Dunia Lain

Dunia Lain
Penelepon misterius - Episode 52


__ADS_3

Malamnya Andre dan Dimas berada di kamar mereka, karena besok merupakan hari minggu. Maka Andre dan Dimas pun ingin tidur lebih larut.


"Kakak apakah kamu bosan? saya bosan sekali" Tanya Andre yang sedang menyusun uang koin yang di milikinya.


"Iya saya juga. Andre, apakah kamu ingin bermain catur?


Karena bosan Andre pun segera mengambil sebuah papan catur yang ada di ruang tamu. Di ruang tamu seperti biasa Asih duduk di sofa sambil menonton sebuah acara di televisi, selain itu Ibu Andre sedang melipat beberapa pakaian sambil menelepon seseorang. Melihat semua orang yang sedang sibuk melakukan sesuatu Andre pun segera mengambil papan catur tersebut dan segera membawanya ke kamarnya.


"Baik kak, ini papan caturnya. Kira kira kita akan memainkannya di mana ya?" Tanya Andre sambil memegang papan catur tersebut.


"Bagaimana jika di balkon? ku rasa itu adalah tempat yang cocok" Ujar Dimas.


"Baik kak" Ujar Andre riang.


Dimas pun langsung membuka pintu balkon dan menyusun meja dan kursi untuk mereka dan akhirnya mereka berdua pun memainkan catur agar tidak kebosanan. Setidaknya sampai ada hal menarik yang terjadi.


...----2 jam kemudian ----...


"Ehh? siapa yang menelepon di jam segini?" Tanya Dimas heran


Di tengah permainan, tiba tiba ada yang menelepon Dimas. Saat di angkat, ternyata itu adalah Ira yang sedang menelepon.


"Ternyata Ira, Andre tolong bilang ke Ira jika aku sedang sibuk"Dimas pun segera memberikan telepon itu ke Andre dan memintanya untuk mengatakan jika ia sedang sibuk.


"Kenapa harus aku kak" kesal Andre.


"Sudah lah, kamu ikut saja" Ujar Dimas sambil memberikan HP miliknya.


Karena di paksa oleh Dimas, Andre pun terpaksa berbohong dan mengatakan kepada Ira bahwa Dimas sedang sibuk dan tidak bisa menjawab telepon darinya. Andre pun dengan segera memjawab telepon tersebut.


"Halo kak Ira, ada apa?" Tanya Andre bingung.

__ADS_1


"Andre nanti besok pukul 03:33 pagi kalian berdua harus segera ke halte dekat Kampus ya, ada hal penting yang aku dapatkan mengenai Ruki " Ujar Ira.


"Lho kenapa sepagi itu kak? apakah tidak bisa jam 9 atau 10 pagi saja?" Ujar Andre heran.


"Sudah ikuti saja, tapi ingat jangan sampai ada yang melihat ini. Aku menemukan sesuatu yang aneh di daerah dekat Kampus kita, intinya kalian berdua ikuti instruksi aku tadi ya... " Dan secara mengejutkan telepon itu pun tertutup.


"Lho sudah selesai?" Ujar Andre terkejut.


"Ada apa Andre? apa yang Ira katakan?" Tanya Dimas keheranan.


"Kata kak Ira besok kita harus ke Halte Depan Kampus pada pukul 03:33 pagi" Ujar Andre dengan nada ragu.


"Lho untuk apa?" Tanya Dimas heran.


"Entahlah, tapi kata Kak Ira ada hal penting yang ia dapatkan mengenai Ruki" Jawab Andre.


Akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk segera tidur agar bisa bangun lebih awal, tapi sayangnya malam itu Dimas sama sekali tidak bisa tidur. Meski sudah mencoba untuk tidur, ia selalu tetap terjaga. Akhirnya ia pun memutuskan untuk duduk di balkon saja sampai mengantuk, saat Dimas memeriksa ke luar balkon, ia hanya melihat rumah rumah tetangga dan beberapa pohon.


