Dunia Lain

Dunia Lain
Pertarungan dengan Siluman Angin Gunung (Bagian 2) - Episode 76


__ADS_3

"Apakah semua sudah selesai?" Tanya Sinta sambil mundur ke belakang secara perlahan lahan.


Terlihat kobaran api bermunculan di tubuh Siluman Angin Gunung, seluruh kulitnya terlihat menghitam dan kelopak matanya hangus terbakar dengan wajah tanpa kulit dan mata yang mulai melotot keluar. Tubuh nya hanya tergeletak seakan akan sudah tidak bernyawa dan membuat Siluman Rakun percaya jika mereka sudah menang.


"Iya... sepertinya kita sudah menyelesaikan ini..." Ujar Siluman Rakun sambil menghembuskan nafas lega.


"Masih belum, ini semua masih belum selesai" Ujar Andre sambil menunjuk ke Siluman Angin Gunung yang masih terbaring, tapi kali ini api yang membakarnya semakin besar.


"Apa maksud perkataan mu itu Andre?" Tanya Sinta.


Tiba tiba suhu di sekitar mereka mulai meningkat dan mulai membuat panas, padahal di sana angin masih bertiup kencang. Tak lama kemudian tangan Siluman Angin Gunung mulai bergerak dan juga kelihatannya juga akan mulai lebih ganas dari pada sebelumnya.


"Kalian kira aku akan mati dengan trik seperti itu?" Siluman Angin Gunung pun mulai berusaha bangkit, meski sedikit sempoyongan, Andre dan lainnya tidak boleh menghilangkan kewaspadaan mereka.


Apalagi sekarang mereka harus melindungi Keiya yang menjadi ingatan utama dari Siluman Angin Gunung dan juga Dimas yang tidak memiliki senjata apapun. Bagas pun mulai mundur perlahan dan tanpa sengaja ia menginjak sesuatu yang menurutnya familiar.


"Ehh... ini kan..."


"Sekarang... cepat katakan di mana anak itu!!!" Saat Siluman Angin Gunung mulai berteriak, muncul angin yang mulai meniup api yang ada di tubuh Siluman Angin Gunung sehingga membuat nya seakan akan bisa mengendalikan api tersebut, padahal tidak.

__ADS_1


"Mau sampai kamu memotong lidah kami pun tidak akan kami beritahu letak nya!" Ujar Andre yang kemudian langsung berlari mendekati Siluman Angin Gunung dan berniat memotong tubuh Siluman Angin Gunung.


Di tengah pertarungan itu, Masalah bertambah dengan Sinta yang tidak bisa menggunakan kipasnya karena akan membuat api semakin berkobar dan membuat Siluman Angin Gunung bertambah kuat. Kini yang bisa bertarung hanyalah Andre, Bagas dan Siluman Rakun saja, tapi Siluman Rakun masih heran mengapa cara yang ia pikirkan tidak berhasil dan hanya bisa terdiam di tempat.


"Bagaimana bisa? jika aku membakarnya seharusnya dia akan hangus karena dia akan terus terluka dan tidak ada waktu untuk melakukan regenerasi, tapi setidaknya cara yang aku lakukan bisa membuat nya terluka. Tapi kenapa api yang ku buat tidak membakarnya sampai hangus?" Gumam Siluman Rakun.


Tiba tiba saat Siluman Rakun masih terus memperhatikan Siluman Angin Gunung, ia melihat Andre dan Bagas terus menyerang Siluman Angin Gunung. Tapi sebuah keanehan yang di lihat oleh Siluman Rakun hanyalah Siluman Angin Gunung terus menghindar dari serangan tersebut. Awalnya Siluman Rakun berpikir jika itu hanyalah trik yang di lakukan Siluman Angin Gunung agar mereka berdua kewalahan, tapi pemikiran Siluman Rakun berubah saat melihat Andre berhasil memotong jari milik Siluman Angin Gunung.


Meski tidak memberikan dampak besar, tapi bisa di lihat bahwa wajah tampa kulit Siluman Angin Gunung mulai terlihat sedikit khawatir dan juga takut. Hal itu pun langsung membuat Siluman Rakun mendapatkan suatu ide yang menurutnya akan berhasil.


