DINIKAHI KARENA AMANAH

DINIKAHI KARENA AMANAH
BAB 45.


__ADS_3

Andre menatap Alex dengan menyelidik, ia tahu betul bagaimana seorang Alex pria arrogant yang suka bergonta-ganti teman kencan. Namun, apa yang Andre lihat hari ini dari wajah Alex, laki-laki itu nampak serius dan ucapan nya terdengar tulus.


"Hei ayolah, Andre. Aku juga ingin menikah seperti mu, ada yang mengurus ku di rumah. Memasak untuk ku dan menyiapkan segala keperluan ku. Aku sudah bosan hidup sendiri." ujar Alex yang langsung membuat Andre tersenyum sinis.


"Bagaimana kau bisa mengatakan hidup sendiri, sementara semua kolega bisnis kita tahu jika seorang Alex di kelilingi oleh wanita-wanita cantik dan seksi." ucap Andre dengan nada mengejek.


Alex menghela nafas sambil melonggarkan sedikit dasi nya. "Yah itu memang betul, tapi kau sendiri kan mereka itu hanya menjadi penghibur menemani aku yang kesepian ini." ujar Alex dengan lirih. "Dan asal kau tahu aku sudah menyingkirkan mereka semua semenjak aku bertemu sekertaris mu, aku langsung jatuh hati saat pertama kali melihat nya. Dia membuat tidur ku tak nyenyak karena selalu terbayang wajah nya." sambungnya.


Andre merasa jengah mendengar ucapan Alex, "Kata-kata seperti itu memang sangat mudah di katakan oleh seorang buaya darat seperti mu." ketus Andre.


Alex mendengus, "Percuma aku bicara panjang lebar karena kau juga tidak akan percaya. Sekarang berikan foto dan nomor ponsel istri mu, aku akan buktikan jika ucapan ku tulus."


Andre tak bergeming, ia masih terus menatap Alex dengan menyelidik. Tak bisa percaya begitu saja pada Alex karena yang akan menjadi korban nya adalah sekertaris nya sendiri, Nanda.


Melihat Andre hanya diam saja, Alex pun memutar bola matanya mencari-cari sesuatu di meja Andre, hingga tatapannya tertuju pada sebuah foto yang berdampingan dengan ponsel Andre.

__ADS_1


Alex langsung saja mengambil foto itu dan ponsel Andre, yang membuat Andre terkejut.


"Hei kembalikan itu foto istriku." Andre hendak merebut kembali foto Nazhwa namun Alex dengan cepat berdiri dari tempat duduknya.


"Ouuhh, jadi ini istrimu? Hem, dia bahkan lebih cantik dari pada Shalwa, kau sangat beruntung Andre. Dulu kau memacari Kakak nya dan sekarang kau memperistri Adik nya." ujar Alex lalu menatap Andre dengan tersenyum dan sebelah alis nya terangkat.


"Asal kau tahu aku sangat ingin membunuh mu saat itu, jika saja Shalwa tidak terus mencegah ku." ucap Andre dengan tatapan nyalang.


Alex sedikit bergidik melihat tatapan Andre seolah ia takut, namun ia memilih untuk tidak menanggapi toh kejadian itu juga sudah lama dan Shalwa juga sudah tidak ada. Yang terpenting sekarang adalah melakukan misi pencarian nya dan setelah itu bagaimana berusaha mendapatkan gadis pujaannya.


"Hei katakan siapa nama istri mu?" tanya Alex sambil memeriksa deretan kontak telepon.


"Nazhwa." jawab Andre dengan singkat.


"Nama yang bagus." ujar Alex, dan ia menarik sudut bibirnya nya sambil berdecak setelah menemukan nomor Nazhwa. "Ck, kau itu tidak ada romantis-romantis nya, nomor telepon istri mu sendiri hanya kau beri nama nya saja. Padahal panggilan sayang itu banyak kenapa kau tak memanggil istri mu dengan salah satu nya, misalnya my beloved wife atau my honey." celoteh Alex, lalu mengembalikan ponsel Andre setelah menyalin nomor Nazhwa ke ponselnya.

__ADS_1


"Aku pergi dulu, dan kau duduk manis saja menunggu kabar dari ku. Aku akan membawakan istri mu pulang kembali ke pengakuan mu, eh maksudnya ke pelukan mu." ujar Alex sambil terkekeh. "Dan ingat! Setelah istri mu kembali kau harus menggelar pesta pernikahan untuk ku dan sekertaris mu itu." ujar Alex masih dengan terkekeh lalu segera keluar dari ruangan Andre.


Setelah pintu yang baru saja di lewati Alex tertutup, Andre kembali menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya. Ia baru mengetahui sisi lain Alex yang ternyata cukup humoris. Jika Alex benar-benar bisa berubah, mungkin ia akan mempertimbangkan soal permintaan Alex itu. Namun yang terpenting sekarang adalah mencari keberadaan Nazhwa, dan ia sedikit lega sekarang karena ada Alex yang akan membantu nya mencari Nazhwa.


Sementara itu Alex yang baru saja keluar langsung tersenyum manis karena ternyata gadis pujaannya masih berada di depan ruangan Andre.


"Hei, apa kau menunggu ku?" tanya Alex yang langsung membuat sekertaris Nanda sedikit gelagapan.


"Ti-tidak, siapa yang juga menunggu mu. Jangan ge'er." jawab sekertaris Nanda dengan sedikit terbata.


"Buktinya kau masih di sini, itu artinya kau menunggu ku kan?"


Sekertaris Nanda tak menanggapi, ia langsung pergi begitu saja dari hadapan Alex.


"Dasar, aku tahu kau juga pasti suka pada ku kan? Hanya saja kau malu mengatakan nya." gumam Alex sambil menatap langkah sekertaris Nanda yang mulai menjauh.

__ADS_1


__ADS_2