Dunia Lain

Dunia Lain
mulai mendaki


__ADS_3

setelah berjalan sangat lama akhirnya ke 4 pemuda tersebut sampai di pos pendaftaran.


kondisi di tempat yang sepi, serta pintu pos yang tertutup rapat semakin membuat Rio ragu untuk melewati jalur tersebut.


"loh.. kok gak ada yang jaga ya?" tanya Toni seraya mengintip ke dalam pos tersebut.


"yaudah kita tunggu dulu di sini" usul Bandu sembari mencari lokasi tepat untuk mendirikan tenda.


"ban, gak usah buat tenda lah, hari masih terang juga" protes Alex.


belum sempat Bandu menjawab perkataan Alex, nampak seorang bapak-bapak yang mengendarai motor memasuki area pos tersebut. dengan tatapan senang Alex segera mendekat ke bapak-bapak tersebut yang kini telah memarkirkan motornya.


"pak, kami mau daftar" ujar Bandu seraya tersenyum ramah menatap bapak tersebut.


"oh jadi kalian mau naik?" tanya bapak tersebut semabri membuka pintu pos tersebut.


Bandu mengaguk dan mengikuti bapak tersebut kedalam ruangannya. Bandu mengisi sebuah daftar dan membayar biaya administrasi sebelum akhirnya kelar dari pos tersebut.


"nak, sebentar" cegat bapak tersebut sembari mendekati Rio dan lainya yang telah bersiap untuk memulai pendakiannya.


"jangan lupa untuk berdoa dan minta permisi. kalau kalian sampai di pos 2 sebelum gelap jangan singgah di sana" ujar bapak tersebut membuat Rio dan lainya sedikit heran.

__ADS_1


"memang kenapa pak?" tanya Bandu dengan nada penasaran.


"di situ ada yang jaga.. oh iya, kalian kalau bertemu jalan cabang kalian ikuti saja prok lagu yang berwarna merah, itu jalur yang benar untuk ke puncak" sambung bapak tersebut.


Rio dan lainya mengucapkan terimakasih sembari pamit kepada bapak tersebut. dalam hati Rio dan lainya mereka begitu penasaran dengan perkataan bapak tersebut.


tidak banyak dari mereka yang berpengalaman dalam hal gaib, namun setidaknya Alex sedikit paham beberapa cara untuk menjaga diri kalau seandainya terjadi hal yang tidak di inginkan.


"benar ternyata kata bapak itu" ujar Alex yang berjalan paling depan.


ucapan Alex sontak membuat Rio dan lainya keheranan sekaligus merasa sedikit takut.


"Lex, jangan ngomong apa-apa.!" seru Bandu setengah berbisik.


langit saat itu masih terang, mungkinin sekitar pukul 1 siang, tentu saja hal tersebut sangat aneh jika mahluk astral berani menampakan diri.


jarak dari pos pendaftaran menuju pos 2 sekitar 1 jam perjalanan, dan mereka akhirnya sampai di pos kedua tept pukul setengah 3. sesuai perkataan dari bapak tersebut, mereka tidak beristirahat dan memilih untuk tetap melanjutkan perjalanan.


"oy, gw capek banget nih.. break dulu ya" ucap Toni dengan nafas putus-putus.


"ton, kalau kita berhenti sekarang nanti bisa-bisa kita sampai di pos selanjutnya itu malam" jelas Alex yang berada paling depan.

__ADS_1


"gw tau ***, cuman gw beneran gak kuat" sambung Toni.


melihat kondisi Toni yang memang sangat kelelahan, akhirnya Alex dan lainya memutuskan beristirahat sejenak untuk sekedar duduk dan minum air.


mendadak wajah Alex terlihat pucat. dengan suara berat Alex segera menyuruh Rio dan lainya untuk melanjutkan perjalanan.


"oy, gas lagi yuk" ucap Alex yang kini sudah berdiri.


"Lex lu gila ya, kita belum semenit loh kok udah mau lanjut aja" bantah Toni dengan nada heran.


"jangan banyak bacot, ayo jalan.!" seketika nada Alex berubah tegas.


tanpa basa-basi akhirnya Toni mengiyakan perkataan Alex. Meraka kembali melanjutkan perjalanan dalam keadaan diam. Rio begitu penasaran dengan apa yang di lihat oleh Alex, namun sekali lagi ia tidak menanyakan hal tersebut.


hingga rasa penasaran Rio terjawab oleh Alex dengan sendirinya. Alex akhirnya menjelaskan di perjalanan mereka apa yang ia lihat sebelumnya saat mereka berusia tadi.


"sori ton, bukan gw marah sama lu. tapi tadi itu benar-benar gawat" ujar Alex memecahkan kesunyian.


"gw udah paham Lex, diantara kita kan cuma elu yang bisa ngeliat hal-hal kayak gitu, tapi bisa gak lu jelasin apa yang lu lihat tadi" jawab Toni dengan senyum tipis.


Alex menghela nafasnya sembari membenarkan posisi ranselnya.

__ADS_1


"gw lihat laki-laki megang arit (sabit) berdiri di belakang Toni, dari tatapan matanya sih gw yakin dia gak suka kalau kita ada di situ" jelas Alex membuat Toni seketika menelan ludah.


"udah gak usah dipikirin mending kita jalan lebih cepat biar sampai di pos selanjutnya sebelum malam" ucap Bandu berusaha menengakan situasi.


__ADS_2