
Dalam sekejap semua murid dan guru berhasil di tangkap, termasuk Andre dan kawan kawannya. Kini mereka sudah berada di jalan buntu dan sudah tidak memiliki harapan lagi. Saat terbangun mereka sudah berada di sebuah ruangan hampa dengan sebuah kurungan raksasa yang mengurung mereka semua.
"Murid murid.... Maafkan bapak, jika bapak bisa mencegah kejadian sebelum sekolah ini mulai berisi teror.....Mungkin kejadian ini tidak akan terjadi..." Tiba tiba dari semua kesunyian di sana mulai terpecahkan dengan permohonan maaf dari kepala sekolah mereka, Yasfi.
Di saat itu juga untuk pertama kalinya Andre mulai menyerah dan merasa bahwa semuanya akan sampai di situ saja dan tidak akan ada jalan keluar.
"Jadi seperti ini akhirnya? Terjebak di dunia lain dan hilang untuk selamanya? Tanpa ada yang tau" Gumam andre dalam hatinya.
Tranggg!!!! Trang!!!!! Trangggg!!!!
Tiba tiba muncul suara orang yang mencoba menghancurkan kurungan yang terbuat dari entah apa itu, karena suara dari pukulan itu sangat keras. Hal itu membuat Sinta merasa terganggu.
"Yang benar saja!!!! kenapa kurungan ini sulit di hancurkan?"
"BAGAS!!!! Apakah kamu bisa diam? Kurungan ini tidak akan bisa berbuka, kamu lupa hanya hantu sekolah saja yang bisa membukanya" ujar Sinta yang sangat kesal dengan suara ribur yang di buat oleh Bagas.
Bagas pun terdiam, ia melakukan karena tidak bisa menerima bahwa ia sudah terperangkap di sana untuk selamanya. Karena setiap perjuangan yang mereka lalui untuk menolong teman temannya hanya berakhir sia sia.
Kemudian suasana kembali sunyi dan hampa, tapi di tengah kegelapan dan kemampuan itu muncul sesuatu yang membuat Adith merasa bahwa ada sesuatu yang akan membuat nya terkejut.
"Kakak....."
"Suara itu bukannya.... Ahhhh tidak mungkin itu dia" Tiba tiba muncul suara di telinga Adith yang mengingatkannya pada sesuatu.
"Kakak..."
"Suara itu lagi? Tidak mungkin... sepertinya pendengaran ku sudah tidak beres" Ujar Adith dalam hatinya.
"Kakak... Lihat.... Aku ada di sini "
"Adith, kamu kenapa? Kenapa wajah ku pucat seperti itu?"
Tak lama kemudian air mata mulai muncul di mata Adith, air mata itu tidak henti hentinya mengalir dari matanya. Kemudian sebuah gantungan kunci yang di simpan Adith di kantong bajunya mulai bersinar.
"Adith apa yang ada di kantong bajumu?" Tanya Andre yang terkejut melihat kejadian tersebut.
__ADS_1
Lama kelamaan cahaya itu semakin terang dan tiba tiba muncul asap hitam dan lama kelamaan asap hitam itu mulai menyebar ke seluruh kurungan.
"Asap apa ini? SEMUANYA BERSIAP SIAP!!!! " Kemudian dari kantong Adith muncul gantungan kunci yang berupa boneka kecil dan memiliki bentuk menyerupai Teru saat mereka terperangkap hujan sebelum ujian.
"AHHHH!!!!!!!" Bukan hanya itu, ternyata jepit rambut milik singa juga masuk ke dalam asap hitam tersebut.
Kemudian asap itu mulai naik ke atas kurungan dan dari kurungan itu muncul sosok perempuan yang memiliki rambut panjang yang di temui Sinta dan Keiya. Bukan hanya itu gantungan kunci tersebut juga mulai masuk ke asap hitam itu dan dari sana muncul wujud Teru yang mereka temui sehari sebelum ujian.
Kemunculan kedua makhluk tersebut membuat beberapa murid termasuk bagas mulai menjaga jarak, dari semua murid yang menjaga jarak. Murid yang tidak menjaga jarak hanya Andre dan kawan kawannya.
ARGGGHHHHHH!!!!!!!
Tranggg!!!! Trang!!!!! Trangggg!!!!
