
"Mungkin hanya itu saja informasi yang bisa ku berikan, tapi saat kita bertemu nanti... Jangan segan segan membunuh ku ya" Kemudian setelah mengucapkan kata kata tersebut, Siluman Laba Laba pun langsung pergi meninggalkan mereka sendirian.
"Sekarang kita sudah tau jika Nenek tua itu sudah membangkitkan para pemimpin dahulu, tapi bagaimana caranya kita mengalahkan Siluman Angin Gunung dan Sangkarawang?" Tanya Bagas ke mereka semua.
"Entahlah, tapi ku rasa kita bisa menggunakan informasi yang di berikan oleh Siluman Laba Laba dan beberapa informasi yang kita dapatkan saat bertemu dengannya pertama kali" Jawab Dimas berpikir keras.
"Tapi jika bisa kita jangan sampai bertemu dengan nya" Jawab Siluman Rakun.
"Iya kamu benar, karena sekarang Kakak belum memiliki senjata. Artinya kita mau tidak mau harus bertarung melawan salah satu pemimpin agar bisa mendapatkan senjata milik mereka" Ujar Andre.
"Yang Andre katakan ada benarnya juga, senjata yang kalian miliki juga merupakan peninggalan para pemimpin dahulu, kipas Sinta adalah milik Siluman Angin Gunung yang dahulu dan kini di gantikan oleh Siluman Angin Gunung yang sekarang. Pedang Bagas adalah milik pemimpin dahulu dari Penjaga Hantu di gunung ini, Jarum Keiya adalah milik pemimpin Siluman Serangga sebelumnya dengan wujud serangga air. Sabit milik Adith adalah milik Siluman Hewan dan Pedang Andre dari Siluman Pohon" Ujar Siluman Rakun menjelaskan setiap asal usul senjata yang Andre dan teman temannya miliki.
"Jadi apakah senjata yang kami miliki memiliki kekuatan setara dengan para pemimpin sebelumnya?" Tanya Bagas penasaran.
"Belum tentu, beberapa senjata ada yang menjadi lebih lemah ketika berpindah tangan, tapi ada juga yang bertambah kuat. Yang menentukan kekuatan sebuah senjata bukan senjata nya tapi pemiliknya" Jawab Siluman Rakun.
Setelah beberapa saat, mereka pun akhirnya langsung pergi mencoba mencari senjata pemimpin gunung terdahulu agar Dimas bisa ikut bertarung dan bisa menambah kekuatan berkelompok yang mereka miliki. Di tengah perjalanan sekali lagi mereka bertemu dengan pemimpin Gunung yang di bangkitkan oleh Farwani, yaitu Sangkarawang.
"Semuanya jangan berisik.." Bisik Siluman Rakun kepada mereka semua.
"Itu?..... Sangkarawang?...." Gumam Andre dalam hatinya.
__ADS_1
Sementara itu, di mata Dimas terlihat kebencian terhadap Sangkarawang. Dimas masih ingat jika lidah milik Sangkarawang pernah menusuk Andre sampai membuat nya hampir mati, untung di saat itu Andre masih bisa selamat berkat pertolongan cepat dari Asih. Di saat itu Dimas bergumam dan berjanji pada dirinya agar tidak akan membiarkan Andre terluka lagi. Tapi sekarang ia tidak memiliki senjata apapun, sehingga ia tidak bisa membantu banyak jika ada di dalam pertarungan.
"Heiii!!! kamu jangan di wilayah ku seperti itu dong" Tiba tiba dari arah atas, muncul Siluman Angin Gunung yang berbicara kepada Sangkarawang.
Beruntung mereka di tutupi oleh dedaunan dan batang pohon sehingga Siluman Angin Gunung itu tidak bisa menyadari keberadaan mereka. Di saat itu pula mereka mengambil kesempatan dengan tetap berada di sana dan mendengar percakapan antara kedua makhluk itu dan berharap bisa mendapatkan informasi meski sedikit.
"Apa yang kamu maksud wilayah mu?" Tiba tiba setelah sekian lama akhirnya Sangkarawang mulai memunculkan suaranya dan berbicara dengan nada yang sangat berat.
