
Saat menuruni tangga, mereka melihat bahwa pintu Gerbang sekolah ada di bagian paling bawah. Kemudian mereka pun langsung pergi ke bawah berharap bahwa pintu itu asli dan dapat membawa mereka ke dunia asli, di tengah perjalanan ke bawah keluar sebuah bayangan samar samar yang selalu lewat di sisi ujung mata Andre. Andre pun mulai menyiapkan pedangnya untuk berjaga jaga.
"Andre kenapa kamu mengeluarkan pedang mu? " Tanya Adith.
"Tidak, aku hanya ingin berjaga jaga saja. Ada sesuatu yang tidak beres di sini"
"Ada apa? Apakah ada yang mengganggu?" Tanya Sinta.
"Tidak hanya saja aku merasa bahwa kita sedang di ikuti" Jawab Andre sambil turun perlahan lahan.
"Di ikuti? oleh siapa?" Tanya Sinta.
"....."
Andre pun tidak menjawab pertanyaan tersebut dan tetap waspada, di tengah kesunyian itu Bagas mulai melihat sebuah bayangan yang dari tadi terua terbang mengelilingi mereka dengan saat cepat. Di saat yang bersama saat Bagas mulai menoleh ke belakang, ia melihat ada tentakel yang mulai menuju arah mereka.
"MENGHINDAR!!!!!" Kemudian Bagas langsung berteriak, seketika hal itu membuat semuanya terkejut dan segera menghindar dari yang di lihat oleh Bagas.
"Waahhhh..... Ternyata refleks kalian cukup bagus juga" Kemudian terdengar suara guru misterius tersebut, tapi anehnya wujud nya tidak bisa mereka lihat.
"Jadi dia membuat dirinya menghilang. Tapi untuk apa?" Ujar Keiya dalam hatinya.
PRRRAANGGGG!!!!! PRRRAANNGGG!!!! PPPRRAAANGG!!!
Tiba tiba terdengar suara cermin pecah yang sangat keras, seketika melihat sekeliling. Dinding yang awalnya terbuat dari beton yang ada di sekeliling mereka, Seketika langsung berubah menjadi cermin.
"AAAHHHH!!!!!!" Tiba tiba lantai yang diinjak oleh Sinta tiba tiba menjadi tembus, tapi anehnya wujud dari benda itu masih ada, dan di salah satu cermin itu lantai yang di injak oleh sinta tidak ada.
"Sinta!!!!!" Dengan gesit Keiya langsung menggunakan jarumnya untuk menusuk lengan baju milik Sinta, untungnya jarum yang di lempar oleh keiya tepat sasaran dan mengenai lengan bajunya Sinta.
"Arrrgghhhh!!!!! Arrrgghhhh!!!!!"
"Wahhh... Ternyata mereka sudah muncul, Baiklah sampai jumpa" Setelah mendengar hal itu tiba tiba dari bagian paling bawah tangga muncul tangan yang banyak yang perlahan lahan memanjat ke arah mereka.
__ADS_1
Kemudian Keiya pun dengan cepat menarik sinta. Setelah Sinta di tarik ke atas, mereka langsung naik ke atas tangga sambil memperhatikan beberapa cermin agar tidak terjatuh dan tidak menemui jalan buntu, kemudian secara tiba tiba Andre tampa sengaja tersandung dan jatuh ke bawah. Untungnya ia hanya jatuh beberapa pijakan, tapi sayangnya ia berada sekitar 1 meter dari kumpulan tangan tersebut.
"ANDREE!!!!! CEPAT PEGANG BENANG INI!!!! AKU AKAN MENARIK MU!!!!" Kemudian Keiya menurunkan benang miliknya dan meminta Andre untuk memegang benang miliknya, tapi sayangnya sebelum Andre berhasil kakinya tiba tiba di tarik oleh salah satu dari tangan tersebut.
"Lupakan saja!!! Cepat pergi!!! Aku akan baik baik saja!!!"
Karena tidak tau bahwa kaki Andre sudah di tarik, untuk berjaga jaga Keiya secara diam diam tetap membiarkan agar benang itu terurai. Berharap Andre akan memintanya menarik benang tersebut, kemudian mereka pun lanjut pergi dari situ. Sementara itu Andre mencoba untuk meloloskan diri.
