Dunia Lain

Dunia Lain
Waktunya pergi - Episode 71


__ADS_3

Keesokan harinya, keadaan semakin memburuk. Angin di sana sudah semakin kencang dan lebih buruk dari pada sebelumnya, dan lebih parahnya Penunggu Sungai masih saja tidak sadarkan diri.


"Gawat sepertinya Farwani sudah memulai rencananya" Ujar Siluman Rakun sambil melihat keadaan di tempat itu.


"Kalau seperti itu sebelum Farwani melakukan hal yang buruk kita harus bertindak cepat, jangan sampai ia berhasil menjalankan rencananya" Ujar Adith yang keluar dengan keadaan yang masih sempoyongan.


"Adith hati hati, apakah kamu baik baik saja? sejak semalam kamu juga kelihatan lemas" Ujar Andre sambil memegang bahu Adith.


"Tenang aku baik baik saja, kaki ku hanya terkilir saat pertarungan" Ujar Adith.


"Apakah kamu yakin?" Tanya Andre curiga.


"Iya, bilang ke Dimas dia. Boleh memiliki senjata milikku" jawab Adith.


"Apa? kamu yang benar saja, jangan bersikap seolah olah kamu akan mati ok" Ujat Andre kesal.


"Aku memang sudah memberikannya senjata milikku, saat kalian pindah aku diam diam memberikannya ke Dimas agar bisa menjadi kenang kenangan. Tapi ternyata Gadis itu langsung datang dan membuat kekacauan, jadi kamu jangan khawatir. Ini hanya terkilir" Jawab Adith.


"Jadi maksud mu.." Saat Andre ingin mengucapkan sesuatu, tiba tiba Dimas muncul di sana dan memberitahukan mereka sesuatu.


"Iya Adith memberikan senjatanya ke aku, hanya itu saja. Kamu lupa aku dan Bagas tidak memiliki senjata, mungkin Bagas memiliki senjata sekarang. Tapi aku masih belum memiliki nya, oleh karena itu aku akan mengembalikan sabit ini ke Adith dan aku juga akan mengambil senjata tombak milik Siluman Angin Gunung yang untungnya di simpan di dekat sini" Jawab Dimas sambil memberikan sambit itu kembali ke tangan Adith.


"Kenapa kamu memberikan itu kembali pada ku? Akan lebih baik kamu mengembalikan nya saat kamu sudah mengambil tongkat tersebut" Jawab Adith sambil duduk si sebuah sisa batang pohon yang tumbang.


"Hanya untuk berjaga jaga jika akan ada yang datang" Jawab Dimas.


"Baiklah, tapi kalian harus berhati hati. Kalian tidak akan bisa tau siapa saja yang berpihak pada gadis itu" Jawab Adith yang kemudian masuk ke dalam tempat warga kota berada dan meninggalkan mereka disana.


"Ada apa dengan Adith? ngomong ngomong apakah kalian tidak merasa curiga? Arwah Hutan hari ini terus bersikap aneh" Ujar Bagas sambil berjalan mendekati mereka semua.

__ADS_1


"Arwah hutan? mereka menampakkan dirinya?" Siluman Rakun pun langsung di buat terkejut, karena tidak biasanya Arwah Hutan sering menampakkan wujud mereka.


"Iya, terutama terhadap anak bernama Ira dan Daihan. Arwah Hutan terus mengikuti mereka" Ujar Bagas sambil menunjuk ke Daihan yang sedang memangku Arwah Hutan.


"Bagaimana bisa? tapi.. jika Arwah Hutan sudah mulai menampakkan dirinya, itu hanya ada satu hal. Farwani sudah mulai mempersiapkan sesuatu yang besar" Jawab Siluman Rakun dengan mata nya yang langsung menjadi tajam.


"Ngomong keanehan apa yang kamu lihat?" Tanya Andre heran.


"Kamu lihat saja sendiri" Jawab Bagas sambil menunjuk ke atas mereka.


Ternyata di atas sudah ada banyak Arwah Hutan yang sedang berada di atas pepohonan, pemandangan itu langsung membuat Andre dan kawan kawannya merinding bukan main. Semua Arwah Hutan yang mereka lihat terlihat sangat aneh mereka terus saja berlarian kemana mana dan terkadang ada dari mereka yang terus memperhatikan mereka.


