
Cringg!!!
Tiba tiba terdengar suara 2 buah benda yang terbuat dari besi bersentuhan dengan tenaga tinggi. Saat Keiya membuka matanya, terlihat Diana yang sudah menghalangi tombak milik Siluman Angin Gunung dengan tombak miliknya.
"Aku tidak akan membiarkan kamu melakukan itu!" Ujar Diana sambil mulai berlari menuju arah Siluman Angin Gunung.
Karena merasakan bahaya, Siluman Angin Gunung pun tak tinggal diam. Ia pun berusaha memberikan serangan balasan sambil melakukan regenerasi, meski kekuatan regenerasi nya mulai melambat. Tapi itu tidak berarti jika serangan nya bertambah lemah.
"Kalian semua kenapa diam? cepat serang!" Ujar Andre yang langsung ikut maju karena khawatir dengan keselamatan Diana, apalagi Diana masih belum tau terlalu banyak mengenai Siluman Angin Gunung.
Semua Arwah Hutan pun langsung menyerbu, tapi sayangnya mereka cukup sulit mendekati Siluman Angin Gunung karena gerakan nya sangat cepat sehingga susah di lihat. Tapi kekurangan nya hanya ada satu, yaitu setiap ia bergerak dari satu tempat ke tempat lain pasti akan ada suara hembusan angin yang mudah di dengar oleh setiap orang.
"Sial, dia ada di mana sekarang? jika terus seperti ini, maka sia sia sudah semua hal yang kami lakukan ini" Ujar Keiya yang sedang fokus mendengar setiap suara yang ada di sekitarnya.
"Ira, cepat lakukan hal itu..." Ujar Diana.
"Apa? kamu yakin di tempat seperti ini?" Tanya Ira dengan wajah terkejut.
"Sudah lakukan saja! kamu jangan menunda lagi, cepat!" Ujar Diana kesal.
"B-baik..." Jawab Ira sambil mengambil sesuatu yang kelihatan ada di dalam sebuah kantong yang ia bawa.
Ira juga kelihatan gelisah saat mengorek kantong tersebut, seakan akan sedang mencari sesuatu. Tapi wajah Ira langsung berubah menjadi wajah ketakutan saat ia berhenti mengorek kantong tersebut.
"Ada apa Ira? cepat lakukan hal itu! jika tidak maka Siluman itu akan memiliki waktu untuk menyembuhkan diri!" Ujar Diana yang sedari tadi terus berusaha menembus angin milik Siluman Angin Gunung.
__ADS_1
"Hilang..." Jawab Ira sambil menatap wajah Diana.
"Hilang? apa maksudmu hilang? tidak mungkin benda itu bisa hilang, kamu meletakkan itu di kantong kan?" Tanya Diana khawatir.
"I-iya... tadi ada di sini, tapi sekarang sudah hilang" Ujar Ira.
"Baiklah jika benda itu hilang... kamu gunakan yang biasa saja" Ujar Diana.
"B-baik" Jawab Ira gugup.
Kemudian Ira pun langsung mengambil banyak benih dari dalam kantong tersebut dan secara ajaib semua benih yang ia lempar berubah menjadi sebuah tanaman akar yang langsung mengulung dan membentuk wujud orang tapi hanya saja akarnya masih tersambung dalam tanah.
Kemudian ke semua tanaman tadi pun langsung berusaha membantu Arwah Hutan dan teman teman Andre untuk melawan Siluman Angin Gunung. Selain Itu Daihan dengan kerasnya mulai terus menyerang Siluman Angin Gunung dengan cara terus melempar kerisnya dan menduplikasi kerisnya menjadi sembilan dan melempar semuanya ke arah Siluman Angin Gunung, dan tentu saja keris itu akan bersatu kembali menjadi satu dan terbang kembali ke tangannya Daihan.
"Tunggu jika kalian semua ada di sini... bagaimana dengan mereka yang mengungsi dan Siluman alam lainnya?" Tanya Andre heran.
Berbagi serangan di tujukan ke Siluman Angin Gunung, hal itu pun langsung membuat Siluman Angin Gunung menjadi kesusahan untuk melakukan Regenerasi. Hingga kini ha baru menumbuhkan 1 jari miliknya yang di potong Andre sebelumnya.
