
"Alasan lain? apa maksud mu?" Tanya Daihan heran.
"Saat kalian bertemu dengan Ruki yang ternyata hanya arwah yang merupakan Mahasiswa kampus, aku memang sudah tidak meragukan kalian. Aku saat itu juga sudah yakin jika kalian akan bisa bertarung melawan Farwani bersama ku nantinya, tapi masalahnya cuma satu"
"Apa itu?" Tanya Ira penasaran.
"Kalian" Jawab Andre sambil menujuk Daihan, Diana dan Ira.
"Apa? kami? apa yang salah dengan kami?" Daina pun langsung di buat heran dengan perkataan Andre.
"Iya, Nenek ku atau bisa di sebut Asih Putrina. Dia menulis sebuah buku mengenai Farwani dan segala hal mengenai Gunung Singawari, saya pernah menemukan buku itu saat kami akan pindah dari kota ini. Dan di situ di tulis bahwa kekuatan Farwani akan semakin meningkat ketika akan terjadi Gerhana Matahari atau pun Gerhana Bulan, karena di saat itu lah semua cahaya di ganti dengan kegelapan" Jawab Andre serius.
"Jadi apa hubungannya dengan kami?" Tanya Diana.
"Dia pasti akan melakukan hal yang sangat buruk dengan kekuatan itu, seperti meledakkan Gunung Singawari, atau bahkan akan lebih buruk lagi" Jawab Bagas menyelah.
Daihan, Ira dan Diana pun langsung menatap Bagas dengan mata waspada. Apalagi di saat itu merupakan hari yang dekat dengan waktu terjadinya Gerhana Bulan. Karena tatapan mata mereka yang aneh, Bagas pun langsung di buat tidak nyaman.
"Apa? kalian jangan memandang aku dengan wajah seperti itu, kalian membuat ku tidak nyaman" Ujar Bagas yang langsung pergi masuk ke dalam untuk memeriksa keadaan para warga kota.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Ira.
"Harus melakukan apa lagi? kita harus menghentikan niat jahatnya, tapi jika bisa jangan sampai ada nyawa yang hilang" Jawab Andre dengan memasang wajah serius nya.
"Apakah darah Leak telah membuat Andre semakin menakutkan?" Bisik Daihan ke Diana.
"Entahlah, tapi Andre cukup membuat ku tidak nyaman. lihat saja wajahnya saat serius" Jawab Diana bisik.
"Baiklah, aku akan memeriksa teman teman ku yang lain. Kalian jangan coba coba pergi sendiri" Ujar Andre sambil meninggalkan mereka.
"Sekarang kita harus bagaimana?" Tanya Ira.
__ADS_1
"Kenapa kamu menanyakan hal itu pada ku? Aku saja tidak tau harus berbuat apa sekarang" Ujar Daihan.
"Sudahlah kalian berdua, lebih baik kita pergi memeriksa semua warga kota ini. Dari pada kita tidak melakukan sesuatu, akan lebih bagus jika kita melakukan itu" Jawab Diana.
"Baik" Jawab Daihan sambil langsung pergi mengikuti Diana.
Sementara itu, di tempat Andre berada. Ia melihat bahwa ada beberapa teman temannya yang sudah sadar dan kelihatan merasa lebih baik dari pada sebelumnya, tentu saja itu merupakan kabar baik untuk Andre. Tapi Di sana terlihat Penunggu Sungai yang masih terbaring tidak berdaya. Sementara Sinta dan Keiya yang sedang duduk di atas kasur yang terbuat dari daun, tidak lupa juga dengan Adith dan Siluman Rakun yang duduk di atas sebuah kursi kayu.
"Teman teman kalian sudah sadar?" Tanya Andre sambil memasuki ruangan tersebut.
"Iya, tapi kita masih harus mencari cara mengalahkan gadis kejam itu" Jawab Keiya sambil termenung.
"Apakah maksud mu Farwani?" Tanya Andre.
"Tentu saja, memangnya siapa lagi?" Ujar Adith kesal.
"Tapi kalian harus berhati hati, jika gadis itu berhasil mengumpulkan semua kekuatan dari gerhana bulan, maka tamat sudah" Jawab Siluman Rakun.
