibuk dengan acara memasak nya.
"Coba deh Bu Nazhwa udah hamil juga. Pasti seru tuh kita hamil nya barengan."
Seketika wajah Nazhwa berubah sendu, namun dengan cepat ia menyamarkan dengan senyum tipis di bibirnya.
"Nanti deh, kalau kamu hamil lagi baru kita barengan." Ujar Nazhwa dengan terkekeh pelan.
Beberapa saat kemudian, Nazhwa pun telah selesai dengan masakan nya. Setelah menyajikan ia dan Nanda langsung menuju ruang tengah di mana suami mereka berada.
.
.
.
Di ruang tengah, Alex dan Andre sedang membicarakan soal pekerjaan sembari menunggu istri mereka selesai di dapur. Beberapa saat hening hingga Alex kembali membuka suara karena merasa penasaran dengan sekertaris yang menggantikan Nanda.
"Kalau boleh tahu, gimana dengan sekertaris kamu sekarang? Apa dia gigih seperti Nanda?" Tanya Alex. Ia ingat betul saat pernah menemani Nanda bekerja, istrinya itu dengan cekatan menyelesaikan semua pekerjaan nya.
Andre tersenyum samar, sekertaris baru nya sedikit membuat nya pusing karena masalah jadwal saja masih sering lupa, dan alhasil ia sering telat menghadiri rapat bahkan pernah tidak datang karena sekertaris baru nya lupa memberi tahu nya.
__ADS_1
"Lumayan merepotkan." Jawab Andre.
Merepotkan bagaimana? Eh tapi dia cantik kan?" Tanya Alex lagi sambil menaik turunkan alisnya.
"Siapa yang cantik, hum?''
Alex seketika tercengang kaget karena tiba-tiba Nanda sudah duduk di sampingnya.
"Eh sayang, udah selesai masaknya?" Ujar Alex dengan tersenyum kaku.
"Ayo bilang siapa yang cantik? Lagi ngomongin cewek yang mana? Awas ya kalau macam-macam aku pulang aja ke rumah Ibu dan Ayah!"
Alex langsung meneguk saliva nya dengan bersusah payah. Sementara Nazhwa dan Andre saling melirik dengan menahan senyum.
"Alex tadi nanyain sekertaris baru aku cantik apa enggak." Celetuk Andre yang langsung membuat Alex melebarkan matanya.
Nanda pun langsung menyerang suami nya itu dengan cubitan yang bertubi-tubi di sekujur tubuhnya.
"Aw aw aw, Sayang udah sakit." Alex terus mengusap bagian tubuh nya yang terkena cubitan, namun Nanda tak mau menghentikan aksinya itu.
"Jahat ya, masih belum berubah rupanya!"
"Enggak Sayang bukan gitu, tadi aku cuma nanya aja takutnya Andre tergoda sama sekretaris baru nya."
"Bohong! Aku tahu betul bagaimana Pak Andre, dia gak pernah main perempuan kayak kamu!" Ujar Nanda menatap Alex dengan tajam.
"Mas, ayo hentikan mereka. Kasihan loh Nanda lagi hamil." Bisik Nazhwa.
"Biarin aja dulu, kapan lagi dapat tontonan gratis." Ujar Andre.
"Mas...
__ADS_1
"Iya, iya." Andre pun berdehem. "Nanda, kamu gak perlu khawatir ya, sekertaris baru ku itu laki-laki kok. Jadi mana mungkin Alex akan suka." Ujar Andre sembari menahan senyum.
Nanda pun seketika berhenti menyerang suaminya dengan cubitan, dan Alex langsung merasa lega namun juga tercengang karena ternyata sekertaris Andre itu laki-laki.
"Ya udah tuh makan udah dimasakin, nanti keburu dingin gak enak lagi. Jauh-jauh loh kita kesini." Alex memanyunkan bibirnya sambil terus mengusap bagian tubuhnya bekas cubitan Nanda.
Nanda menyengir kuda lalu menarik piring yang berisi makanan yang di masak Nazhwa.
.
.
.
"Kami pamit pulang ya, sekali lagi terima kasih ya Bu Nazhwa udah repot-repot masakin untuk aku." Ujar Nanda tersenyum.
Nazhwa pun telah, "Iya, kamu beruntung karena Dokter Heni udah ngizinin aku buat beraktivitas sedikit-sedikit, kalau enggak mau nangis pun aku gak bakal masakin." Ucap Nazhwa.
"Alhamdulillah, anak aku nanti gak akan ngences." Sahut Alex.
Setelah mobil Alex sudah meninggalkan pelataran rumah nya, Andre pun merangkul pinggang Nazhwa mengajak istrinya itu masuk ke rumah.
"Mas, mau makan gak? Tadi masi ada tuh sisa di dapur abis masakin buat Nanda." Tanya Nazhwa.
Andre mengulas senyum sambil mengangkat sebelah alisnya. "Mau makan kamu aja." Ujarnya lalu mengedipkan sebelah matanya.
Nazhwa tersipu, ia langsung berjalan menuju dapur mengambil makanan untuk suaminya.
Andre pun menyusul istrinya menuju dapur, "Iya deh aku mau makan biar tenaga aku kuat nanti malam." Ujar setelah berada di dapur.
Nazhwa yang sedang menyajikan makanan ke dalam piring hanya tersenyum sambil menggeleng pelan kepalanya.
__ADS_1