Dunia Lain

Dunia Lain
Ilusi Siluman Rubah - Episode 12


__ADS_3

Setelah berisap siap, mereka masing masing di berikan pusaka oleh Asih, kecuali andre, Siluman pohon, siluman rubah, dan penunggu sungai. Karena mereka masing masing sudah memiliki senjatanya masing masing, kemudian mereka pergi menunju ke sebuah kuil kuno tempat Farwani berada.


Di perjalanan Suhu di sana sudah semakin menurun karena, beberapa hari lagi akan terjadi gerhana matahari.


" Brrrrrrrr, kenapa hari ini dingin sekali. Padahal masih siang " Ujar Adith.


" Sudah pasti kan 2 hari lagi akan terjadi gerhana matahari, di tambah kita yang semakin menuju puncak gunung membuat suhu semakin rendah " jelas sinta sambil berjalan.


Di perjalanan mereka hanya mendengar suara angin berembus dan suara suara daun bergesekan, selain itu tidak terdengar suara hantu / siluman lain di gunung itu.


" Apakah kalian merasa aneh? " Ujar Andre.


" Aneh gimana? " Tanya Keiya.


" Bukankah ini terlalu sepi? Di tambah ini juga sudah mah hujan "


" Benar juga "


Kemudian tidak lama kemudian Angin kencang bertiup seakan akan memperingati mereka tentang bahaya di depan mereka, Tiba tiba Asih meminta mereka bersembunyi.


" Angin ini bukan angin biasa, Semuanya ikuti aku kita harus sembunyi " Kemudian mereka pun bersembunyi di semak semak yang tidak jauh dari tempat mereka berjalan.


" Ada apa nek? " Tanya Dimas.


" Diam dulu "


Wuuussssshhhhhhhh.........


Tiba tiba mereka melihat ada perempuan yang memakai pakaian serba putih. Tampak seperti kuntilanak, tapi jika di lihat kembali ternyata itu adalah siluman Angin gunung yang di kirim farwani untuk mencari mereka semua.


" Siapa itu? " Tanya Adith


" Sepertinya itu Siluman Angin gunung " Ujar siluman pohon.


" Dari mana kamu mengetahui itu? " tanya siluman rubah.


" Kamu lihat saja di rambutnya ada 3 lonceng, salah satu lonceng itu adalah pusakanya "


Kemudian setelah siluman angin itu pergi mereka diam diam keluar dari persembunyian dan segera pergi karena mereka tidak ingin membuang buang waktu lagi.


" Ayo semuanya cepat sebelum dia kembali lagi " Ujar Dimas pelan pelan sambil berlari.


Jika mereka ingin pergi ke kuil tempat farwani berada mereka harus melewati 3 buah kuil agar bisa menghancurkan penghalang di kuil utama, tapi ternyata kuil itu kelihatan nya di jaga karena mereka melihat ada beberapa hantu seperti lelakut yang menjaga di sekitar sana.


" Anak anak tunggu dulu " Tiba tiba Asih menghentikan mereka semua.


" Ada apa nek? Ada yang salah? " Tanya Dimas.


" Lihat di sana ada lelakut, siluman rubah apakah kamu bisa mengalahkan mereka? Ingat jangan membakarnya hanya mengalahkan mereka saja sudah cukup "


" Baik, kalian semua tunggu di sini sebentar "

__ADS_1


Kemudian Siluman rubah memanjat pohon dan pergi menuju tempat lelaki itu berada, Kemudian Siluman rubah, membuat kabut agar semua lelaki itu tidak dapat melihatnya.


" Baiklah, aku akan memotong motong mereka semua agar tidak mudah di ketahui " Kemudian siluman rubah pun memanjang kan kukunya dan membuatnya agar seragam munking agar ia bisa memotong semua lelakut itu menjadi tumpukan jerami dalam sekali cakar.


Clingggg...... Clinggggg.. Clliingggg...


Siluman rubah pun memotong semua lelakut itu dan segera menghilangkan kabut agar ia bisa melihat, ternyata di kuil itu ada siluman angin gunung yang telah menunggu nya.


" Wahhh.... Ternyata Rubahnya masuk perangkap, apakabar "


" Untuk apa kamu menanyakan kabar ku? sebaiknya kamu menanyakan kamarmu setelah aku bakar " Kemudian Siluman rubah pun mengeluarkan pusakanya yang berupa sebuah kipas yang bisa mengeluarkan api jika di kipaskan.


" Untuk apa kamu membakar ku? "


" Diam saja kamu!!! " Kemudian Siluman rubah menggunakan pusaka nya dan membuat beberapa tempat di sekitarnya terbakar.


" Nek apakah kita harus membantunya? " Tanya dimas.


" Tenang saja, lebih baik kita tidak menggangunya agar ia bisa bertarung dengan tenang " Ujar Asih.


Kemudian dari pertarungan mereka ada beberapa pohon yang terbakar karena, terkena api dari kipas siluman rubah.