"Gerhana Bulan? Apa maksud mu?" Tanya Sinta heran.
"Iya, tentu saja kami ingat" Jawab Andre.
"Dulu perempuan itu pernah memberitahukan ke pada ku bahwa setiap terjadi gerhana maka kekuatannya semakin meningkat. Jika gerhana itu total maka semakin kuat juga kekuatan yang ia dapatkan" Jawab Siluman Rakun.
"Jadi apa perbedaan saat gerhana matahari dengan gerhana bulan ini?" Tanya Adith.
"Saat gerhana total, maka seluruh wilayah yang terkena gerhana pastinya akan gelap. Dari situ semua energi yang ia peroleh semakin banyak, tapi jika dia juga menyerap semua energi makhluk yang ada di gunung singawari... maka anggap saja ini adalah hari terakhir kita" Setelah Siluman Rakun menyebutkan hal itu, suasana pun menjadi hening di ruangan tersebut.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Tanya Dimas.
"Tentu saja kita akan pergi untuk menyerang nya, tapi secara diam diam" Jawab Siluman Rakun.
__ADS_1
"Tapi bagaimana caranya? sudah pasti penjagaan di sana sangatlah ketat" Jawab Andre.
"Iya di sana memang sangatlah ketat, tapi kita memiliki dua orang teman di sana" Jawab Siluman Rakun.
" Dua teman? apa maksudnya?" Tanya Sinta heran.
"Tenang kalian akan tau setelah melihat mereka, oh iya bersiaplah. Karena besok kita akan menyelinap ke sana, jadi persiapkan diri kalian" Jawab Siluman Rakun santai dan kemudian ia juga keluar dari ruangan tersebut.
"B-besok? apakah itu tidak terlalu cepat?" Tanya Sinta.
"Entahlah, tapi yang pasti kita akan pergi ke sana pastinya dan kita juga harus memastikan kematian Gadis itu" Jawab Sinta dengan wajah seriusnya.
Saat sedang mendiskusikan mengenai bagaimana cara menyelinap ke dalam tempat Farwani berada, Dimas melihat Penunggu Sungai yang masih tidak sadarkan diri sejak tadi dan ia pun di buat heran. Karena seharusnya efek dari darah Leak itu tidak membuat Penunggu Sungai sampai seperti itu.
"Ngomong ngomong ada apa dengan Penunggu Sungai? sejak tadi dia masih terbaring saya lihat" Tanya Dimas heran.
"Entahlah, tapi yang pasti jika dia semakin sekarat. Begitu juga dengan Siluman Pohon. Mereka berdua itu adalah Siluman atau makhluk yang berasal dari alam, jika keseimbangan di Gunung Singawari dan Kota Simangla terganggu... maka mereka juga akan merasakan dampak dari hal itu juga" Jawab Keiya.
"Jadi apakah ini artinya Farwani sedang melakukan sesuatu yang buruk?" Tanya Andre khawatir.
"Aku tidak tahu, tapi kita hanya bisa berharap jika Penunggu Sungai akan baik baik saja" Jawab Keiya sambil memasang wajah pasrah.
"Baiklah, tapi Andre.. apakah kamu tau di mana Siluman Rubah dan Siluman Pohon berada? sejak kalian ke sini aku sama sekali tidak melihat mereka" Ujar Sinta heran.
"Entahlah, aku dan kakak tidak melihat mereka lagi sejak masuk ke sini" Jawab Andre.
"Apa? jadi maksudmu mereka menghilang meninggalkan kita?" Tanya Keiya kesal.
"T-tidak, maksudku apakah mereka pergi melawan Farwani sendirian?" Ujar Andre khawatir.
"Jika iya... maka kita harus segera menghentikan mereka secepatnya" Adith pun langsung mencoba pergi keluar untuk mencari Siluman Rubah dan Siluman Pohon.
__ADS_1
Tapi sayangnya ia langsung terjatuh karena tubuhnya masih belum sepenuhnya sembuh, sehingga Andre pun langsung mencoba membujuk Adith untuk beristirahat terlebih dahulu agar mereka bisa pergi menyelinap ke tempat Farwani esoknya.
To be contiune >>>