
Kembali ke tempat pertarungan antara Farwani, kini tempat itu sudah tidak bisa di katakan menjadi sebuah tempat pertarungan lagi. Saat Andre dan lainnya sudah berhasil mengalahkan Sangkarawang, Farwani sudah mengalahkan banyak makhluk yang ada. Terlihat tubuh dan mayat berserakan ada di sekeliling altar itu.
"Apa... yang baru terjadi?.." Andre yang baru saja datang ke sana pun langsung diam di tempat ketika melihat banyak tubuh yang sudah tidak bernyawa.
"Kalian datang tepat waktu" Ujar Farwani sambil menunjukkan banyak bercak darah di tangannya.
Kini mereka sudah hampir akan kalah telat. Farwani kelihatan sudah cukup puas melihat penderitaan mereka semua, tapi meski begitu. Itu masih belum cukup. Meski terus mencoba, sangat tidak mungkin mereka bisa menang, kini 10 menit lagi puncak gerhana akan selesai dan mereka harus menghancurkan altar itu secepatnya atau mengalahkan Farwani.
"Sepuluh menit... sepuluh menit lagi puncak gerhana akan berakhir. Entah mengapa aku tidak bisa mengubah altar itu menjadi sesuatu yang lain, apakah ini akhirnya?..." Ujar Siluman Rakun.
"Jika kamu mengira sudah menang... kamu salah!" Karena sudah tidak tahan melihat teman temannya yang menjadi korban, Andre pun langsung menyerang Farwani sebisanya.
"Kamu cukup marah, kenapa kamu tidak menyerah saja? waktu mu hanya 10 menit. Apakah kamu yakin bisa mengalahkan ku dengan waktu sesingkat itu?" Ujar Farwani sambil menghindari semua serangan Andre.
"Sepuluh menit memang singkat bagi mu, tapi bagiku setiap detik dan menit di sini akan menjadi akhir dari kisah mu!" Ujar Andre.
"Jika Kita biarkan, Andre pasti akan tamat. Kita harus menolong nya" Ujar Adith yang masih berada di atas batu yang di kendalikan Mino.
Melihat Andre yang sangat berjuang. Dimas, Keiya, Sinta, Adith dan semuanya yang masih selamat, juga langsung ikut untuk mengalahkan Farwani. Tapi apakah waktu sepuluh menit cukup?
"Kalian sangat menyedihkan, berjuang di saat saat terakhir. Kalian bahkan tidak bisa melukai ku" Ujar Farwani meledek mereka.
"Siapa bilang!?" Dari arah belakang, Sinta langsung mengibaskan Farwani dengan kipas miliknya dan membuat Farwani terpental.
"Kamu kira sebuah kipasan angin bisa melukai ku?" Ujar Farwani.
"Tidak..." Dari belakang, muncul Siluman Rakun yang langsung menendang Farwani seketika.
__ADS_1
Kini karena terus terusan di serang dari arah yang berbeda terus menerus, Farwani menjadi susah membaca serangan yang ada. Apalagi dengan perpindahan lokasi yang terjadi padanya, membuat ia susah mengetahui letak nya saat ini.
"Matilah!" Andre pun langsung menyerang Farwani langsung dari depan.
Sringgg!!...
Buk!..
Farwani pun langsung terjatuh, mereka pun langsung mengira jika itu merupakan sebuah kemenangan emas bagi mereka. Meski harus memakan banyak orang, tetapi akhirnya sebuah kemenangan bisa mereka dapatkan.
"Sudah... selesai?.." Ujar Keiya tidak percaya.
"Akhirnya!!" Sinta pun langsung juga ikut senang dengan hal itu.
Karena senang mereka pun langsung bersorak sorak bergembira, Kini yang tersisa dari pertarungan itu hanya Andre, Dimas, Keiya, Adith, Sinta, Siluman Pohon, Siluman Rakun, Mulai atau Siluman Rubah, Daihan, Ira dan Diana. Tidak lupa juga dengan mereka yang masih ada di tempat pengungsian. Akhirnya mereka pun langsung pergi perlahan dan meninggalkan kawah itu. Dengan melewati sebuah gua tempat Farwani datang, saat ingin masuk ke dalam gua, tiba tiba mereka mendapatkan sebuah serangan tak terduga.