"Wahh... kamu ternyata bisa berbicara? maksud ku itu hanya ingin agar kamu pergi dari wilayah kekuasaan ku, cepat pergi dan kembali saja ke kuburan dengan pohon kering itu" Ledek Siluman Angin Gunung kepada Sangkarawang.
"Siluman Angin Gunung!! hanya karena kamu yang paling dominan itu tidak berarti kamu bisa hidup lama di sini!" Kesal Sangkarawang.
"Lakukan saja apa yang kamu mau, tapi jangan meminta bantuan ke aku jika kamu dalam masalah" Jawan Sangkarawang meninggalkan Siluman Angin Gunung.
"Yang benar saja aku akan di bunuh duluan oleh anak anak itu nanti, palingan yang mati duluan itu adalah dia" Sombong Siluman Angin Gunung sebelum meninggalkan tempat itu.
"Sebenarnya apa yang di maksud mereka? aku tidak paham" Jawab Andre.
"Jadi seperti ini, Gunung Singawari terdiri dari beberapa bagian. yang paling besar adalah daerah kekuasaan Makhluk Alam Gunung, seperti Siluman Angin Gunung, Roh hutan, Roh Gunung, dan Penunggu Sungai. Yang tidak terlalu besar adalah daerah tambang yang melupakan kekuasaan Siluman Serangga. Yang paling kecil hanyalah kuburan gaib di Gunung ini, itu adalah daerah kekuasaan milik Sangkarawang dan sebenarnya ada jenis Siluman lainnya, tapi aku hanya membicarakan yang paling dasar saja" Jawab Siluman Rakun yang menjelaskan mengenai Gunung Singawari kepada mereka.
"Mungkin karena memiliki daerah kekuasaan paling besar, Siluman Angun Gunung menjadi sombong. Sehingga membuat Siluman Laba Laba dan Sangkarawang menjadi tidak menyukainya" Jawab Andre.
__ADS_1
"Iya bisa jadi" Jawab Siluman Rakun.
"Bagus, ini bisa menjadi kesempatan untuk kita agar bisa menang. Karena jika kita bisa membuat mereka terpecah belah, maka kemungkinan kita menang akan semakin besar" Jawan Sinta senang.
"Tapi kita pastinya tidak akan bisa semudah itu mengalahkan mereka, kita bisa saja memecah belah mereka. Tapi apakah kita akan sanggup mengalahkan mereka? apalagi mereka itu sudah kelihatan abadi karena memiliki kekuatan untuk regenerasi yang mengerikan, pasti akan susah untuk mengalahkan mereka" Jawab Dimas yang memikirkan setiap kemampuan musuh yang akan mereka lawan.
"Iya yang Dimas katakan ada benar nya, kita bukan hanya harus memecah belah musuh kita. Tapi kita juga harus mencari tau cara mengalahkan musuh kita, kalian jika memiliki ide katakan saja sebelum telat" Jawab Siluman Rakun.
"Tapi sekarang sasaran kita siapa? jika kita harus melawan Sangkarawang, itu akan terlalu jauh. Tapi jika ingin melawan Siluman Laba Laba kita mungkin bisa ke tambang tua sekarang" Jawab Andre.
"Kita tidak akan melawan Sangkarawang atau pun Siluman Laba Laba, kalian ingat yang ku katakan tadi? Siluman Angin Gunung memiliki daerah kekuasaan yang besar. Jika kita berhasil mengalahkan nya, maka sama saja dengan kita mendapatkan kekuasaan terbesar" Jawab Siluman Rakun yang menyarankan ke mereka agar melawan Siluman Angin Gunung terlebih dahulu.
"Tapi apakah kita akan sanggup melawan Siluman Angin Gunung?" Tanya Sinta ketakutan.
"Sudah lah Sinta, ini mungkin cukup beresiko. Tapi jika kita berhasil melawan Siluman Angin Gunung maka itu akan merupakan keuntungan besar" Jawab Keiya.
"Ohh jadi kalian ingin melawan ku dulu? baiklah aku mungkin akan sedikit bermain hari ini... "
Tiba tiba mereka di kejutkan dengan suara Siluman Angin Gunung yang datang dari atas pohon. Saat Andre menoleh ke atas sudah ada Siluman Angin Gunung yang berdiri sambil memegang tombak runcing miliknya. Apakah mereka akan bertarung setelah ini?
To be contiune >>>
__ADS_1