"Ada apa dengan mereka?" Tanya Keiya terheran heran.


"Entahlah, tapi mungkin kita harus segera pergi dan mulai bersiap siap" Jawab Siluman Rakun sambil berjalan menuju gerbang masuk desa.


"Apakah kami tidak ingin memberitahukan ke mereka jika kamu akan pergi?" Tanya Adith sambil menunjuk ke arah Daihan, Ira, dan Diana.


Kemudian akhirnya mereka pun langsung bergerak keluar dari desa tersebut dan segera menuju tempat pertama kali mereka bertemu dengan Siluman Angin Gunung. Tapi sayangnya di tengah perjalanan mereka melihat sesuatu yang terlihat asing, tapi nyata.


Wuusshhh!!!!


"Suara angin? dari mana itu berasal? sinta apakah kamu memainkan kipas milik mu?" Tanya Dimas khawatir.


"Tidak aku tidak memainkannya" Jawab Sinta sambil menunjukkan kedua tangan miliknya.


"Jadi apa yang membuat suara angin ini?" Gumam Dimas waspada.


Tringg.. tring.. trringg..

__ADS_1


Tiba tiba di dekat mereka muncul suara lonceng yang nyaring, hal itu pun langsung membuat Siluman Rakun mulai terpaku di tempat dan langsung menarik tangan Andre ke belakang sebuah batu yang ada di dekat mereka. Melihat Siluman Rakun yang panik, mereka pun langsung juga ikut masuk ke dalam sana.


"Ada apa Siluman Rubah? apakah..." Andre pun langsung di buat heran saat Siluman Rubah menarik tangannya, tapi saat Andre ingin bertanya. Siluman Rubah malah memintanya untuk diam.


"Shhtt... jangan berisik" Jawab Siluman Rakun berbisik.


Siluman Rakun pun mulai membuat menyamar untuk mereka dengan membuat mereka tidak terlihat untuk sementara. Tapi meski tidak terlihat, suara mereka masih ada dan bisa di dengar oleh orang lain.


"Untuk apa kamu di sini laba laba aneh? tempat mu yaitu di gua tempat Siluman berwujud aneh seperti mu tinggal" Tiba tiba terdengar suara perempuan yang mereka rasa familiar sedang berbicara.


"Oh iya? tapi bagaimana dengan diri mu? kamu saja bisa di tipu Rubah hari itu, masih mau menganggap aku ini rendah?" Di saat itu pula ada seorang laki laki yang membalasnya tapi anehnya suara pria itu juga familiar.


"Jika saja kamu masih hidup, aku sudah mengcongkel mulut mu itu" Jawab wanita tersebut dengan nada mengancam.


"Coba saja, aku tidak peduli meski ingin kamu congkel terus. Aku tidak akan mati"


"Awas saja kamu"


"Aku tidak takut dengan mu, sudah lebih baik kamu pergi saja. Aku ingin menemui seseorang"


"Menemui seseorang ya? apakah itu si sungai?" Tiba tiba suara perempuan yang awalnya terlihat kasar mulai menjadi lembut tapi menakutkan.


"Sudah ku bilang untuk pergi!"


"Kenapa? apakah aku melakukan kesalahan?"


"Aku bilang pergi, atau tidak jaring ku yang akan berbicara dan menutup mulut mu itu"


"Baiklah aku pergi, tapi ingat jika kamu berkhianat maka kamu akan tau akibatnya" Jawab perempuan itu dan langsung meninggalkan pria tersebut.

__ADS_1


Tidak ada satu pun dari mereka yang melihat wujud dari kedua orang tersebut, yang mereka dengar hanya suara mereka. Tapi yang pasti mereka kelihatan memikiki hubungan dan saling mengenal satu sama lain. Sayangnya mereka tidak tahu apakah kedua orang tersebut adalah musuh mereka atau teman mereka, karena sama seperti yang di katakan oleh Adith sebelumnya, tidak ada yang bisa di percaya untuk saat ini.


To be contiune >>>


__ADS_2