
Melihat Ira yang sudah mulai bersikap aneh mereka pun hanya bisa terdiam sementara Daina dan Daihan berada di belakang dan memperhatikan apa yang sedang terjadi.
"Yang kalian lakukan hanya akan melukai wanita ini saja, aku bisa saja langsung melompat. Tapi akan cukup di sayangkan jika dia mati" Ujar Ira sambil tersenyum menakutkan.
"Apa maksudmu? sejak tadi kamu terus menganggap jika kami adalah boneka yang bisa kamu ancam, apa yang kamu inginkan?" Tanya Diana yang sudah tidak tahan dengan kelakuan Ira.
"Shhhhtttt.... terlalu berisik, baiklah aku adalah Hirami Ruki. Beberapa tahun yang lalu aku di dorong oleh salah teman ku sendiri, baginya aku hanya penghalang bagi kejayaan nya. Tapi sekarang karena dia sedang berada di sini maka akan ku bunuh saja dia" Ujar Ira sambil berjalan mengelilingi mereka perlahan lahan.
"Apa maksudmu?" Tanya Andre heran.
"Singkatnya aku hanyalah jiwa yang tidak tenang dan memiliki dendam, bagaimana jika begini saja. Kalian bunuh Miranda Dusana dan aku akan pergi dari sini"
"Miranda Dusana? apakah maksudnya Bu Mira?" Ujar Andre heran dalam hatinya.
"Jadi kamu masih ingin berbohong hah? untuk arwah yang suka menipu kamu cukup pintar membuat kepanikan di sini Santi..." Tiba tiba dari belakang muncul Mirai dengan tangannya yang memiliki bekas luka cakaran yang amat besar sedang berjalan menuju arah mereka.
"Hirami Ruki jika tidak salah dia adalah korban dari kejadian Mahasiswa perempuan yang terjatuh dari tangga, jika tidak salah aku sudah bertanya ke Bu Mira saat Andre pingsan tadi. Dan ternyata Bu Mira mengatakan jika itu hanyalah isu dan kabar hoaks belaka. Nama Mahasiswa yang menyebarkan kabar tersebut pun malah tidak sengaja di tabrak truk dan tewas di tempat, jika tidak salah nama murid itu adalah Santi Rimansa. Saat itu dia panik karena masih ada koran yang masih memuat itu, aku sengaja memberitahukan mereka semua karena situasinya cukup buruk" Ujar Diana dalam hatinya.
"Dimas apakah dia berada di posisi yang seharusnya?" Tanya Mirai.
"Tentu seperti yang kamu katakan tadi"
...-----flashback saat Dimas ke lantai 3 -----...
"Dimas bolehkah aku meminta bantuan? saat kabut di Atap Kampus muncul tolong tutup hidung mu atau bernafas dengan mulut mu, jangan mencium bau bunga yang ada di sana" Ujar Mirai.
__ADS_1
"Miari? kamu selamat? tapi bagaimana bisa?" Tanya Dimas keheranan.
"Sudahlah, tidak ada waktu menjelaskan. Kamu ingat dan lakukan instruksi aku tadi jika ingin kita semua selamat" Ujar Miari dengan wajah serius.
"Kakak! tunggu!" Tiba tiba dari tangga muncul Andre yang sedang berlari menusul Dimas.
...-----Di tempat dan waktu saat ini -----...
"Apa maksud mu?" Tanya Ira heran.
"Lebih baik kamu tinggalkan tubuh ini dan biarkan mereka semua tenang, jika tidak aku akan membuat kamu menyesal" Miari pun semakin mendekati Ira.
Tak lama kemudian Ira pun langsung berjalan mundur ke arah tepi bangunan dan mulai memberikan ancaman ia akan memompat jika Mirai masih mendekati nya.
"Jangan mendekat! jika tidak aku akan melompat dari sini!"
"Tidak! kamu tidak akan bisa mencuri perhatian semua orang dari ku!" Tiba tiba muncul sosok perempuan dari tubuh Ira dan kemudian pergi menjauh.
