Dunia Lain

Dunia Lain
Pertemuan yang mengejutkan - Episode 72


__ADS_3

"Apakah mereka sudah pergi?" Tanya Andre ke mereka semua.


"Shhttt!! jangan berisik jika ketahuan bisa gawat" Ujar Siluman Rakun sambil berbisik.


Kemudian perempuan tersebut pun langsung pergi meninggalkan mereka diikuti oleh angin yang berembus mengikutinya, setelah menunggu sekitar 5 menit. Pria tersebut terlihat masih belum pergi karena Andre dan lainnya terus saja mendengar pria tersebut bergumam tidak jelas.


"Jika saja aku tidak membuat perjanjian dengannya, maka aku pasti akan masih hidup" Ujar pria tersebut frustrasi.


Kemudian Pria tersebut pun langsung melihat sekeliling seperti memastikan tidak ada yang memperhatikan mereka. Setelah beberapa saat, Andre mendengar langkah kaki dari pria tersebut. Semakin lama suaranya semakin keras dan serasa mulai mendekati mereka.


"Kalian kira aku tidak menyadari keberadaan kalian?" Ujar pria tersebut mendekati mereka.


Andre dan lainnya pun langsung berusaha lari, tapi sepertinya itu merupakan pilihan yang salah. Karena mereka tentu saja tidak akan ketahuan, karena mereka itu tidak terlihat dan jadi sudah pasti pria itu tidak akan mengetahui letak keberadaan nya.


"Ternyata kalian lari?" Ujar pria tersebut sambil berdiri santai.


Saat sedang berlari, mereka cukup heran mengapa tidak ada yang mengejar mereka. Mereka pun akhirnya berhenti untuk sejenak dan memikirkan langkah apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


"Baiklah untungnya kita sekarang sudah aman, tapi apa yang harus kita lakukan sekarang? kita sudah tidak tahu kita ada di mana" Ujar Sinta yang sedikit kewalahan saat berlari.


"Entahlah, Siluman Rakun apakah kamu tau kita ada di mana sekarang?" Tanya Dimas.


"Aku tidak tahu, tapi yang pasti kita harus kembali ke jalan tadi" Jawab Siluman Rakun.


"Tapi bagaimana dengan pria tadi? dia kelihatan nya tidak berada di pihak kita" Ujar Keiya.


"Siapa bilang? buktinya aku tidak menangkap kalian" Jawab pria misterius tersebut.

__ADS_1


Karena refleks, Keiya pun langsung menggunakan senjata miliknya yang berupa sebuah jarum dengan ukuran besar. Keiya terus melempar jarum itu ke atas mereka tanpa tau di mana letak pria tersebut.


"Tunjukan diri mu!" Jawab Keiya sambil memegang jarum tersebut.


"Baiklah, tapi jangan bunuh aku untuk kedua kalinya" Jawab pria tersebut sambil muncul dari atas pohon. Pria itu pun melompat dan mendarat tepat di depan mereka.


Saat sudah mendarat, Andre dan lainnya pun langsung berkumpul sambil mengarahkan senjata mereka ke pria tersebut. Semua cukup terlihat waspada, kecuali Siluman Rakun yang terlihat terdiam dan memasang wajah ketakutan.


"Baiklah, apakah kalian merindukan ku?" Tanya pria tersebut.


"Siapa kamu?" Tanya Andre berteriak.


"Tenang, aku berada di pihak kalian" Di saat itu juga dari belakang punggung pria tersebut muncul 4 buah kaki yang mirip laba laba dan juga tidak lupa ada bagian perut laba laba yang juga ikut muncul diikuti semua kaki laba laba tersebut.


"Kamu...." Keiya pun langsung di buat heran dengan perubahan wujud pria tersebut.


"Iya aku adalah Siluman Laba Laba" Jawab pria tersebut yang mengaku bahwa dirinya adalah Siluman Laba Laba.


"Iya kamu benar, aku memang sudah mati. Tapi sekarang aku sudah hidup" Jawab pria tersebut.


"Jika kamu memang Siluman Laba Laba, buktikan!" Tantang Andre kepada pria tersebut.


"Kamu meminta ku membuktikan nya? baiklah, tapi mungkin aku akan menceritakan bagaimana kalian membunuh ku" Jawab pria tersebut.


