
Di depan bagian administrasi, dokter Heni, Andre dan Sekertaris Nanda benar-benar tampak kebingungan saat ini. Dan beberapa saat kemudian Andre terpikirkan sesuatu dan ini adalah cara terakhir untuk mencari keberadaan Nazhwa.
"Tolong beri tahu saya, di mana ruangan CCTV?" tanya Andre pada petugas administrasi.
Sekertaris Nanda dan dokter Heni serentak langsung menoleh menatap Andre karena mereka sama sekali tidak terpikirkan soal itu.
Setelah petugas administrasi memberi tahu pada Andre di mana ruangan CCTV berada, Andre, dokter Heni dan Sekertaris Nanda langsung pergi menuju ruangan CCTV itu.
Andre memperlihakan foto Nazhwa pada petugas CCTV, dan meminta nya untuk memeriksa setiap sudut rumah sakit. Andre, dokter Heni dan Sekertaris Nanda tak lepas menatap layar monitor yang memperlihatkan setiap tempat di di rumah sakit itu, namun mereka tak mendapati ada Nazhwa yang keluar dari rumah sakit yang terekam CCTV.
"Pak, ini sudah keseluruhan rekaman CCTV hari ini sejak pagi." ujar petugas CCTV itu.
"Pak, apa di rumah sakit ini ada jalan keluar yang tidak memiliki CCTV?" tanya Andre yang benar-benar sudah tampak frustasi.
"Tidak ada, Pak. Setiap tempat di rumah sakit ini memiliki masing-masing kamera CCTV. Bapak tadi juga sudah melihat sendiri rekaman sampai di luar rumah sakit." jawab petugas CCTV itu.
__ADS_1
Saat Andre dan petugas CCTV itu mengobrol, dokter Heni terus menatap layar monitor, dan kening nya mengkerut melihat dokter Adam keluar dari rumah sakit dengan berjalan kaki hingga tak terjangkau lagi dengan kamera CCTV, dan tak lama kemudian seorang yang memakai sweater dan kepala nya tertutup topi sweater tersebut juga berjalan keluar dari rumah sakit, tapi jika dilihat pakaian bawah nya dokter Heni tahu jika itu adalah perempuan karena memakai terusan panjang.
Namun, fokus dokter Heni hanya tertuju pada teman nya. 'Dokter Adam mau kemana? Kenapa jalan kaki?' tanya dokter Heni dalam hati.
"Pak, tolong coba periksa sekali lagi, pasti ada yang terlewat karena tidak mungkin tidak ada satu pun kamera CCTV yang memperlihatkan istri saya keluar dari rumah sakit jika seluruh sudut rumah sakit ini memiliki kamera CCTV." ucap Andre dengan sedikit memaksa.
"Maaf, Pak. Tapi kita semua sudah melihat nya sendiri dan tidak terlihat keberadaan orang yang Bapak cari itu."
Andre menggebrak meja yang membuat semua di ruangan itu terkejut.
"Bagaimana saya bisa tenang, Nanda. Sementara kita tidak tahu di mana Nazhwa berada saat ini." Andre mengusap wajah nya dengan kasar lalu melangkah keluar dari ruangan CCTV itu.
Sekertaris Nanda segera menyusul atasan nya itu, sementara dokter Heni langsung menuju ruangan dokter Adam.
"Pak, apa mungkin Bu Nazhwa pulang ke rumah orang tua nya?" ujar Sekertaris Nanda saat sudah berhasil mengejar Andre.
__ADS_1
Andre menghentikan langkah nya, tanpa berpikir panjang ia langsung mengeluar ponsel nya dan mencoba menghubungi mertua nya.
"Assalamualaikum, Yah." Ucap Andre setelah sambungan telephone nya terhubung.
"Waalaikumsalam, Nak Andre.Tumben menelpon, kamu dan Nazhwa baik-baik saja kan?" tanya ayah mertua nya di ujung telephone.
Dan Andre langsung menghela nafas lesu mendengar pertanyaan ayah mertua nya itu, karena itu arti nya Nazhwa tidak pulang ke rumah orang tua nya.
"Alhamdulillah baik. Ayah dan Ibu juga bagaimana, sehat?" tanya Andre.
"Alhamdulillah, Nak, Ayah dan Ibu sehat. Kalian kapan main kemari lagi?"
"Nanti kalau ada waktu, Andre dan Nazhwa akan main ke sana lagi Yah. Andre tutup telephone nya dulu Yah, Assalamualaikum."
Di seberang sana, Ayah nya Nazhwa menatap layar ponsel dengan kening mengkerut karena ini adalah pertama kali menantu nya itu menelpon.
__ADS_1
"Nazhwa tidak ada di rumah orang tua nya." ucap Andre lalu menyimpan kembali ponsel nya.