"Akhh!!..." Tiba tiba Diana merasakan rasa sakit di bagian perutnya.
"La-ri..." Ujar Diana sebelum kuku tersebut tertarik kembali dan saat Diana jatuh lemas, ada Farwani yang ternyata masih hidup. Tapi sudah terlihat jelas bahwa keadaan tubuhnya sudah tidak normal.
Wajah Farwani kini terbagi menjadi 2 sisi di salah satu sisi merupakan wajah asli Farwani, tapi di sisi lainnya terlihat tua. Bukan hanya wajahnya. Rambut, tubuh, kaki dan tangannya juga mengalami hal yang sama.
"Itu adalah bayaran... karena membuat ku seperti ini!" Ujat Farwani yang sudah marah dan kesal.
Ternyata pertarungan mereka belum lah berakhir. Mereka sudah mengulangi kesalahan yang sama yaitu tidak memastikan kematian Farwani, karena kelalaian mereka. Maka kini nasib dunia berada di tangan mereka.
"Kesalahan yang sama... kalian mengatakan akan mengalahkan ku dalam sepuluh menit? bagaimana jika lima menit apakah kalian bisa?..." Kata kata yang di ucapkan Farwani kedengaran seperti sebuah tantangan, padalah itu adalah ancaman bahwa waktu puncak gerhana akan berakhir.
__ADS_1
"Lima menit? itu sudah pasti tidak akan cukup, tidak ada cara lain lagi. Altar iti harus di lenyapkan" Ujar Siluman Rakun dalam hatinya.
"Jika kita melakukan pertarungan lagi, rasanya sangat tidak mungkin. Apalagi kita hanya beberapa orang, dan kekuatan kita juga sudah hampir habis. Kita bertiga akan mengurus nenek ini, mereka akan mengurus altar itu" Ujar Siluman Pohon ke Mirai dan Siluman Rakun.
"Baik!" Jawab Siluman Rubah dan Rakun kompak.
Secara diam diam mereka pun memberitahu setaip orang mengenai rencana itu, sementara Farwani masih mengatakan bahwa mereka akan berakhir. Setelah semua mengetahui rencana itu, Siluman Rakun dan Siluman Rubah pun langsung menyerang duluan. Di ikuti oleh Siluman Pohon yang mengincar Farwani dari ketinggian.
Di saat Farwani sedang sibuk bertarung, Andre dan kawan kawannya pun langsung mengambil kesempatan itu dan menjalankan rencananya untuk menyerang altar.
Selain itu, Mino dan Geisha juga ikut membantu dengan menabrakan batu batu ke Farwani. Alhasil karena beberapa tubuh Farwani menjadi tua, maka beberapa serangan milik mereka hampir mengenai Farwani.
"Bagus, karena keadaan tubuhnya. Kami pasti bisa mengalahkannya kali ini" Ujar Siluman Pohon yakin dan percaya diri.
"Jangan dekati altar ku!" Ujar Farwani yang berlari ingin menyerang Farwani.
"Tidak akan ku biarkan kamu mendekati mereka!" Ujar Siluman pohon yang mengikat Farwani dengan akarnya.
"Lepaskan aku!" Ujar Farwani memberontak.
"Dia kuat sekali" Ujar Siluman Pohon yang masih bersusah payah menahan Farwani.
Andre dan lainnya pun tetap berlari tidak mempedulikan Farwani yang sudah mengincar mereka. Tapi meski sudah tidak memiliki halangan, angin yang di buat oleh tongkat milik Farwani terlalu kencang sehingga susah untuk di hancurkan, kecuali di serang bersama sama seperti sebelumnya.
"Bagaimana cara kita menghancurkan benda ini?" Tanya Andre.
"Kita serang saja, berharap altar ini bisa hancur" Ujar Dimas.
__ADS_1
Tapi sayangnya meski sudah di serang dari segala arah, tidak ada satu goresan pun yang berhasil merusak altar itu. Angin juga semakin kencang sembari waktu mereka berkurang, selain itu, Farwani juga semakin ingin mendekati altar itu. Apakah ia ingin memgincar Andre dan kawan kawannya atau dia hanya ingin mengambil tongkat milik nya?
To be contiune >>>