
"RASAKAN INI!!!! " Perempuan itu pun langsung melemparkan senjata cincin yang terbuat dari penggaris yang terus mengikuti setiap langkah mereka.
Bukan hanya itu ia pun juga menggunakan beberapa tentakel yang menyerupai akar dari pohon di taman sekolah yang sudah terkubur oleh tanah.
"SEMUANYA BERHATI HATILAH!!! JANGAN SAMPAI KITA GAGAL DI SINI!!!" Ujar Adith.
Karena serangan nya yang lumayan membuat Andre dan lainnya kewalahan, akhirnya mereka hanya bisa diam dan terus menghindar sampai perempuan tersebut memiliki celah dan bisa di serang.
"Kami tidak bisa bertahan lama, lebih baik aku meminta mereka untuk pergi dari sini" ujar Andre dalam hatinya.
"Semuanya!!! Cepat pergi dari sini!!! Di sini terlalu berbahaya!!!" Andre pun meminta semuanya untuk pergi dari sana karena takut salah satu dari mereka akan terluka.
"Baik!! SEMUANYA KALIAN MENDENGAR NYA KAN!!!" Kemudian Kurniawan pun membawa semua guru dan murid ke tempat yang aman, di mana mereka tidak akan terlibat pertarungan tersebut.
Meski pertarungan tersebut tidak seberbahaya di Gunung Singawari, tapi pertarungan ini menjadi lebih sulit karena mereka harus memastikan agar tidak ada satu pun dari para murid dan guru yang tersisa yang terluka. Selain itu yang bertarung cuma mereka berempat, tidak seperti di Gunung Singawari mereka bertarung melawan Farwani bersama para Siluman dan penghuni gunung lainnya.
Di tambah di tengah pertarungan itu Teru dan perempuan berambut panjang tersebut tidak terlihat sama sekali sejak mino menemukan semua guru dan murid yang di minta tetap di ruang Laboratorium IPA. Membuat Andre dan lainnya kekurangan orang untuk bertarung.
"KENAPA KALIAN MENGHINDAR TERUS!!!! KENAPA!!! APAKAH KALIAN TIDAK INGIN MENYERANGKU!!!! "
"Kenapa dia terus ingin kami menyerangnya?" Itulah yang Andre pikirkan saat ini, menurutnya sangat aneh jika musuh mereka meminta mereka untuk terus menyerangnya.
Sementara itu ketika Andre dan lainnya sedang bertarung Bagas beserta para guru dan murid lainnya sedang membicarakan sesuatu.
"Kita tidak bisa hanya menunggu!!! Mereka telah mempertaruhkan nyawa mereka untuk memastikan kita semua aman!!!" Ujar Bagas.
"Memang benar!!! Tapi apakah kamu ingin bertanggung jawab jika kita semua tewas?"
Sepertinya Bagas dan Kurniawan sedang berdebat mengenai membantu Andre, Sinta, Keiya dan Adith dalam bertarung melawab guru misterius tersebut.
"Kalian berdua berhenti bertengkar!!!" Seketika Mino pun muncul di sana.
"Mino? Kenapa kamu di sini? Tolong bantu teman teman mu yang sedang bertarung di sana, ibu yakin mereka sedang membutuhkan mu" Ujar bu rosa.
__ADS_1
"Saya rasa tidak perlu" Sontak hal tersebut membuat semuanya terkejut.
"Apa maksud mu?" Tanya Kurniawan.
"Jika waktunya jika sudah habis maka ujian ini akan berakhir" Ujar Mino.
Wuuuushhhh!!!!!!!!!
Tiba tiba setelah mino berbicara tiba tiba muncul angin kencang dari tempat Andre dan lainnya betarung.
"Angin kencang ini.... apakah mereka sedang dalam bahaya?" Ujar Bagas.
Kemudian mereka semua langsung pergi ke tempat angin itu muncul dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat Andre dan kawan kawannya yang sudah terluka. Meski sudah terluka mereka masih tetap saja berdiri dan masih ingin bertarung dan melindungi teman temannya.
"Semuanya tetap di sini, aku akan mengurus guru tersebut"
"KENAPAAA!!!! KENAPA KALIAN TIDAK MENGERANG AKU SAJA!!!! "
"Aku sudah memberitahukan mereka agar tidak menyerang mu, karena akan percuma saja, kamu hanya akan beregenerasi dan terus beregenerasi"
Wusshhhh....
