Dunia Lain

Dunia Lain
Bagas dan para arwah hutan - Episode 68


__ADS_3

"Menyerahlah Leak, jika kamu terus memaksakan diri mu. Kamu hanya akan membuang buang waktu, kamu tidak akan bisa membantah ramaran yang sudah akan terjadi "


"Lamaran? Hahahahaha.... hahahhahaa... apakah karena umur mu yang sudah tua? Kamu lupa jika lamaran itu akan terjadi saat sebuah gerhana terjadi? Saat mereka melawan Farwani sebelumnya tidak ada dosa yang di pertaruhkan!" Jawab Leak itu sambil menahan rasa sakit yang cukup mengerikan.


"Memang tidak semua ramaran itu akan terjadi... itu tergantung apa yang kita lakukan, tapi yang pasti adalah jika seseorang melakukan sebuah kejahatan, maka suatu hari ia pasti akan mendapatkan balasannya " Ujar pohon besar tersebut untuk menyadarkan Sang Leak.


Pohon itu pun hanya terdiam dan di saat itu juga api tersebut mulai melahap beberapa bagian tubuh nya. Ia sengaja tidak melakukan perlawanan karena melihat bahwa Leak tersebut sudah dalam keadaan yang cukup menyedihkan. Karena hal itu pohon tersebut pun hanya perlu mengulur waktu hingga Leak tersebut binasa oleh kutukan yang di berikan ke beberapa Makhluk di sana.


Tapi sayangnya, Farwani tidak mengetahui keberadaan pohon besar tersebut. Sehingga ia tidak bisa memberikan kutukannya ke pohon tersebut, tapi itu merupakan suatu keuntungan. Karena hal itu pohon tersebut bisa memberikan beberapa informasi yang ia ketahui mengenai Kota Simangla dan Farwani.


"Jadi kamu pikir jika kamu yang tau segalanya? Jika begitu maka coba kamu tahan serangan ku ini!" Kemudian Leak itu pun langsung melemparkan bola bola api yang berasal dari mulutnya.


Karena tidak bisa melakukan apa apa, pohon itu pun terpaksa menerima serangan tersebut. Fajar juga masih lama muncul, jika terus seperti ini maka pohon itu bisa saja habis di lahap oleh si jago merah. Sementara itu di tempat semua orang berlindung atau tepatnya di bagian depan pohon itu, terjadi getaran yang cukup kuat.


"Apa yang terjadi di atas sana?" Tanya Bagas heran.


"Entahlah, tapi kita harus mengeceknya" Jawab Diana sambil berdiri di dekat tangga jalan keluar.


"Tidak, jika kalian mati Andre tidak akan memaafkan ku" Jawab Bagas sambil berjalan keluar.


Meski tidak memiliki senjata apapun, Bagas tetap keras kepala dan ingin mencoba mengecek apa yang terjadi di luar. Di luar ia melihat kobaran api di mana mana, bukan hanya itu. Ia juga melihat Andre dan lainnya yang tergeletak lemas karena terkena semburan darah Leak sebelumnya.


"Bagaimana ini? jika di biarkan terus maka tamat sudah riwayat kami semua" Ujar Bagas dalam hatinya.


"Jika kamu masih melawan, maka aku tidak punya cara lain selain membinasakan mu saat ini! " Ujar pohon itu yang kemudian mengikat seluruh organ Leak itu dan langsung menahannya ke tanah.

__ADS_1


"Kini sudah waktunya kamu menerima akibat dari perbuatan mu! "


Kini pohon itu pun langsung menarik akarnya sehingga membuat Leak tersebut tertarik ke bawah tanah. Meski tidak sampai Masuka kedalam, tapi karena kutukan yang sedang menghancurkan nya membuat itu terasa seperti siksaan yang mengerikan bagi nya.


"Ku rasa Leak itu tidak akan bisa di kal8ahkan dengan begitu saja, bagaimana cara ku mengalahkan nya?" Gumam Bagas dalam hatinya.


nyu~~


Tiba tiba dari belakang, Bagas merasa ada yang menarik baju nya. Saat melihat ke belakang ia melihat makhluk imut yang sedang memegang sebuah tombak yang terbuat dari kayu dan batu. Bagas pun langsung di buat heran mengapa makhluk itu menunjuk nujuk ingin keluar.


"Kamu jangan keluar, di sana terlalu berbahaya" Jawab bagas sambil mengangkat makhluk itu ke atas.


"Nyu nyu nyu nyu!!!"


