Dunia Lain

Dunia Lain
Nyanyian yang menakutkan - Episode 59


__ADS_3

Andre pun mulai memasang wajah serius, dalam hatinya ia terus berharap jika semua orang yang ada sedang menuju Gudang Kampus aman aman saja.


Nggaaakkkk!!!!


Tiba tiba saja saat makhluk itu mulai mendekati mereka, tiba tiba makhluk itu berteriak sangat keras. Mengingat nasihat Dimas sebelumnya, Andre pun mulai menutup telinganya. Tapi sayangnya makhluk itu langsung memegang kaki Andre dan langsung melemparkan Andre ke ujung lorong. Karena hal itu Andre pun kehilangan kesadarannya.


"Ahhhhh!!!!"


"Andre!!! chk!! sial makhluk itu cukup pintar" Ujar Dimas kesal.


Makhluk itu pun langsung mulai mendekati Andre dengan cepat dan berniat untuk melakukan sesuatu yang buruk pada Andre. melihat makhluk itu mendekati Andre, Dimas pun segera memberikan serangan pertamanya.


"Tak akan ku biarkan kamu mendekati Andre!!" Dengan gesit Dimas pun langsung melukai bagian punggung makhluk tersebut.


Akkkkhhh!!!!!


"Jika aku terus menyerangnya dia akan tetap berteriak, jika seperti ini terus mau sampai besok aku tidak akan bisa mendekati nya" Ujar Dimas dalam hatinya.


Kemudian Dimas pun mulai mencoba mendekati makhluk tersebut, tapi sayangnya ia tidak bisa mendekat karena jika semakin mendekat dengan makhluk itu maka suara yang ia dengar akan semakin keras.


Hmmm..... hmmm.... hmmm.... hmmm...


Tiba tiba muncul suara alunan lagu yang merdu tapi juga cukup menakutkan, sepertinya lagu itu muncul di seluruh area Kampus dan ketika mendengar nada suara itu Dimas pun merasa familiar dengan suara itu.


"Suara ini... aku rasa pernah mendengarnya di suatu tempat, bukan pemilik suara itu sepertinya pernah aku temui sebelumnya. Tapi siapa?" Tanya Dimas heran.


Saat Dimas memalingkan pandangan nya ke sekiranya, tiba tiba makhluk itu langsung menghilang entah ke mana. Dimas pun langsung bingung dengan apa yang sedang terjadi, apalagi ada banyak kejadian yang belangsung tampa di sadarinya bahkan saat masuk ke Kampus itu.


"Makhluk itu menghilang... lebih baik aku segera membawa Andre, jika tidak mungkin lukanya akan semakin parah" Ujar Dimas.


Dimas pun langsung menggendong Andre dan segera membawanya ke Gudang Kampus untuk segera mendapatkan pengobatan sementara.

__ADS_1


"Andre kamu berat sekali" Kesal Dimas.


Sesampainya di Gudang, ternyata semua orang yang di minta ke Gudang Kampus selamat dan tidak ada yang terluka kecuali Andre saja. Andre pun di tidurkan ke ke sebuah kursi dan mereka pun hanya menunggu sampai Andre siuman dan sadar kembali.


"Aduh... kepala ku" Andre pun mulai tersadar dan mulai memegang kepalanya yang masih sakit.


"Andre apa yang terjadi? apakah kamu baik baik saja?" Tanya Daihan panik.


"Daihan, bukankah sudah ku bilang dia di banting oleh makhluk itu sampai ke ujung lorong" Ujar Dimas sambil memindahkan beberapa barang yang menutupi jalur menuju pintu Gudang.


Saat Andre memandang sekitar ia cukup heran, ia merasa jika ada yang hilang. Sambil memikirkan itu Andre pun tiba tiba di kejutan oleh Diana yang tiba tiba saja muncul di belakang kursinya.


"Kan Diana? sejak kapan kakak ada di sana?" Tanya Andre heran.


"Tadi aku hanya mengambil beberapa lilin, ternyata Gudang di Kampus ini ada banyaj barang barang yang berguna ya" Ujar Daina sambil mengambil beberapa lilin dan kemudian meletakannya di sebuah meja kayu bekas.