"Itu dia kekuatan regenerasi nya memang cukup cepat, tapi jika menghadapi api tubuhnya akan terus terbakar. Dan di tambah kekuatan regenerasi nya, maka akan membuat tubuhnya terus dan terus terbakar seperti mendapatkan bahan bakar abadi. Tapi jika sesuatu berhasil memotong nya, maka ia tidak akan memikirkan harus menumbuhkan anggota tubuh itu kembali dan tetap mempertahankan wujudnya dengan terus beregenerasi" Gumam Siluman Rakun.


Tapi sayangnya trik itu sepertinya sudah tidak berlaku lagi untuk Siluman Angin Gunung dan ia pun juga langsung berusaha menghindar dari serangan tersebut. Karena terkejut melihat Siluman Angin Gunung masih bisa menghindari serangannya, membuat Siluman Rakun harus memutar otak dan harus mencari cara agar bisa memanfaatkan kerikil dan batu kecil yang sudah ia tandai dan akan berubah bentuk sesuai keinginan nya nanti.


"Aku tidak akan tertipu dengan trik yang sama!" Ujar Siluman Angin Gunung sambil mencoba menghindar dari serangan Andre dan Bagas yang semakin banyak.


Kemudian dari arah atas, turun Diana yang sudah memegang sebuah tombak yang biasa di pakai oleh arwah hutan. Tapi kali ini tombak itu lebih besar dari pada sebelumnya dan kelihatan sedikit mirip dengan milik Siluman Angin Gunung.


"Diana?" Andre pun langsung di buat heran dengan kedatangan Diana yang secara tiba tiba dan tanpa aba aba.

__ADS_1


"Semuanya cepat turun!" Teriak Diana sambil berlari menuju Siluman Angin Gunung sambil menodongkan tombak itu ke arahnya.


Setelah Diana mengatakan itu, muncul Arwah Hutan yang turun dan menjatuhkan diri mereka yang imut dan mulai bersiap menyerbu Siluman Angin Gunung yang mulai terbakar itu. Di saat yang sama juga Ira dan Daihan turun ke bawah dengan membawa senjata yang berbeda dnegan mereka semua. Daihan membawa sebuah keris, sedangkan Ira membawa sebuah pengaruk tanah dan sebuah kantong, selain itu ada sebuah kantong air yang ia gantungkan di lehernya.


"Aku tidak akan kalah kali ini!!" Di saat yang bersamaan pula, Siluman Angin Gunung mengambil resiko dengan membuat angin yang mengelilingi tubuhnya segingga membuat api yang membakarnya semakin besar.


Tapi jika api itu terlalu besar, maka kekuatannya untuk melakukan regenerasi tampa batas tidak akan menahan kekuatan api yang membara dan secara perlahan dia juga akan hangus dimakan oleh api.


"Ira cepat padamkan api nya!" Ujar Diana.


"Baik!" Kemudian Ira pun langsung membuka kantong air yang ada di lehernya dan secara langsung kantong air itu mengeluarkan api yang besar.


"Kalian jangan sampai memadamkan api di tubuhnya! itu adalah kunci kemenangan kita!" Teriak Siluman Rakun.


Untungnya setelah mendengar perkataan Siluman Rakun, Ira pun dengan cepat kantong air itu. Tapi sayangnya nasi sudah menjadi bubur. Api yang membakar Siluman Angin Gunung sudah padam dan tampa basa basi ia langsung menggunakan kekuatan regenerasi nya dan menyembuhkan semua luka bakar yang ia alami.


"Kali ini tidak akan aku maaf kan!" Kemudian Siluman Angin Gunung pun langsung mengeluarkan angin besar yang langsung meniup mereka semua termasuk pohon tempat Keiya bersembunyi.


"Jadi kamu ada di situ ya... kali ini akan ku bunuh kamu!" Ujar Siluman Angin Gunung yang langsung melemparkan tombak milik nya ke arah Keiya.

__ADS_1


To be contiune >>>


__ADS_2