Lama kelamaan Dimas pun tidak bisa menahan rasa ngantuk nya dan segera memutuskan untuk tidur. Saat ingin membuka pintu Dimas melihat seseorang yang masuk ke kamarnya dan Andre dan sedang mengacak ngacak kamar itu, tapi seperti biasa Andre akan susah bangun jika sudah tidur sehingga meski sudah tertipu beberapa buku ia masih saja tidur.


"Hei! kamu! kenapa kamu berada di kamar kami? ke sini! jangan kabur!" Dimas pun segera mengejar orang tersebut.


Karena menyadari jika ia sudah ketahuan, orang itu pun segera melarikan diri. Beruntungnya sebelum tidur Andre sudah mengunci pintu sehingga orang itu tidak bisa kabur.


"Mau kemana kamu sekarang hah!" Dimas pun segera melompat dan mencoba menangkap orang tersebut.


Brukk!!


Tapi sayangnya orang itu langsung melompat ke atas kasur Andre, Dimas pun segera berlari ke arah kasur dan saat sudah dekat orang itu malah menghindar dan langsung membuka pintu balkon dan segera pergi.


"Sial, dia cepat sekali. Tapi bagaimana caranya masuk? bukannya aku terus berada di balkon?" Ujar Dimas heran.

__ADS_1


Karena melihat keadaan kamar yang berantakan, Dimas pun langsung membereskan kamarnya dan Andre. Saat tengah membereskan kamar Dimas juga memeriksa apakah ada barang yang hilang, setelah selesai membereskan kamar. Dimas pun langsung tertidur saat ia berbaring di kasur karena lelahan.


Pada pukul 03:00 Andre mendengar suara alarm telepon milik Dimas, karena teringat instruksi Ira Andre pun segera bangun dan tak lupa ia membangunkan Dinas, mereka pun mulai bersiap siap untuk pergi.


Diam diam Andre pun membuka pintu rumah dan segera pergi keluar menuju Halte dekat Kampus. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Diana dan Daihan, mereka berdua kelihatan bingung dan juga sedang membicarakan sesuatu.


"Halo semuanya, kenapa kalian ribut ribut seperti itu?" Tanya Andre heran.


"Jadi seperti ini tadi malam pukul 10 Diana memintaku untuk pergi ke Halte dekat Kampus tapi, Diana malah mengatakan jika aku yang mengajak nya" Ujar Daihan kesal.


"Tidak mungkin, jelas jelas kamu menelepon aku dan mengatakan aku harus ke sini. Ngomong ngomong kenapa kalian berdua ke sini?" Tanya Diana bingung.


"Ira tadi meminta kami ke Halte dekat Kampus" jawab Andre.


"Sudah lah karena tujuan kita sama bagaimana jika kita ke halte itu sekarang?" Ujar Dimas.


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk ke Halte tersebut bersama sama, di halte itu sudah ada Ira yang sedang duduk salah satu bangku di halte tersebut. Mereka pun segera duduk di halte tersebut, tapi di saat itu pula muncul banyak pertanyaan. Saat Andre menanyakan kenapa Ira menelepon mereka, Ira pun terkejut.


"Apa? tidak mungkin aku menelepon kalian, Andre meminta ku ke sini pukul 2 pagi" Jawab Ira.


"Saya tidak bohong kak, ini buktinya" Andre pun segera mengeluarkan HP Dimas dan menunjukkan riwayat telepon nya.


"Lho ini bukan nomor ku" Jawab Ira.


Karena penasaran Daihan dan Diana pun mengeluarkan HP mereka dan melihat riwayat telepon dan teryata benar saja nomor yang menelepon mereka semua merupakan nomor yang sama.


"Semua nomornya sama?" Ujar Diana bingung.


"Iya nomor yang menelepon ku juga sama" Jawab Ira.


"Sebenarnya siapa yang menelepon kami semua?" Ujar Andre dalam hatinya.

__ADS_1


To be contiune >>>


__ADS_2