Andre pun langsung mencoba untuk berdiri dan kemudian Dimas pun langsung menghampirinya sambil memegang pundak Andre agar tidak terjatuh.


Andre pun hanya bisa menuruti apa yang di katakan oleh Dimas dan kembali duduk di kursi yang ia tempati awalnya.


"Apakah ada yang bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi? bagaimana bisa Kampus ini bisa menjadi tempat munculnya semua makhluk aneh?" Tanya Andre.


"Entahlah, saat ibu sedang mencatat di papan tulis, tiba tiba saja ada makhluk berbentuk kadal yang muncul di papan tulis. Di saat itu ibu langsung membuka semua pintu yang ada dan kemudian kabur menyelamatkan diri" Ujar Bu Mira.


Hmmm..... hmmm.... hmmm.... hmmm...


Tiba tiba saja muncul suara nyanyian yang menakutkan, saat nyanyian itu di nyanyian semua lilin yang ada di sana mulai padam seketika dan kemudian membuat seisi Gudang Kampus menjadi gelap gulita.


"Nyanyian ini lagi? Diana tolong nyalakan semua lilin yang ada di sini, saya akan menyalakan beberapa yang ada di dekat pintu" Ujar Dimas, kemudian Dimas pun langsung pergi sambil mengambil beberapa korek dan kemudian menyalakan beberapa lilin.


Diana...jika tidak salah kalian ingin mencari ku kan? cepat datang ke Atap Kampus.... jika tidak salah satu teman kalian akan berakhir sama dengan ku saat masih hidup...

__ADS_1


"Apa maksudnya? semuanya masih ada di sini kan? Ira.... Ira ada di mana? apakah ada yang melihat nya?" Setelah mendengar suara tersebut, Diana pun langsung mencari Ira yang tak kunjung muncul.


"Diana tenang lah, tenang.... lebih baik kita mencarinya. Tapi jika dalam keadaan yang berbahaya tolong segera kabur dan bersembunyi ya" Kemudian Dimas pun langsung menenangkan Ira saat itu juga.


"B-baik, tapi bagaimana dengan yang lain?" Tanya Diana.


"Sudah kamu tenang saja, semuanya akan aman. Di sini sudah di taburi garam jadi tidak akan ada yang bisa masuk ke sini" Jawab Dimas.


"Ayo Andre kita selamatkan Ira, lebih baik kita cepat sebelum hal buruk menimpanya" Ujar Dimas serius.


"Baik kakak, tapi apakah kakak yakin jika mereka semua akan aman?" Tanya Andre ke Dimas.


"Entahlah, tapi kita hanya bisa berharap garam ini bisa membantu kita dalam menyingkirkan semua makhluk itu" Ujar Dimas sambil memegang gagang pintu Gudang.


Saat Dimas mulai membuka pintu Gudang, tiba tiba ada yang memegang pundak Dimas. Dimas pun mulai berhenti, saat ia berbalik ternyata itu hanyalah Daihan.


"Kak Dimas, apakah aku bisa ikut? aku...."


"Bisa, tapi ingat jika ada bahaya segera bersembunyi" Ujar Dimas.


"Baik kak saya pasti akan melakukannya " Jawab Daihan sedang sedikit keraguan.


Di tengah perjalanan saat mereka ingin menuju Atap Kampus, Andre dan Dimas memutuskan untuk berbicara sejenak. Kira kira apa yang mereka bicarakan?


"Kakak apakah akan baik baik saja jika kita mengizinkan Daihan dan Kak Diana ikut?" Tanya Andre heran.


"Mereka mungkin saja bisa berguna, jadi kamu tidak perlu khawatir. Terkadang orang yang tidak bisa melakukan apa apa bisa menjadi sesuatu yang berguna dan berarti, jadi ingatlah itu. Jangan hanya mereka tidak bisa melakukan apa apa bukan berarti mereka lemah dan tidak berguna" Jawab Dimas sambil tersenyum.


"Ternyata kakak juga bisa bijaksana ya" Andre pun juga ikut tersenyum setelah mendengar ucapan tersebut dari mulut Dimas.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2