Dunia Lain

Dunia Lain
Pengalihan waktu - Episode 81


__ADS_3

"Apa maksud mu jika labirin ini berputar?" Tanya Sinta keheranan.


"Sepertinya Dimas benar, aku merasa jika benang ku semakin panjang. Kalian lihat saja benang ini sangat lurus, tadi aku sengaja membuatnya longgar agar mudah di lihat" Ujar Selly sambil menunjuk ke benang yang ada di lantai.


"Sekarang kita harus bagaimana?" Tanya Ira.


"Kita tidak memiliki cara lain lagi selain mencari jalan keluarnya" Ujar Bagas yang kemudian langsung pergi meninggalkan mereka.


Kemudian mereka pun juga ikut pergi meninggalkan tempat tersebut dan berharap jika mereka bisa keluar dengan selamat. Keiya pun juga menarik kembali semua benang dan jarum miliknya, dan kini mereka hanya bisa berharap jika keberuntungan memihak pada mereka saat ini.


"Bagaimana cara ku memberitahu mereka? mereka pasti sudah tidak mempercayai aku lagi" Ujar Dimas dalam hatinya.


Drrrrrr...!!!


Tiba tiba saja lantai di labirin itu mulai bergerak dan semua rak buku di sana juga bergerak dan mulai turun ke bawah, kemudian mereka pun bisa melihat jalan keluar sebenarnya. Di saat yang bersama pula bayang bayang yang muncul di mata Dimas pun mulai menghilang.


"Sudah hilang?... tapi apa arti dari semua ini?" Gumam Dimas.


"Tunggu!? apa!? Jadi apa kegunaan dari perjalanan panjang mereka yang melelahkan di labirin itu?" Kesal Bagas.


"Tunggu ku rasa ada yang aneh, sekarang sudah berapa hari sejak kalian ke sini?" Tanya Siluman Rakun.


"Mungkin ini sudah satu hari sebelum gerhana bulan, tapi... sepertinya waktu kita tinggal 21 jam lagi" Ujar Ira.


"Gawat! semuanya kita harus bergegas, jika ada yang menghalangi kita langsung bunuh saja! kita sudah tidak memiliki banyak waktu ke puncak gunung lagi!" Ujar Siluman Rakun.


Akhirnya setelah menyadari jika semua yang mereka lalui dari melawan Siluman Angin Gunung dan terjebak di dalam labirin, itu hanyalah mengalihan waktu agar Farwani bisa melakukan rencana nya. Tapi kenapa Mino dan Geisha tega mengkhianati mereka?

__ADS_1


"Jalan ini terasa tidak ada abisnya, apakah ini jebakan lainnya?" Curiga Dimas.


"Tidak, ini merupakan salah satu jalan ke bangunan tempat kita mengalahkan Farwani sebelumnya. Tapi... kenapa ini lebih panjang?" Ujar Siluman Rakun.


"Tentu saja, karena jalan yang kalian ambil ini bukan menuju bangunan itu... tapi ini menuju tempat ku "Tiba tiba mereka mendengar suara seseorang dari ujung jalan dan saat mereka berhasil keluar, mereka sudah bisa melihat begitu banyak kurungan dan salah satu di dalamnya terdapat Siluman Rubah dan Siluman Pohon.


"Tempat ini..." Andre pun langsung di buat kaget ketika melihat banyak yang di kurung.


"Andre! Dimas! kalian semua! cepat lari!" Teriak Siluman Rubah yang langsung menyadari kedatangan mereka.


"Apa!?" Andre pun langsung berbalik. Dan terkejutnya ketika melihat Siluman Laba Laba yang mulai bersiap mengusiknya dari belakang.


Waktu pun mulai terasa lambat dan seakan akan menandakan akan terjadi hal yang tak terduga. Tiba tiba dari arah atas sebuah batu besar jatuh dan hampir menimpa mereka.


Boomm!!!


Batu tersebut pun langsung jatuh mengenai Siluman Laba Laba. Dan untungnya mereka semua masih sempat menghindar dan tidak terluka sedikit pun.


"Kalian cepat lari! jangan khawatirkan kami!" Ujar Geisha.


Melihat bahwa waktu mereka juga tinggal sedikit, tanpa berpikir panjang mereka pun mulai pergi dari sana dan menyerah kan Siluman Laba Laba pada Mino dan Geisha sediri.