Ketika sosok perempuan itu meninggalkan tubuh Ira, Ira pun langsung kehilangan kesadarannya dan langsung terjatuh lemas dan tidak sadarkan diri di tempat itu juga. Refleks Diana pun langsung menangkap Ira dan mulai menidurkannya di lantai.
"Ira! apakah kamu baik baik saja?" Tanya Diana ketakutan.
Di saat itu pula Mirai sedang sibuk mengejar perempuan tersebut seakan akan memiliki dendam yang sangat mendalam, mata Mirai pun langsung mulai berubah menjadi warna merah.
"Mau lari kemana hah!" Kemudian Mirai pun langsung mengejar sosok perempuan tersebut.
__ADS_1
Ternyata tak di sangka sangka, muncul sebuah ekor rubah dari pungung Miari. Kemudian kabut di sana pun mulai menghilang. Dan di saat itu pula rambut Mirai mulai bewarna putih dan dari kepalanya muncul telinga rubah yang imut.
"Ke sini kamu! aku sudah kehilangan banyak waktu karena diri mu!" Kemudian dari ekor rubah Mirai muncul sebuah bola api yang kemudian mengenai sosok perempuan tersebut.
"Akkkhhhh!!!! panas!!" Kemudian sosok perempuan itu pun langsung terbakar hangus tidak bersisa dan mulai menghilang dan hanya meninggalkan beberapa abu yang kemudian tertiup angin.
"Mirai..... kamu..."
"Kamu benar Andre, tapi aku tidak bisa berbicara banyak. Informasi yang bisa aku ungkapkan hanya beberapa saja jadi..."
"Kamu tau aku sangat merindukan mu!! mengapa Gerbang Dunia Lain Gunung Singawari tertutup! aku tidak sempat memberikan salam perpisahan ke kamu! mengapa kamu tidak meberitahukan jika kamu adalah Siluman Rubah!" Andre pun mulai menangis tersedu sedu karena sudah lama tidak bertemu Siluman Rubah.
"Apakah kamu lupa? saat dia bertarung melawan Siluman Angin Gunung, Siluman itu menyebut Siluman Rubah dengan sebutan Mirai dan saat kamu mendapatkan kilas balik asal mula Gunung Singawari, anak yang lari dengan Siluman Rubah yang masih kecil memanggil Siluman Rubah dengan sebutan Mirai" Tiba tiba dari belakang muncul seseorang yang familiar dan pernah Andre jumpai sebelumnya.
"Siluman pohon? kamu di sini?" Andre pun mulai memeluk Siluman Pohon karena rindu.
"Ternyata dia masih Andre yang kita kenal, artinya kita tepat waktu sebelum hal itu terjadi" Ujar Mirai atau Siluman Rubah.
Kemudian Siluman Pohon dan Rubah pun mulai memeluk Andre yang masih menangis cengeng karena merindukan mereka berdua, Dimas pun juga ikut memeluk adiknya yang menangis tersebut. Diana dan Daihan yang tidak mengerti apa yang terjadi pun hanya bisa melihat kejadian mengharukan yang terjadi di tempat tersebut.
"Siapa orang itu? dan baginana Mirai bisa memiliki ekor dan telinga rubah?" Tanya Diahan heran.
"Sudahlah, ada banyak yang tidak kita ketahui mengenai Andre. Jadi mari kita biarkan dia menangis" Ujar Diana sabil memegang kepala Ira yang masih pingsan.
Di ikuti tangisan Andre, keadaan di Gudang Kampus pun mulai tenang dan juga dengan semua makhluk aneh yang menjaga Kampus pun mulai menghilang tanpa jejak. Dan untungnya semua orang yang ada di Gudang Kampus selamat, meski ada beberapa yang terluka tapi semua orang di Gudang dan yang di selamatkan Mirai dan Siluman Pohon selamat dan masih hidup. Tapi anehnya meski Santi sudah binasa, angin yang masih terus berembus dari pagi tadi masih belum berhenti, apakah semuanya akan baik baik saja? sebenarnya arti dari angin itu apa? apakah itu bahaya atau keselamatan?
__ADS_1
To be contiune >>>