Dunia Lain

Dunia Lain
Bayangan masa lalu - Episode 79


__ADS_3

Andre, Dimas, Bagas dan teman teman mereka yang lain pun langsung masuk ke dalam tambang tua tersebut. Dan setelah mereka masuk, batu tersebut pun langsung bergeser kembali dan menutup pintu tersebut.


"Kalian baik baik saja kan?" Tanya salah satu dari kedua orang tersebut.


"I-iya terima kasih, untuk yang tadi" Jawab Andre.


"Tadi itu hampir saja" Ujar Dimas.


"Ehhh...!? kalian kenapa datang ke sini?" Tanya orang tersebut kembali.


Kemudian Andre pun langsung menghadap ke orang tersebut dan betapa terkejutnya ia setelah melihat wajah orang tersebut yang ternyata adakah Mino yang seharusnya sudah terjebak di lemari laboratorium IPA untuk selamanya dan tidak lupa Geisha juga menemani Mino.


Dengan menggunakan kekuatan mengendalikan barang milik mereka berdua, mereka bisa mengendalikan dan menggeser batu tersebut dengan mudah nya.


"Mino!? tapi bagaimana kamu bisa di sini?" Tanya Andre terkejut.


"Panjang ceritanya, tapi sekarang kalian kenapa di sini?" Tanya Geisha.


"Kami di suruh Siluman Laba Laba untuk segera ke sini" Ujar Andre.


Kemudian Mino dan Geisha pun langsung berbisik, dan penampilan Mini dan Geisha sama sekali tidak berubah dengan ukuran tubuh seperti anak SMP. Membuat Andre yang diri nya sudah kuliah menjadi sedikit tidak biasa.


"Baiklah, pertama tama kalian ikuti kami ke Labirin Perpustakaan dulu" Ujar Mino.


Kemudian mereka pun langsung segera pergi berjalan melewati labirin tambang tersebut. Terlihat terdapat beberapa rel kereta tambang yang mengisi setiap jalan mereka. Perasaan yang mereka rasakan juga cukup sama seperti saat mereka ke sana untuk pertama kalinya. Perasaan itulah yang membuat Dimas merasakan bahwa ada yang tidak beres.


Dalam bayang bayang Dimas bisa melihat kejadian saat mereka pertama kali di sana, lengkap dengan Asih dan Siluman lainnya membuat ia menjadi merasa kebingungan. Yang membuat nya lebih bingung adalah ia melihat dirinya saat iti juga dan sedang berada di samping Asih. Di sebuah penempatan ia melihat semua bayang bayang tersebut berjalan ke arah kanan. Karena penasaran, ia pun langsung mengikuti semua bayang bayang tersebut.


"Dimas? dia ingin ke mana? lebih baik aku mengikutinya" Ujar Ira.

__ADS_1


Dimas pun semakin mengikuti bayang bayang tersebut karena penasaran, saat ia mengikuti semua bayang bayang itu Dimas masih dalam keadaan sadar. Jadi sangat tidak mungkin ia sedang di kendalikan atau sebagainya. Ira yang terus memperhatikan Dimas pun langsung mulai merasa curiga bahwa ada yang tidak beres dan segera memeriksa secara diam diam kemana Dimas pergi.


"Kemana Dimas pergi? dan mengapa di saat yang seperti ini?" Tanya Ira terheran heran.


Saat ia melihat ujung jalan yang Dimas lewati, ternyata di sana ada sebuah lubang yang kelihatannya dalam dan berbahaya. Melihat Dimas yang terus berjalan tanpa henti, Ira pun segera memperingati Diama agat berhenti berjalan.


"Dimas! hati hati! di sana ada lubang!" Teriak Ira sambil berlari menyusul Dimas.


Karena suara teriakan Ira yang keras, membuat Andre dan lainnya merasa heran. Apalagi tidak ada yang menyadari jika mereka berdua itu hilang. Bagas pun langsung bertanya tanya, siapa yang berteriak.


"Suara apa itu?" Tanya Bagas heran.


"Tunggu di mana Ira dan Dinas?" Tanya Diana panik.