"Jika aku terus diam seperti ini... maka aku hanya akan membuang buang tenaga. Ku rasa aku harus kabur" Ujar Siluman Angin Gunung yang kemudian langsung berusaha untuk kabur dari semua serangan yang menuju nya.
"Dia lari? semua cepat kejar dia!" Ujar Bagas yang langsung berada di depan untuk mengejar Siluman Angin Gunung.
"Dimas tangkap ini! pakailah ini untuk sementara" Ujar Ira yang langsung melemparkan pengaruh tanah yang ia bawa tadi ke arah Dimas dan langsung ikut mengejar Siluman Angin Gunung.
"Jika mereka terus mengejar ku, maka akan percuma aku lari. Aku harus membuat mereka sibuk, tapi bagaimana caranya? jika aku merobohkan pohon, maka aku akan menghancurkan tubuh ku ini" Ujar Siluman Angin Gunung sambil berlari dan melompat diantara ranting dan dahan pohon yang ada di sana.
__ADS_1
"Mau sampai ujung dunia pun kami tidak akan melepaskan mu begitu saja! cepat menyerah dan beritahu kami di mana Siluman Rubah dan Siluman Pohon!" Ujar Bagas yang langsung berari dan sudah sangat kesal.
"Cih! tidak ada cara lain" Kemudian Bagas pun langsung memegang gagang kedua pedang miliknya dan mulai bersiap melakukan sesuatu yang besar.
Andre yang mengingat jika Siluman Rubah dan Siluman Pohon sudah tidak terlihat sejak mengantar mereka pun langsung berniat segera menangkap Siluman Angin Gunung agar bisa mendapatkan informasi letak Siluman Rubah dan Siluman Pohon.
"Semuanya! usahakan jangan membunuh nya!" Teriak Andre.
"Kenapa Andre? jika kita tidak segera membunuhnya, maka kita tidak akan bisa leluasa mencari letak nenek tua itu" Teriak Siluman Rakun dari belakang.
"Jika dia terbunuh maka kita tidak bisa mendapatkan informasi di mana Siluman Pohon dan Siluman Rubah berada" Jawab Andre.
"Tenang saja mereka pasti akan baik baik saja, yang penting kita harus membunuh pengganggu ini dulu" Ujar Siluman Rakun sambil menaikkan nada suaranya.
"Sekarang rasakan serangan dari ku!" Ujar Bagas sebelum mulai mendapatkan kecepatan tinggi dan langsung melesat menuju arah Siluman Angin Gunung.
Sakin cepatnya kecepatan Bagas, sampai sampai membuatnya hampir bisa menyusul Siluman Angin Gunung. Tentu saja itu cukup hebat, tapi sayangnya ia masih ketinggalan 3 meter di belakang Siluman Angin Gunung. Siluman Angin Gunung yang melihat bahwa Bagas akan mulai menyusulnya pun langsung menambah kecepatannya agar masih bisa bertahan.
"Sial, dia menambah kecepatan nya. Jika seperti ini terus maka kami semua tidak akan bisa membinasakan nya" Ujar Bagas dalam hatinya.
"Bagus jika aku terus mempertahankan kecepatan ini, maka aku akan bisa melarikan diri" Ujar Siluman Angin Gunung dengan penuh percaya diri.
Tapi tentu dia kita tidak boleh terlalu percaya diri karena di belakang sudah ada Andre dan Dimas yang mulai bersiap untuk menyerang Siluman Angin Gunung secara bersama sama. Kekuatan yang mereka hasilkan bisa di rasakan sampai membuat Siluman Angin Gunung merasakan jika ia akan tamat sebentar lagi.
"Aura ini... sepertinya kedua anak itu sudah mulai ingin melawan ku dengan satu serangan, lebih baik aku menyerang mereka terlebih dahulu" Ujar Siluman Angin Gunung dalam hatinya.
__ADS_1
Saat melihat kebelakang untuk melakukan serangan, ia sudah melihat bahwa Andre sudah mulai mengincar lehernya. Sedangkan Dimas mengincar daerah tubunya, yang ada di pikiran Siluman Angin Gunung saat itu hanya lah berharap jika ia bisa mengalahkan mereka sekarang juga.
To be contiune >>>