Saat akan menyerang Mino, tiba tiba muncul angin kecil yang bertiup melewati mereka secara terus menerus lama kelamaan angin itu semakin lama dan semakin kencang bertiup. Kemudian secara tiba tiba Angin itu bertiup dan membuat guru misterius tersebut langsung terbawa angin, sayangnya tangan guru tersebut langsung menarik kaki Mino dan membuat Mino ikut tertarik.
"Ahhhhhh!!!!!"
"Mino!!!" Kemudian Yasfi beserta Andre pun langsung mengejar mino.
Lantai demi lantai mereka naiki sampai akhirnya sampailah mereka di lantai 3 sekolah tepatnya di ruang laboratorium IPA di sana. Dan kejadian yang sama terjadi lagi sama seperti di Gunung Singawari mimpi Andre beberapa hari sebelumnya menjadi kenyataan.
Ternyata Guru misterius tersebut terhisap ke lemari barang pratikum di sana dan sama seperti yang sudah ia lihat di mimpinya Andre sudah tau bahwa mino akan terhadap ke sana, tapi ia merasa bahwa tidak mungkin ia akan meninggalkan mino begitu saja.
"Mino!!!! Pegang tangan ku!!!!"
__ADS_1
Andre pun langsung pergi berlari ke arah lemari tersebut dan langsung menarik Mino, meski ia sudah berusaha tetapi hasilnya mungkin akan tetap sama, tarikan dari guru misterius tersebut terlalu kuat.
"ANDRE!!! KAMU TIDAK SENDIRI AKU AKAN MEMBANTU MU!!!" Kemudian Yasfi membantu Andre menarik Mino dan kali ini mereka sudah mulai bisa mengeluarkan Mino dari lemari tersebut.
"Sedikit lagi!!!" Ujar Andre.
"Cukup, kalian tidak perlu menarik ku. Lagi pula aku sudah cukup bahagia bertemu Yasfi kembali, ku mohon hancurkan lemari ini nanti" Kemudian Mino pun tersenyum sambil mengeluarkan air mata.
Kemudian Yasfi dan Andre langsung melepaskan genggaman mereka dan membiarkan Mino terhisap.
BRAKK!!!
Lemari pun tertutup dan saat mereka membukanya hanya ada alat pratikum. Air mata tidak bisa terhindarkan saat itu dan langit di sana juga kembali pagi dan akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari sekolah.
"Di mana Mino? Apakah dia selamat?" Tanya bu rosa ke Yasfi.
Yasfi pun hanya terdiam tanpa memberitahukan apa pun kemudian akhirnya mereka bisa membuka gerbang sekolah dan bisa keluar dari sana.
"Akhirnya kami sudah bisa keluar dari sekolah ini, saya harap mino akan baik baik saja" Ujar Andre dalam hatinya.
Ternyata Andre dan lainnya sudah hilang selama 9 hari, Banyak orang tua yang khawatir dengan anak mereka. Saat keluar dari sekolah Andre teringat dengan kabar bahwa banyak murid yang di temukan tewas di perpustakaan.
"Semuanya kita harus memeriksa perpustakaan" Ujar Andre.
"Ada apa?" Tanya Keiya.
Dan ternyata persis seperti dugaan Andre, banyak mayat teman temannya yang sudah gagal dalam ujian.
"Bukannya ini...."
"Kamu benar ini adalah teman teman kita yang gagal" Ujar Andre.
Karena mereka masih belum bisa mendapatkan nilai akhir karena kejadian tersebut. Maka mereka terpaksa ujian ulang. Seusai ujian. Sekolah di liburan selama 3 minggu, saat liburan itu Andre menghabiskannya dengan pergi Gunung Singawari dan mengelilingi kota Simangla. Dan sejak ujian mengerikan itu terjadi, Pak yasfi pun langsung membawa lemari di Laboratorium IPA ke tempat penghancuran. Berharap ujian yang memakan banyak nyawa tersebut berakhir.
__ADS_1
Beberapa hari sebelum pembagian raport Andre di panggil oleh kedua orang tuanya. Dari suasana yang ia rasakan, Andre yakin jika itu bukan pembicaraan biasa.
To Be Contiune>>>