
petualangan ini di mulai saat ujian akhir di kampus Rio telah selesai. Rio dan beberapa temanya berniat melakukan pendakian ke salah satu gunung yang berada di kota x.
setelah meminta izin kepada orang tuanya lewat telepon, akhirnya Rio dan ke 4 temannya mulai mempersiapkan segala kebutuhan dalam pendakian tersebut seperti tenda, bahan makanan, ongkos perjalanan, dan lainya.
singkat cerita akhirnya tiba saatnya mereka berangkat menuju ke kota X. Rio dan lainya naik bus dari terminal kota A, menuju ke sebuah kampung yang bernama mekar sari.
jarak yang di tempuh mereka sekitar kurang lebih 4 jam. Rio dan lainya berangkat dari terminal kota A pukul 5 subuh, dan akan tiba sekitar pukul 9 pagi jika tidak ada kendala.
dalam perjalanan, Bandu menjelaskan beberapa hal terkait pendakian kepada Rio dan lainya. Bandu merupakan mahasiswa semester 6, dan paling berpengalaman dalam pendakian.
"kalau sudah sampai di kota mekar sari, selanjutnya kita akan berjalan kaki selama 300 meter untuk sampai ke pos pendaftaran" jelas Bandu.
"hah.. serius ban? kok jauh gitu ya?" ujar Alex dengan wajah terkejut.
"yaelah, baru 300 meter aja lu udah ngatain jauh, gimana kalau naik ke puncak. gw takut lu malah pingsan di tengah jalan" sambung Toni dengan nada bercanda.
__ADS_1
"sudahlah, perjalanan tidak akan melelahkan. pemandangan di desa mekar sari sangat indah cocok tuh buat bikin insta story" ucap Rio sembari merangkul Alex dan Toni.
singkat cerita, akhirnya ke 4 sahabat tersebut sampai di desa mekar sari. benar saja pemandangan di desa tersebut sangatlah indah. hamparan sawah dan ladang jagung yang hijau sungguh menyihir mata ke 4 nya.
"gila.. indah banget" teriak Alex sembari membentangkan tanganya lebar-lebar.
Rio dan lainya hanya tertawa melihat tingkah Alex yang begitu terpana akan alam.
mereka berfoto sejenak sebelum akhirnya memasuki area perkampungan.
tak lupa juga Rio menanyakan pos pendaftaran untuk melakukan pendakian di gunung tersebut kepada pemilik kios.
"dek memangnya kalian mau mendaki?" tanya ibu-ibu pemilik kios tersebut.
"em..iya bu, memangnya kenapa ya?" tanya Rio sedikit penasaran.
__ADS_1
"ibu sarankan sebaiknya kalian jangan lewat jalur barat, sebaiknya kalian lewat jalur timur saja lebih ramai dan banyak orang" jelas ibu tersebut sudah semakin membuat Rio bertambah heran.
Rio segera memberitahu Bandu dan lainya mengenai perkataan dari ibu tersebut.
"ban, katanya ibu itu kita di suruh lewat jalur timur katanya sih jalur ini berbahaya" jelas Rio sembari membagikan minuman dan cemilan.
"wah, kalau lewat jalur timur kita harus naik bus lagi ke arah kota dan naik bus lagi untuk Samapi di desa jati" jelas Bandu seraya memegang dagunya.
"wah kalau gitu jauh dong, ongkos juga banyak kebuang" timpal Alex dan disetujui oleh Toni dan Rio.
"jadi gimana nih.. mau lewat jalur ini apa jalur timur?" tanya Bandu memastikan.
"yaudah kita lewat jalur ini aja, lagian udah dekat juga" jawab Alex menarik tangan Rio dengan paksa.
meskipun Rio nampak senang, namun ia begitu khawatir jika terdapat hal berbahaya yang tidak di ketahui oleh mereka, terlebih lagi tatapan ibu tersebut menunjukan ketakutan besar di matanya.
__ADS_1
"semoga saja itu cuma firasat ku" ucap Rio dalam hati.