"Kenapa tarikannya kuat sekali" Ujar Andre dalam hatinya, sambil berusaha untuk bebas.
Sayangnya saat Andre hampir bebas tiba tiba muncul 1 tangan lagi yang menarik Andre dan akhirnya Andre pun di tarik dan masuk ke dalam kumpulan tangan tersebut.
"Andre!!! cepat buka matamu!! Kita harus segera mengejar mereka bertempat atau tidak mereka yang akan berada di nasib buruk" Kemudian muncul suara Kurniawan yang memintanya untuk membuka mata.
"Kurniawan? Bagaimana kalian bisa ada di sini?"
"Sudah nanti saja penjelasannya, kini kita harus segera menghentikan mereka"
"Ehh Baik" Ujar Andre yang bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Jadi selama ini kami berempat di tipu oleh guru itu?"
Andre pun mulai paham jika alasan mereka tidak bisa melihat perempuan tersebut karena yang mereka lihat hanyalah ilusi semata. Bukan hanya itu setiap anak tangga di sana ternyata utuh dan cermin itu juga hanya ilusi
"Guru tersebut ternyata hanya ingin agar kami semua terluka dan tidak bisa keluar" Ujar Andre dalam hatinya.
"Ohh iya benang milik keiya"Saat di tengah perjalanan Andre ingat dengan benang milik keiya.
Kemudian Andre meminta agar Mino, Yasfi dan Kurniawan juga ikut membantu menarik benang tersebut.
"Mino, Kurniawan, Pak kepala bantu saya menarik benang ini. Dalam hitungan ke 3 kalian tarik ya"
"Baik" Ujar Kurniawan.
__ADS_1
"Satu... Dua...Tiga!!!! Tarik!!!!"
Akhirnya dengan menarik benang secara bersamaan membuat keiya berpikir bahwa Andre yang menarik benang tersebut.
Kemudian Keiya meminta berhasil menarik benang yang tarik, sayangnya karena tarikan tersebut terlalu kuat membuat keiya terjatuh.
"Keiya!!!"Untungnya Sinta berhasil menangkap tangan milik keiya.
"TARIK!!!!" Kemudian Andre meminta agar Mino, Kurniawan dan Yasfi menarik tali tersebut sekali lagi.
Dan tentu saja karena tarikan tersebut membuat sinta juga ikut terjatuh, Menyadari hal tersebut Adith juga menarik Sinta, tapi karena Sinta dan Keiya terlalu berat membuat Bagas yang menahan Adith juga ikut terjatuh.
"AHHHHHH!!!!!" Kemudian Sinta pun segera membuat angin yang mendorong mereka ke arah salah satu pajakan di sana.
"Semuanya baik baik saja kan?" Tanya Keiya.
"Iya, tapi sepertinya kita akan segera berakhir lihat tangan itu sudah dekat" Ujar Adith.
Mereka pun bersiap siap untuk menyerang Tangan tangan tersebut yang sebenarnya adalah Andre dan lainnya yang berusaha menghentikan mereka.
Trrriiiiinnnggggg!!!! Waktu ujian sudah selesai, semua murid A... KAN... BERAKHIR... DI SINI!!!!!
Tiba tiba setiap anak tangga berkumpul dan membentuk sekolah yang mereka kenal, dan mereka saat ini sedang berada di lapangan sekolah.
"Kita kembali ke sekolah?" Ujar Sinta.
"Bukan kita masih di sekolah sejak awal, pak lebih baik kita keluar dari sini segera, sebelum ada hal buruk yang datang" Ujar Kurniawan.
Kemudian mereka akhirnya pergi menuju Gerbang sekolah lagi, tapi sayangnya mereka lupa bahwa hanya guru misterius tersebut lah yang bisa membuka gerbang sekolah.
"APAKAH KALIAN MERASA LUMAYAN CUKUP HEBAT UNTUK MENGALAHKAN AKU DI UJIAN INI!!!!! "
Tiba tiba dari arah tiang bendera kembali muncul guru misterius yang tadi, tapi kali ini ia memiliki wujud yang menakutkan dan ia juga memiliki sebuah senjata berupa cincin besar yang terbuat dari kumpulan penggaris dan beberapa cutter. Apakah ini akan menjadi pertarungan terakhir mereka?
__ADS_1
To Be Contiune >>>