"Kurasa mereka ada hubungan nya dengan suara tadi, semuanya cepat menurutku kita harus memeriksa itu" Ujar Andre.


"Tunggu! apakah kamu yakin jika itu adalah Dimas dan Ira? kita tidak akan tahu di mana mereka berdua. Bisa jadi itu adalah tipu muslihat milik Siluman Laba Laba" Ujar Keiya khawatir.


Dan akhirnya mereka pun kembali dan segera pergi menuju tempat Dimas dan Ira berada. Kembali lagi dengan Dimas dan Ira, kelihatannya Ira sudah sangat berusaha keras untuk menghentikan Dinas. Tapi sayangnya, Dimas kelihatan nya terlalu serius terhadap semua bayang bayang tersebut sampai sampai tidak mendengar suara Ira. Melihat Dimas yang tak kunjung berhenti, membuat Ira semakin takut sekaligus khawatir.


"Dimas cepat berhenti!" Teriak Ira.


Di saat saat terakhir, akhirnya Ira bisa memegang kera baju Dimas dan segera menariknya dan membuat Dimas terjatuh. Seketika semua bayang bayang yang di lihat Dimas langsung menghilang saat ia terjatuh.


"Ira? sejak kapan kamu ada di sini?" Tanya Dimas heran.


"Kamu kenapa terus berjalan? kamu tau tidak jika di depan mu itu ada lubang besar yang dalam?" Ujar Ira yang langsung menunjuk ke arah lubang tersebut.


"Lubang?" Dimas pun dengan segera langsung memalingkan wajahnya ke arah jalan yang akan ia lewati sebelumnya.

__ADS_1


Dan ternyata memang benar saja, ada lubang di sana. Dinas pun juga langsung di buat heran dengan kejadian tersebut. Ia pun langsung segera mandur karena terkejut.


"Bagaimana bisa ada lubang di sini?" Tanya Dimas yang terkejut.


"Dari tadi memang sudah ada di sana " Jawab Ira.


"Apa? tadi aku ingat jika tidak ada lubang" Ujar Dimas.


"Tidak ada dari mana? jelas jelas ada di sini sejak tadi" Ujar Ira.


Dan tak lama kemudian Andre dan lainnya langsung datang karena mendengar suara teriakan dari Ira sebelumnya. Dan akhirnya terjadi banyak hal yang membuat mereka kebingungan.


"Kenapa? siapa yang berteriak tadi?" Tanya Bagas.


"Iti aku, tadi aku melihat Dimas berjalan sendiri ke arah sini. Jadi aku pun langsung mengikut nya karena khawatir" Ujat Ira.


"Dan Dimas kamu kenapa berjalan ke sini?" Tanya Bagas heran.


"Entahlah, tadi aku melihat sebuah bayang bayang. Karena penasaran aku pun mengikuti bayang bayang itu, tapi tiba tiba saat Ira menarikku, bayang bayang itu sudah hilang" Ujar Dimas.


"Apa? bayang bayang apa yang kamu maksud sebenarnya? tidak ada bayang bayang di sini" Ujar Bagas.


"Sungguh tadi ada bayang bayang di sini" Ujar Dimas.


"Sudah sudah, jadi seperti ini saja. Kita lebih baik jangan sampai terpisah, jika kita terpisah kita tidak akan tau apa yang akan terjadi selanjutnya" Ujar Mino.


Dimas pun langsung menceritakan semua kejadian yang ia lihat tadi. Dan tentu saja mereka semua tidak mempercayai hal tersebut. Tapi meski begitu, mereka pun memutuskan untuk tetap bersama dan berusaha untuk tidak terpisah dari lainnya. Mereka pun menyetujui usulan dari Mino dan terus bergandengan tangan agar tidak ada yang terpisah lagi.


Setiap langkah mereka lakukan dan sudah ada banyak jalan yang mereka lalui. Dan sampai akhirnya mereka bisa keluar dari Labirin Tambang dan sampai di Labirin Perpustakaan. Sama seperti sebelumnya juga, terlihat ada banyak buku yang tersusun dan masih rapi meski itu sudah lama sejak kedatangan mereka sebelumnya.

__ADS_1


To be contiune >>>


__ADS_2