"Sudah kamu masuk saja ke dalam" Ujar Bagas sambil melihat keadaan di luar.


"Shhhtt... Kamu jangan berisik" Bisik Bagas untuk mendiamkan makhluk tersebut.


Makhluk itu malah terus semakin mengganggu Bagas, dari memukul nya, menarik narik bajunya, bahkan sampai menarik narik tangannya. Hal itu pun langsung membuat Bagas menjadi jengkel dan tidak tahan.


"Kamu kenapa? apakah kamu ingin melawan Leak itu?" Ujar Bagas kesal.


"Nyu~" Jawab makhluk kecil itu sambil tersenyum.


"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Bagas heran.

__ADS_1


Kemudian tiba tiba makhluk itu pun langsung melompat dari genggaman Bagas dan langsung pergi menuju ke salah satu rumah desa ya dekat dengan mereka berdua. Bagas pun langsung mengendap ngendap mengikuti makhluk itu dan mencoba agar tidak terlihat mencolok di depan Leak tersebut.


"Hei kamu jangan seperti itu, jika kita ketahuan bisa gawat" Bisik Bagas ke makhluk tersebut.


Tapi sayangnya makhluk kecil itu tidak mempedulikan nya dan langsung masuk ke dalam sebuah lubang yang ada di bawah sebuah tempat tidur. Meski kecil, makhluk itu bisa mengangkat kasur yang memiliki ukuran yang cukup besar darinya. Bagas pun langsung melompat ikut masuk ke dalam.


Di dalam lubang itu ternyata ada banyak makhluk kecil imut yang sedang menunggu kedatangan mereka, semua makhluk itu memegang sebuah tombak kayu yang sama seperti dengan makhluk kecil yang bersama Bagas sebelumnya.


Tiba tiba semua makhluk itu langsung bergerombol dan secara otomatis mendorong Bagas keluar dari lubang itu bersama mereka semua. Saat berada di luar, mereka pun langsung keluar tampa aba aba dan langsung menyerbu Leak tersebut.


"Apa apaan ini!" Leak itu pun langsung di serbu oleh makhluk kecil tersebut.


Meski tidak memberikan kesan yang besar, makhluk makhluk tersebut pun tetap gigih menyerang Leak tersebut. Sementara itu, Bagas pun langsung membawa Andre dan lainnya ke tempat perlindungan agar mereka tidak terkena bahaya, untungnya Bagas menjadi lebih mudah membawa teman temannya karena ia juga di bantu oleh makhluk kecil tersebut.


Lama kelamaan tubuh leak itu pun langsung membesar dan membesar seakan akan ingin meledak. Makhluk kecil yang awalnya menyerang Leak tersebut pun langsung mundur dan menjauh dari Leak tersebut, sementara pohon besar itu masih mengikat Sang Leak dengan menggunakan akarnya.


"TIDAK, TIDAKK!!!! AKU TIDAK INGIN BERAKHIR SEPERTI INI!! FARWANI!!!"


Setelah Leak itu menyebut nama Farwani, ia pun langsung meledak dan hanya menyisakan beberapa anggota tubuhnya seperti paru paru, jantung, usus, dan lain lain. Yang kemudian leyap bersama sebuah asap hitam yang mengelilingi nya, untungnya Bagas dan kesemua makhluk kecil tersebut baik baik saja dan tidak terkena darah Leak tersebut. Tapi sayangnya penyesalan Leak tersebut sudah terlambat dan kini ia hanya bisa menerima nasib yang harus di terimanya.


Makhluk makhluk kecil tersebut pun langsung melompat kegirangan ketika Leak tersebut telah binasa, tingkah laku mereka semua yang seperti anak kecil sangat lah membuat Bagas menjadi sedikit tersenyum.


"Mereka lucu sekali, tapi siapa mereka?" Tanya Bagas heran.


"Mereka adalah arwah hutan, tugas mereka adalah melindungi tempat ini. Terima kasih karena telah membawa mereka untuk membantu ku, Leak itu tidak akan bisa di kalahkan kecuali kita menusuk bagian leher tubuhnya. Kini aku bisa beristirahat "

__ADS_1


Kemudian wajah dari pohon itu pun langsung menghilang dan menyatu dengan permukaan kayu miliknya, semuanya pum bergembira karena Leak tersebut sudah bisa di musnahkan. Tapi apakah Andre dan lainnya akan baik baik saja setelah terkena darah milik Leak tersebut?


__ADS_2