Tiba tiba dalam sekejap Teru langsung memotong Kurungan tersebut. Tapi sayangnya kurungan tersebut seperti melayang sehingga di bawah mereka hanya ada kegelapan.
Kemudian semua orang langsung keluar, tapi sayangnya hal itu di cegah oleh perempuan berambut panjang tersebut. Ia langsung memanjangkan rambutnya dan menutup jalan keluar mereka.
"Kenapa dia menutup jalan kita" Tanya Kurniawan heran.
Saat sinta melihat ke luar ternyata di bawah mereka tidak ada apa apa selain kegelapan, kemudian Sinta pun paham dengan apa yang di inginkan perempuan tersebut.
"Semuanya tolong jangan menghalangi jalan keluar sebentar, sepertinya kita harus membiarkan dia melakukan apa yang ingin ia lakukan terlebih dahulu" Ujar Sinta.
Kemudian Perempuan tersebut langsung memanjang kan rambutnya dan membentuk sebuah jembatan, karena terbuat dari rambut beberapa murid tidak yakin bahwa jembatan itu aman. Sehingga tidak ada satupun murid yang berani mencoba jembatan tersebut.
"Kenapa tidak ada yang ingin maju?" Tanya Sinta.
"Apakah kamu kira kami akan berjalan di rambut itu?" Ujar Kurniawan.
"Baiklah, biar aku saja yang ke sana" Kemudian Sinta pun memberanikan dirinya untuk berjalan di jembatan rambut tersebut.
"Tidak. aku, adith, dan keiya akan ikut dengan kamu" Ujar Andre yang khawatir jika terjadi sesuatu yang berbahaya dengan perempuan tersebut.
Dan akhirnya mereka pun mulai berjalan ke arah sebuah pintu yang ada di depan mereka, saat membuka pintu ternyata mereka berada di ruang laboratorium IPA yang terletak di lantai 3, tapi sayangnya saat memeriksa ke luar ruangan mereka melihat banyak anak tangga yang menuju ruangan yang berbeda.
__ADS_1
"Oooiiiii!!!!! apakah di sana aman???" Tanya Bagas dari ujung jembatan.
"iya!!!! di sini aman!!!! tapi berhati hati lah!!! " Ujar Adith.
Kemudian setiap murid dan guru mulai berjalan satu persatu perlahan lahan ke ujung jembatan, saat semua berada di ujung. Perempuan itu langsung memanjang kan rambutnya dan segera ke ujung jembatan dan keluar dari pintu tersebut.
Semua murid dan guru pun berkumpul di ruangan tersebut, kemudian Sinta mulai meminta agar semuanya tetap di laboratorium sampai semuanya aman dan tidak ada hal yang aneh.
"Semuanya tolong tunggu di sini sebentar, jangan takut kedua makhluk itu akan menjaga kalian. Kami berempat akan segera mencari jalan keluar untuk kita semua, jadi jangan sampai ada yang keluar sebelum kami kembali" Ujar Sinta.
Kemudian semua pun tetap di dalam sebelum mereka kembali, tetapi sebelum keiya menutup pintu. Bagas langsung berteriak.
"TUNGGGUUU!!!"
"Ada apa Bagas?" Tanya Keiya.
"Bolehkah aku ikut bersama kalian?" Tanya Bagas.
"Baiklah tapi apakah kamu yakin?" Tanya Keiya.
"Saya yakin" Kemudian Keiya pun hanya mengiyakan permintaan Bagas.
TOKK!!! TOK!!!! TOKKKK!!! TOK!!! TOKKK!!!
Beberapa saat setelah Andre dan lainnya sedang pergi untuk mencari jalan keluar, tiba tiba muncul suara ketukan pintu yang sangat kuat dari luar.
"Semuanya sembunyi cepat" Ujar Kurniawan sambik berbisik pada lainnya. Kemudian dari luar muncul mino dengan wajah datar.
"Kalian tidak perlu menyembunyikan diri kalian, aku sudah tau kalian ada di mana. Lebih baik kalian keluar saja"
"Mino? Untuk apa dia di sini? bukankah dia sudah tidak berpihak pada kami?"
"SAYA BILANG KELUAR DARI PERSEMBUNYIAN KALIAN!!!!!" Kemudian Mino langsung berteriak dan meminta mereka semua agar segera keluar dan dalam sekejap semua peralatan di laboratorium tersebut langsung berantakan.
To Be Contiune >>>
__ADS_1