
Pada saat itu Andre sedang di kamarnya sedang Chat dengan teman temannya sambil berbaring di kasurnya. Terlebih lagi karena kakaknya sedang kuliah di kampusnya dan akan pulang ke rumah saat sedang libur.
"Andre!!! Nak!!! Turun dulu!!! Ibu dan Ayah ingin berbicara dengan mu!!!" Saat sedang seru Chat dengan temannya, Ibu Andre memintanya untuk turun.
"Baik bu!!" Ujar Andre yang sedang menuruni tangga dan menuju ruang tamu.
Saat Andre ke ruang tamu, di sana sudah ada kedua orang tuanya dengan raut wajah yang serius, Andre saat itu langsung merasa bahwa itu merupakan pembicaraan yang sangat serius.
"Iya bu ada apa?"
"Duduk dulu, ada yang ingin ibu dan ayah bahas bersama mu" Ujar Ibu Andre.
Andre pun langsung duduk di samping Ibunya, saat melihat ke meja matanya seketika langsung tertuju kepada sebuah surat formulir yang ada di depannya.
"Bu formulir itu untuk apa?" Tanya Andre sambil menunjuk ke arah formulir tersebut.
"Jadi seperti ini, ibu dan ayah sudah memutuskan kita akan pindah ke daerah perumahan Wasti dekat kampus kakak mu" Ujar Ayah Andre.
"Lho kenapa tiba tiba bu? Bukankah di sini kita baik baik saja?" Sontak hal itu membuat ibu Andre sedikit terkejut.
"Saat kamu ujian kamu menghilang selama berhari hari, apakah itu bisa di sebut baik baik saja?" Ujar ibu Andre.
"Ibu tenang dulu, ini kita juga harus memikirkan persetujuan Andre" Ujar Ayah Andre ke Istrinya.
"Kalo seperti itu kamu saja yang urus, aku ingin membuat minuman dulu" Ujar ibu Andre.
"Untuk apa ibu membuat minuman? apakah akan ada orang yang datang?" Ujar Andre dalam hatinya.
"Astaga ternyata dia masih keras kepala, jadi begini nak. Ibu mu khawatir karena kamu saat ujian menghilang, apa lagi dengan waktu yang lama. Jadi saat kamu kembali ke rumah, ibu mu langsung merencanakan pindahan ini" Ayah Andre pun langsung berusaha menjelaskan maksud pindahan mereka yang mendadak kepada Andre.
Ding Dong.....
Tiba tiba saat mereka sedang berbicara muncul suara bel pintu berbunyi, hal itu pun membuat Andre penasaran siapa yang akan datang ke rumah mereka.
"Ohh ternyata dia sudah datang" Ujar Ayah Andre.
__ADS_1
"Siapa yang datang? Apakah teman ayah datang ke rumah?" Andre pun penasaran dengan siapa yang akan datang ke rumahnya.
"Tenang saja ini pasti akan membuat mu terkejut" Ayah Andre pun langsung membuka pintu rumah.
Dan betapa terkejutnya Andre ternyata saat Ayahnya membuka pintu muncul kakaknya, Dimas. Kelihatannya Andre sangat senang melihat kakaknya sudah pulang ke rumah.
"Kakak? kamu sudah pulang? bukannya hari libur kakak itu 2 minggu lagi?"
"Ehhh iya ternyata kuburnya di percepatan, jadi saya putuskan untuk memberikan kejutan ke kamu" Ujar Dimas.
"Ternyata anak ibu sudah pulang, nih di minum dulu" Dari arah dapur langsung muncul ibu Andre sambil membawa beberapa minuman.
Kemudian suasana yang awalnya sudah ceria karena kepulangan Dimas berubah menjadi tegang dan serius ketika mereka kembali membahas masalah pindahan tersebut.
"Jadi bagaimana nak? Apakah kamu setuju kita pindah ke sana?" Tanya Ibu Andre.
"Pindah ke mana bu? ibu tidak memberitahu ku jika kita akan pindah" Ujar Dimas.