Kemudian pria tersebut pun langsung menceritakan bagaimana mereka mengalahkan Siluman Laba Laba sebelumnya, selain itu ia juga menjelaskan bagaimana keadaan Siluman Laba Laba saat itu. Andre dan teman pun langsung di buat terkejut dan juga kurang percaya karena semua yang di katakan oleh pria tersebut sama persis dengan apa yang terjadi sebenarnya. Dengan begitu kecurigaan mereka terhadap pria tersebut pun langsung memudar dan mereka juga mulai mempercayai jika pria itu adalah Siluman Laba Laba.


"Siluman Rakun bagaimana menurut mu? apakah dia memang Siluman Laba Laba?" Tanya Andre untuk memastikan.

__ADS_1


"Tidak salah lagi, dia memang Siluman Laba Laba. Tapi bagaimana bisa?" Tanya Siluman Rakun tidak percaya.


"Ceritanya sedikit panjang, tapi apa yang kalian lakukan di sini? jika kalian ingin melawan nenek tua itu seharusnya kalian pergi ke daerah kota Simangla" Jawab Siluman Laba Laba.


"Kami ingin mengambil tongkat milik Siluman Angin Gunung" Jawab Siluman Rakun.


"Kalian ingin mengambil tongkat itu? lebih baik kalian berhati hati, kini Siluman Angin Gunung juga sudah kembali hidup. Ia sudah mengambil alih daerah Gunung ini. Tapi jika kalian ingin membebaskan orang yang di tahan, aku bisa membantu kalian. Orang yang di tahan ada di tambang tua, letak para Siluman Serangga seperti ku tinggal" Jawab Siluman Laba Laba.


"Apa? Siluman Angin Gunung sudah kembali hidup?" Tanya Andre heran dan terkejut.


"Iya, bukan hanya dia. Sangkarawang juga sudah di hidupkan kembali, Nenek Tua itu sudah membangkitkan beberapa makhluk yang menjadi pemimpin sebelumnya" Jawab Siluman Laba Laba.


"Pemimpin? apakah seperti Siluman Pohon?" Tanya Andre.


"Iya, Siluman Angin Gunung. Ia diangkat jadi pemimpin Siluman alam, seperti Siluman tanah, batu, atau pun bahkan juga Penunggu Sungai. Aku Siluman Laba Laba menjadi pemimpin Siluman Serangga, aku juga sekaligus merupakan penjaga untuk penjara tahanan Kota Simangla. Untuk Siluman Hewan, itu di pimpin oleh Siluman Ular dan untuk hantu "Siluman Tumbuhan di pimpin oleh Pohon Tua. Tapi untungnya Pohon Tua itu lebih kuat sehingga ia bisa menghindar dari kekuasaan Nenek Tua itu" Siluman Laba Laba pun langsung mencoba menjelaskan mengenai apa yang di lakukan oleh Farwani selama mereka tidak ada.


"Jadi apa yang harus kami lakukan agar bisa mendapatkan tongkat milik Siluman Angin Gunung?" Tanya Andre.


"Tidak ada cara lain lagi, selain mengalahkan nya dalam pertarungan" Jawab Siluman Laba Laba.


"Pertarungan? tapi bagaimana caranya? saat terakhir kali kami bertemu dengan nya, Siluman Rubah bahkan harus menggunakan Ilusinya untuk melawannya" Ujar Dimas khawatir.


"Aku tidak bisa membantu kalian untuk melawannya, tapi aku bisa memberitahu kelemahannya. Siluman Angin Gunung itu sangat lemah terhadap benda padat. Memang ia bisa menghancurkan itu dengan angin yang ia buat, tapi itu bisa menghambat nya dalam melakukan serangan. Jadi itu cukup Efektif dalan melawannya, tapi ingat berhati hati lah. Kita tidak akan tahu apa yang akan ia lakukan" Jawab Siluman Laba Laba.


"Apakah kamu tidak bisa membuatnya terluka atau membuatnya lengah?" Tanya Andre.


"Tidak bisa, jika dia tahu aku memberitahu kalian. Bisa bisa dia memberitahu Nenek Tua itu, jadi aku mungkin saja bisa tamat jika melakukan itu" Jawab Siluman Laba Laba.

__ADS_1


Mereka semua pun di buat diam setelah Siluman Laba laba mengatakan jika ia tidak bisa membantu mereka dalam pertarungan nantinya, karena yang melawan Siluman Angin Gunung adalah Siluman Rubah. Jadi tentu saja itu tidak bisa dianggap enteng.


To be contiune >>>


__ADS_2