Dunia Lain

Dunia Lain
aneh


__ADS_3

setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka sampai di pos 3. mereka segera mendirikan tenda kemudian membagi tugas. Alex dan Toni pergi mencari kayu bakar, sedangkan Bandu pergi mengambil air di sungai.


tinggallah Rio yang menjaga tenda sekaligus menyiapkan beberapa peralatan untuk memasak.


tidak lama kemudian muncullah Alex dan Toni sembari membawa banyak kayu bakar, mereka segera menyalakan api lalu memasaj nasi dan beberapa bungkus Supermi.


jam menunjukan pukul 5 lewat namun Bandu tak kunjung sampai, padahal jarak dari sungai dan tenda mereka tidak begitu jauh. Rio mengambil inisiatif untuk menyusul Bandu.


"lu berdua tunggu di sini ya, gw mau nyusul Bandu takutnya dia nyasar lagi" ujar Rio sesaat sebelum berjalan.


Alex dan Toni mengangguk setuju. singkat cerita kini Rio telah sampai di sungai tersebut, namun ia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan bandu.


"kemana sih tu orang?" pikir Rio sembari menatap sekeliling sungai tersebut.


Rio segera membalikan badannya dengan cepat usai merasakan kehadiran seseorang di belakangnya.


"aneh.. tidak ada siapa-siapa di sini, ah mungkin gw terlalu parno" gimana Rio menggaruk kepalanya.

__ADS_1


beberapa saat kemudian terdengar langkah kaki di samping Rio, dengan perasan campur aduk Rio mmberudaha untuk mengabaikan bunyi langkah tersebut. ia menenangakan dirinya sembari berkata dalam hati mungkin itu hanya suara batu yang terbawa air.


"wah, ini udah gak bener nih" ujar Rio yang mendengar langkah kaki tersebut mengelilinginya.


ia memejamkan matanya sembari melantunkan doa-doa dan berharap bahwa suara tersebut segera hilang, tiba-tiba..


"astagfirullah.!" teriak Rio merasakan pundaknya di tepuk oleh seseorang.


Rio membuka matanya dan sontak terkejut usai menemukan seorang pria tua berdiri sembari tersenyum di depannya.


"ka..kek.. apa.." ucapan Rio terputus usai kakek tersebut menyuruhnya diam.


"a..anu kek, aku lagi nyusul teman ku yang ngambil air di sini" jelas Rio


"teman mu sudah kembali dari tadi" ucap kakek tersebut sontak membuat Rio tak sanggup berkata.


"kalau gitu kita bareng yuk kek" ajak Rio.

__ADS_1


"kakek masih belum selesai mancing, nanti aja kalau udah selesai kakek pasti akan singgah" ujar kakek tersebut.


Rio akhirnya berjalan meninggalkan kakek tersebut dengan pikiran kacau, ia bertambah yakin jika sosok kakek tersebut bukanlah manusia, namun ia sedikit ragu akan hak tersebut.


"kalau bukan manusi, kok kakek itu bisa senyum dan nyentuh aku?" bantah Rio dalam hatinya.


dari kejauhan nampak Badu dan lainya berlari kearah Rio dan memeluknya dengan wajah senang. Rio tentu tidak paham akan sikap dari ke 3 temanya tersebut.


ia melihat mata Bandu yang sembab seperti habis menangis.


"syukur io, kami pikir lu kesasar di hutan sewaktu mencari kayu bakar" ujar Alex dengan wajah senang.


Rio bertambah bingung, bukankah yang mencari kayu bakar adalah Alex dan Toni? dan jelas-jelas bahwa ia telah memberi tahu keduanya ketika dia hendak menyusul Bandu ke sungai.


"tapi kok lu bisa datang dari arah sungai?" tanya Toni dengan wajah heran.


"eh ton, bukanya lu dan Alex yang nyari itu bakar? gw tadi dari sungai buat nyusul Bandu dan gw juga udah bilang ke kalian" Rio kini bertanya balik.

__ADS_1


"ah ngrang aja lu, jelas-jelas lu yang nyari kayu bakar, trus gw sama Toni bangun tenda dan Bandu nyari air" bantah Alex semakin membuat Rio keheranan.


__ADS_2