"Lho ibu tidak bilang ke Dimas jika kita akan pindah ke Perumahan Wasti?" Tanya Ayah Andre.
"Ngomong ngomong Formulir ini untuk apa?" Tanya Andre sambil mengambil formulir tersebut.
"Ohhh itu formulir pendaftaran ke kampus kakak, Ibu memintaku mengirimkan Formulir itu minggu lalu. Jadi bagaimana apakah kamu setuju?" Ujar Dimas.
Kemudian Andre pun hanya melihat formulir tersebut tanpa mengatakan apa pun, kemudian Ayahnya pun menyarankan agar Andre memikirkan itu di kamarnya terlebih dahulu.
"Ehhh mungkin dia masih belum bisa memutuskan, lebih baik kamu ke kamar dan memikirkannya dulu. Jika sudah nanti kamu ke bawah saja" Ujar Ayah Andre.
Kemudian Andre langsung masuk ke kamarnya sambil membawa formulir tersebut, di kamarnya. Ia langsung memberitahu teman temannya mengenai pindahannya dan tempat ia akan kuliah nantinya.
"Semuanya, sepertinya saya akan pindah ke perumahan Wasti" Ujar Andre di grup chat.
"Lho kenapa? Apakah ayah mu pindah kerja?" Tanya Sinta.
"Ehh tidak, hanya saja saya akan satu kampus dengan kakak ku. Apakah kalian akan baik baik saja tanpa aku di sini?" Tanya Andre.
__ADS_1
"Tenang saja kami akan baik baik saja, lagi pula sepertinya tidak akan ada hal buruk yang datang selagi kami masih memiliki senjata kami" Ujar Adith.
"Hmmm Baiklah, setidaknya temui aku di depan rumah ku besok ya" Ujar Andre, percakapan mereka pun akhirnya berakhir.
Kemudian Andre pun langsung turun ke bawah dan memberitahukan ke kedua orangtuanya mengenai keputusannya. Dimas pun senang ketika Andre menyetujui hal tersebut.
Akhirnya mereka mulai membereskan rumah mereka dan siap untuk pindahan, tapi mungkin sedikit menyakitkan bagi Andre dan keluarganya untuk meninggalkan rumah yang berisi banyak kenangan tersebut.
Keesokan harinya saat mereka akan pergi ke Perumahan Wasti dengan sebuah truk pindahan, teman teman Andre langsung datang dan memberikan sebuah bingkisan berupa buah buahan dan sebuah buku untuk Andre dan Dimas.
"Andre!!! Tunggu!!!" Teriak Adith.
"Kalian kenapa lama sekali? Saya baru saja akan pergi" Ujar Andre.
"Entahlah tadi ada seseorang yang sulit menemukan buku yang sudah kami beli bersama" Ujar Bagas sambil melirik ke arah Kurniawan.
"Kenapa aku? lagi pula kamu juga terlambat datang tadi"
Sepertinya Bagas dan Kurniawan masih belum akur sejak pertengkaran mereka yang terakhir di sekolah.
"Kenapa kalian membawa bingkisan? Aku meminta kalian ke sini agar bisa berpamitan" Ujar Andre.
"Ehh anggap saja ini hadiah pindah rumah untuk kalian" Ujar Keiya.
"Terima kasih" Jawab Andre.
Setelah bingkisan itu di berikan, Andre langsung memasukannya ke mobil mereka dan segera berpamitan dengan teman temannya.
"Andre!!!! Sampai jumpa!!!! Jangan melupakan kami semua ya!!!!" Ujar Sinta sambil mengejar mobil mereka.
Dari kaca mobil ia bisa melihat teman temannya yang melambaikan tangan sambil mengejar mobil mereka. Setelah beberapa saat teman temannya mulai tertinggal dan Andre sudah tidak bisa melihat mereka dari kaca mobil lagi.
"Meski itu bukan salam perpisahan yang aku harapkan, tapi bagi ku itu sudah cukup"
To Be Contiune >>>
__ADS_1