
Kemudian mereka pun keluar dari tempat itu dengan segera dan sekarang waktu yang mereka punya hanya tersisa hanya 1 hari 8 Jam lagi, karena waktu sudah menipis mereka pun memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan dan akhirnya mereka sudah sampai di kuil ke 3.
" Kuil ke 3 ini lumayan sepi, Sepertinya ada yang tidak beres " ujar Sinta.
" Tentu saja karena penjaga kuil ketiga sudah kalian bunuh " Ujar siluman laba laba.
" Tunggu!! Apa? " Dimas pun terkejut karena ia tidak pernah melihat salah satu dari mereka membunuh penjaga kuil ke tiga.
" Iya, penjaga kuil ke tiga adalah pocong besar yang kalian hadapi sebelumnya "
" Jadi pocong itu, artinya kita hanya perlu memutar rodanya? "
" Sepertinya begitu "
" Kalian pikir akan begitu mudah memutar roda ini? "
" Siapa itu? Tunjukan diri mu "
" Tenang aku tidak akan melukai kalian, apakah kalian tau. Aku sudah menunggu kalian sejak kalian membunuh siluman angin gunung itu, Baiklah mari kita mulai. "
" Siapa kamu!!! "
" Asih kamu tidak perlu berteriak begitu, kamu tidak lupa dengan aku kan " Dan akhirnya siluman itu menunjukkan dirinya.
" Farwani?.... "
Semua orang pun terkejut ketika mereka melihat farwani yang sedang berdiri di samping seekor kadal raksasa yang tiba tiba saja memuntahkan Bagas dan semua orang langsung mendekat dan membawanya ke tempat yang aman.
" Bagas!!!!, semuanya tolong bawa dia ke pohon itu " Ujar Penunggu sungai.
" Laba laba kamu dan aku akan menyerang farwani " Ujar siluman pohon.
Tapi tiba tiba saja saat Siluman pohon melompat dan akan menusuk farwani dengan akarnya. Siluman laba laba langsung menusuk perut siluman pohon dan langsung membanting nya ke batu.
" Waaaah sepertinya, kamu berhasil menipu mereka ya. Sudah ku duga bahwa penunggu sungai itu akan mempercayai kamu jika kamu menyamar menjadi temannya "
__ADS_1
Ternyata yang selama ini mereka kira adalah siluman laba laba ternyata adalah seekor siluman rakun yang merupakan saingan dari siluman rubah.
" Jadi ternyata ini ulah rakun? Sejak dulu kami para siluman rubah selalu membenci mereka karena mereka sangat pandai dalam jurus perubahan " Ujar siluman rubah.
" Ohhh ya? sekarang coba lihat di pundak mi ada apa " kemudian siluman rubah terkejut melihat ada obat bius yang sudah di tembakan ke arah pundaknya.
" S-sejak kapan ka.. muuu....... " Kemudian siluman rubah pun tertidur lelap.
" Baiklah sekarang semua siluman itu sudah tidak ada dan tinggal penunggu sungai dan asih saja, Siluman rakun aku serahkan ini pada mau ya. Besok sudah gerhana matahari "
" Dengan senang hati lagi pula aku juga memiliki urusan kecil dengan anak itu " kemudian siluman rakun itu menunjuk Andre sambil menatapnya dengan tajam.
" Andree!! pergi dari sini biar nenek dan penunggu sungai yang mengurusnya " Ujar Asih.
Kemudian Asih dan penunggu sungai pun meminta mereka semua pergi dari tempat itu, dan pertarungan pun di mulai. Selagi mereka semua bertarung Sinta menggunakan pusaka yang di berikan asih padanya beberapa hari yang lalu yang merupakan sebuah kipas yang bisa memperbesar angin yang ia kipas. Kemudian sinta pun membuat siluman rakun itu terhempas ke arah pohon dan membuatnya tidak bergerak untuk beberapa detik dan agar mereka bisa lebih menjauh dari tempat itu dan bisa mencari tempat persembunyian.
" Ku rasa di atas pohon besar ini akan aman " Ujar dimas yang menggendong Bagas.