"Kaa... li... ann.. TIDAK AKAN KU BIARKAN LARI!" Kemudian mata Siluman Laba Laba pun mulai berubah menjadi merah dan di ikuti dengan wujudnya yang mulai berubah menjadi makhluk mengerikan yang menyerupai laba laba.


Mino dan Geisha pun langsung menghindar ketika Siluman Laba Laba yang kali ini sudah mulai menggila mulai berubah menjadi sesuatu yang membuat nya terlihat seperti monster yang memiliki dendam dan sangat marah.


"Geisha, kamu bebas kan semuanya selagi masih sempat. Aku akan mengejar Siluman itu" Ujar Mino sebelum ia langsung berlari mengejar Siluman Laba Laba.

__ADS_1


Karena ukuran Siluman Laba Laba yang juga ikut berubah, maka setiap langkah nya pun mulai membuat getaran yang sangat besar dan sampai bisa di rasakan oleh Andre dan kawan kawannya di depan.


"Getaran apa ini?" Tanya Keiya heran.


"Semuanya lihat di belakang!" Ujar Bagas.


Saat mereka melihat ke belakang, sudah terlihat jika Siluman Laba Laba sedang mulai menyusul mereka dan karena hai itu juga, mereka pun mulai meningkatkan kecepatan mereka dan berusaha lari secepat mungkin. Karena getaran yang di buat oleh Siluman Laba Laba, maka terjadilah retakan di sekitar jalan. Tapi itu merupakan sebuah keuntungan bagi Mino yang bisa menggerakkan benda.


"Jika perkiraan ku benar, seharusnya aku bisa menggunakan retakan ini untuk menghambat nya" Ujar Mino dalam hatinya.


Kemudian Mino pun mencoba membuat jalan yang akan di lalui oleh Siluman Laba Laba menjadi lebih sulit dan berharap bisa membantu Andre dan kawan kawannya. Dan untungnya cara tersebut berhasil. Kini Siluman Laba Laba menjadi lebih sulit mengejar Andre dan kawan kawannya berkat usaha yang di lakukan oleh Mino.


"Jika kita terus berlari seperti ini, maka akan percuma saja. Kita tidak akan bisa keluar dari sini" Ujar Sinta panik.


"Bagas, Andre ayo kita lakukan cara yang sama seperti sebelumnya!" Ujar Dimas.


Kemudian mereka pun langsung mulai melakukan hal yang sama ketika mereka di kejar saat ingin ke area tambang sebelumnya. Tapi mungkin kali ini akan sedikit bertambah sulit. Karena jalan yang mereka lewati tidak terlalu luas. Sehingga membuat kemungkinan jika salah satu dari mereka akan terjatuh karena menabrak satu sama lain.


Tapi untungnya berkat bantuan yang di berikan Mino, mereka tidak perlu terlalu panik dan bisa sampai di ujung jalan. Meski mereka sudah berhasil keluar, Siluman Laba Laba masih saja mengejar mereka. Melihat hal itu, Mino pun langsung meruntuhkan jalan keluar agar Siluman Laba Laba tidak bisa menangkap Andre dan kawan kawannya.


Siluman Laba Laba pun mulai mempercepat gerakannya dan hampir saja keluar. Tapi ia malah tertimpa batu dan membuatnya tidak bisa melakukan apa apa. Ia pun hanya bisa berusaha menangkap mereka seperti seekor makhluk ganas yang kelaparan.


"Bagaimana sekarang? apakah kita harus meninggalkan nya?" Tanya Diana.


"Jangan, sebelumnya kita sudah mengalahkannya dan meninggalkannya. Aku yakin dia masih Siluman Laba Laba" Ujar Andre.


"Apa!? dia hampir saja membunuh kita, apakah kamu ingat!?" Ujar Ira kesal.

__ADS_1


Tanpa basa basi mereka semua kecuali Diana, Dahan dan Ira. Mulai mendekati Siluman Laba Laba dan memberikan salam perpisahan terakhir sebelum mereka pergi. Berkat hal itu, tubuh Siluman Laba Laba mulai menghilang tapi diikuti secercah cahaya yang mulai mengelilingi nya. Dan kali ini Siluman Laba Laba pun bisa pergi tanpa meninggalkan air mata.


To be contiune >>>


__ADS_2