" Baiklah jika begini aku akan menggunakan lonceng ku saja, karena saya sudah bosan bermain dengan mu "


Kemudian Siluman Angin itu membunyikan loncengnya.


Cliningg.. Clining.... Clininnggggg....


" Miraiii? Apakah itu namanya? " Ujar siluman pohon dalam hati.


Kemudian pertarungan mereka berlanjut, tapi sepertinya pertarungan kali ini akan sulit bagi siluman rubah karena ia kalah cepat dari pada siluman angin gunung itu. Karena siluman itu sangat cepat membuat Siluman rubah kesalahan dalam mengatasi nya.


" Sial dia sangat cepat " Ujar siluman rubah dalam hati.


" Heiii, rubah kecil kamu sudah lelah? Pantas saja kamu tidak bisa melindungi nya.. "


" RASAKANNN INII SUDAH KU BILANG JANGAN PANGGIL AKU RUBAH KECILLLLL, AKU TIDAK LEMAH!!!!! "


Secara tiba tiba Siluman rubah langsung memukulnya dengan tangannya sendiri saat Siluman Angin itu sedang berbicara, kemudian siluman Angin itu menjadi marah dan langsung menyerang siluman rubah.


" KA-MU, BERANI NYA KAMU SEKARANG AKU TIDAK AKAN MAIN MAIN LAGI!!! "


kemudian pertarungan sengit pun terjadi antara kedua siluman itu.


" Saya rasa lebih baik kita menghentikan mereka, Saya takut siluman rubah akan menyakitinya " Ujar Andre.


" Sudah tenang saja, siluman rubah bukan hanya selain kuat tapi ia juga bisa membuat ilusi " Ujar Siluman pohon.


" Apa? Ilusi? "


" Iya, ketika ia memunculkan ke sembilan ekornya maka dan mencakar tangannya, itu akan membuat aroma bunga yang sangat harum. Tapi jika seseorang menghirup nya ia akan masuk dalam ilusi Siluman rubah "

__ADS_1


" Siluman pohon bagaimana kamu bisa tau hal itu? " Tanya Sinta.


" Kamu pikir aku sudah berapa kali terkena ilusinya? "


Kemudian semua orang pun kembali memperhatikan pertarungan yang sangat sengit itu, Berkali kali Siluman Angin menusuk nya dengan tombolnya tapi berkali kali juga siluman rubah dapat menghindar dari serangan itu.


Sampai akhirnya tiba tiba hujan turun dan membuat semua api padam tapi hal itu juga membuat kabut sehingga membuat siluman Angin menjadi lebih unggul karena kecepatan nya.


" Rubahhhh...., Sekarang kamu ingin lari ke mana. Sudah ku bilang jika aku akan mengalahkan mu "


Kemudian siluman Angin melemparkan tombaknya dan mengenai bagian matanya dan menembus bagian kepalanya. Tapiii....


Siluman Angin Gunung


" F-farwani? sejak kapan kamu di sini? "


Siluman aku sangat kagum dengan kerja keras mu, mendekat lah dan akan aku berikan padamu kekuatan dan segera habisi semua anak anak itu.


" Baik, saya akan ke sana "


Clingggg....


" Uhukk!! Uhuuukk!!! Farwani kenapa kamu melakukan hal ini pada ku, bukankah aku sudah menyelesaikan tugas ku " Tiba tiba Fawarni membuat kukunya panjang dan menusuk Siluman Angin Gunung itu.


" Bagaimana apakah aku menang? "


" Rubah tapi bagaimana bisa? "


" Saat aku memukul mu aku telah menggunakan ilusi rubah pada mu dan aku sangat mudah mempermainkan mu, apakah kamu tidak sadar? "


" Dasar kamu rubah licik, Uhukk!!!!! Uhukkk!!! "


" Sudah ku bilang jangan panggil aku Rubah lemah atau kecil atau sebagainya "


Kemudian Siluman Angin itu pun di keliling oleh asap hitam dan kemudian ia menghilang begitu saja, tapi pusakanya tidak menghilang.


" Baiklah kalian sudah boleh keluar, Aromanya sudah aku hilangkan "


Kemudian mereka semua keluar dari tempat mereka bersembunyi.


" Seperti biasa, Sudah ku duga kamu akan menggunakan cara itu " Ujar siluman pohon.


" Yaaaa... mau bagaimana lagi, dia terlalu agresif "


" Siluman rubah cepat ambil pusaka nya, itu bisa saja membantu kita semua " Ujar Asih


" Baik, Akan saya ambil "


kemudian mereka semua masuk ke kuil kecil itu dan melihat ada sebuah roda, mereka pun memutar roda itu dan membuat penghalang itu menjadi lebih lemah dan melanjutkan perjalanan mereka.


Jadi dia sudah gagal ya? baiklah sepertinya setelah ini aku yang akan melawan mereka, Aku tidak sabar melihat wajah mereka yang ketakutan itu. Memikirkan nya saja sudah membuat aku tidak sabar

__ADS_1


To Be Contiune>>>


__ADS_2