" Siluman pohon sudah kalah, siluman rubah juga. Sekarang Asih dan penunggu sungai melawan siluman rakun, kita harus bagaimana sekarang? " Ujar Sinta.
" Bagas!! Kamu masih bisa bergerak setelah di makan oleh makhluk itu? " Ujar Adith.
" Tentu saja saya masih hidup, lagi pula makhluk itu hanya seperti kurungan dan dia juga tidak memiliki saluran pencernaan " Ujar bagas.
DUARRRRRRR!!!!!!!
Kemudian saat bagas baru selesai menjelaskan, tiba tiba saja mereka di kejutan dengan sebuah ledakan besar yang muncul di tempat Asih dan penunggu sungai bertarung tadi.
" Ledakan apa itu? " Tanya Sinta.
" Sepertinya itu berasal dari tempat kita lari tadi, lebih baik kita tetap di sini saja " Ujar keiya.
" Kamu gila ya!!! teman kita dan nenek andre ada di sana bertarung demi kita dan kamu ingin kita meninggalkan mereka? " Ujar Adith yang kecewa dengan kata kata Keiya.
" Bukan begitu, tapi apakah kamu tidak lihat? ledakan itu sangat dahsyat sampai kita bisa melihatnya di sini. Apakah kamu tidak berpikir siluman rakun itu kuat sampai terjadi ledakan sebesar itu? "
__ADS_1
" Benar juga apa katamu, tapi.... "
" Sudah lebih baik kita ke sana aja, tapi kita harus mengendap ngendap agar tidak ketahuan " Ujar bagas yang mulai turun dari pohon itu.
Karena melihat bagas turun mereka pun menyetujui nya dan kriya terpaksa ikut karena sangat berbahaya jika mereka sendirian di tempat seperti itu dan lagi pula mereka harus menghentikan farwani sebelum gerhana matahari terjadi, di perjalanan terlihat ada banyak pohon yang kehilangan diamnya dan ada pula yang tumbang bahkan hancur di sana.
" Lihat semuanya hancur, tidak ada yang tersisa " Ujar Andre yang sudah mulai pasrah.
" Tunggu lihat di sana ada sebuah panah!!!! " Ujar Keiya sambil berlari menuju panah tersebut.
Ternyata itu adalah panah milik penunggu sungai yang sudah mulai rusak karena terkena ledakan besar tadi dan mereka juga melihat ada kantung yang ketika buka mereka melihat isinya dan ternyata itu adalah sebuah permata berwarna merah dari punggung pocong raksasa yang mereka lawan beberapa hari yang lalu.
" Apakah ini permata yang di maksud farwani? " Ujar Dimas, melihat keadaan di sana dan panah penunggu sungai yang sudah hancur membuat Andre menjadi terkejut.
" Ini kan panah milik penunggu sungai, artinya apakah mereka sudah.... " Sebelum Adik menyelesaikan kata katanya tiba tiba Bagas memotong.
" Belum kamu lihat lah di air itu " Tiba tiba bagas menunjuk ke sebuah batu yang mengapung berlawanan dengan arus.
" Kayunya.... "
" Iya kamu benar, ada kemungkinan kita bisa menyelamatkan teman kalian itu " Ujar bagas.
" Dari mana kamu mengetahui semua ini? " Tanya dimas.
" Saya di beritahu oleh sesekor hantu anak kecil di tempat farwani berada " Ujar bagas.
" Sekarang lebih baik kita memutar roda itu dan segera pergi ke sana " Ujar Dimas.
Dan setelah mereka memutar roda tersebut penghalang di tempat itu sudah hancur dan menyebabkan sedikit hembusan angin yang kencang.
" Baiklah sekarang mari kita ke sana dan segera menyelamatkan teman teman siluman kita dan menghentikan farwani " Ujar dimas.
" Baik!! " Jawab semuanya dengan serentak, dan akhirnya mereka pergi menuju ke sebuah kuil yang besar tempat farwani dan teman teman nya berada.
To Be Contiune>>>
__ADS_1